Gedung Santo Thomas yang diresmikan ini tidak lepas dari sejarah paroki dan Seminari Menengah Maria Nirmala. Berdirinya gedung ini bertitik tolak ketika peresmian paroki pada 1960. Pada 22 Januari 1964 gedung ini diresmikan sebagai asrama St. Yosef oleh Alm. Mgr. Raimundo Cesare Bergamin, SX. Asrama gedung ini diberdayakan untuk siswa Katolik dari Kepulauan. Mentawai, Sumatera Barat – daratan, dan provinsi Riau.

Tahun 2000-an asrama mulai sepi. Setelah tidak ada lagi sebagai asrama, gedung dialihfungsikan menjadi tempat pembinaan iman bagi anak-anak PAUD, BIA, BIR, OMK, Legio Maria dan Wanita Katolik RI. Setelah beberapa tahun berjalan, kegiatan dihentikan karena kondisi gedung semakin tua, rusak sana-sini. DPP pun memutuskan untuk merehabilitasinya. Dengan persetujuan Alm. Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFMCap. renovasi gedung dimulai 19 Januari 2021 hingga 21 Agustus 2022. Kini, tempat bersejarah sekaligus saksi bisu sejarah panjang dan banyak kenangan orang-orang muda dibina, tempat ini digunakan kembali oleh umat paroki yang dengan caranya masing-masing membina iman dan membekali diri dengan firman Tuhan sehingga mengenal Tuhan Yesus Kristus yang memerdekakan.

Inspirasi nama baru untuk gedung ini, DPP merasa, Santo Thomas senantiasa mencari kebenaran Kristus dan tidak pernah merasa puas. Oleh iman, semangat, dan ketekunannya anugerah iman diberikan Tuhan Yesus Kristus kepadanya. Thomas bisa melihat dengan matanya sendiri dan menyentuh dengan jarinya sendiri seluruh kebenaran Kristus yang hidup. Berkat anugerah iman, Santo Thomas mengalami kebenaran yang memerdekakan dirinya dari segala kebimbangan. St. Thomas meninggalkan warisan pernyataan iman: “Ya Tuhanku dan Allahku.” Bertolak dari pengalaman Santo Thomas, gedung yang dahulunya asrama Santo Yosef dibarui namanya menjadi Gedung Santo Thomas. Pada bagian depan gedung terpampang lambang Kitab Suci dengan tulisan: “Kebenaran itu memerdekakan” Lambang dan tulisan itu menyemangati dan mengingatkan umat bahwa hanya firman Tuhan Yesus Kristus yang hidup dapat memerdekakan. Semangat dan keberanian Santo Thomas menjiwai umat untuk menjadi saksi dan pewarta Injil. (ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *