SIKAKAP – Setelah sempat vakum akibat Pandemi Covid-19, Paroki St. Maria Assumpta Sikakap, Mentawai, mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan kelompok kategorial, diawali dengan pelaksanaan pembinaan Pembina BIA Separoki. Kegiatan “School of Missionary Anymators” (SOMA) ini berlangsung di Aula Paroki, 18-20 November 2022. SOMA diikuti 57 peserta utusan stasi-stasi.

Selama SOMA, peserta mendapat berbagai bentuk pembekalan berupa spiritualitas pembina Sekolah Minggu, kerangka kegiatan SM dengan langkah-langkah yang jelas, serta pembekalan gerak dan lagu maupun permainan (games).  Saat dihubungi, salah satu pendamping kegiatan, Mespin Samaloisa mengatakan, “SOMA bertujuan untuk memberikan bekal bagi pembina Sekolah Minggu (SM) di stasi! Diharapkan, model pembinaan SM lebih variatif.

Pendamping kegiatan lainnya, Teodosia Ramlis menyatakan kegiatan SOMA diperlukan agar SM di stasi-stasi dapat lebih terarah dan menarik pesertanya. Tidak monoton dan mejemukan. Teodosia gembira menyaksikan besarnya antusiasme dari peserta – pembina Sekolah Minggu. “Ini jadi pertanda baik, pembina ingin mengetahui dan mengalami hal-hal baru,” ucap Teodosia lagi.

Sementara itu, salah satu peserta, Rilus Jamba Samofo – dari Stasi Purourougat – mengaku banyak makna yang didapatkannya lewat kegiatan SOMA. “Saya mendapat gambaran cara, langkah, kiat pembinaan untuk peserta Sekolah Minggu. Selain itu, saya dan peserta lainnya ‘diperkaya’ dengan bekal aneka gerak dan lagu,” ujarnya. (ms/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *