Tahun 2022, Seksi Pastoral Keluarga Dewan Pastoral Paroki (Paskel DPP) St. Petrus Claver Bukittinggi menyelenggarakan dua kegiatan yang melibatkan pasangan suami istri (pasutri) tanpa membeda-bedakan usia pernikahan.  Kami sangat menghimbau ikut sertanya pasutri yang usia pernikahan hingga sepuluh tahun. Kegiatan pertama, upacara pembaruan janji perkawinan (Minggu terakhir Juli 2022).  Kedua, dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema keluarga, kami mengadakan lomba pacu karung, pindahkan tepung, makan kerupuk, jalan di dalam koran yang berbentuk roda (koran disambung). Aneka lomba ini hanya sarana, bukan tujuan.

Pada tahun 2023, kami memogramkan rekoleksi pasutri. Kelompok pertama untuk keluarga usia pernikahan hingga sepuluh tahun. Kelompok kedua, bagi keluarga usia perkawinan di atas sepuluh tahun. Untuk keluarga usia pernikahan hingga sepuluh tahun, untuk penyadaran dengan topik:  “Membentuk Keluarga Menjadi Gereja Kecil”. Untuk kelompok dua, mendalami tema: “Memaknai Fungsi Cinta Kasih dalam Keluarga”.

Seberapa strategiskan  pastoral untuk keluarga muda? Tentu sangat penting, karena pasutri usia pernikahan di bawah lima tahun, masa pengenalan, masa-masa rawan sering mengalami banyak goncangan dan cobaan, terutama dalam bidang ekonomi. Jika suami-isteri tidak mampu melewati masa-masa ini, keluarga bersangkutan akan terus mengalami goncangan. Tentu, diharapkan keluarga muda dapat mencontohi teladan dari keluarga-keluarga yang berhasil melewati masa genting ini. Pada masa-masa genting ini dibutuhkan kerendahan hati untuk belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Agar tercipta harmoni dalam keluarga mesti ada kerendahan hati untuk selalu mengatakan:  “maaf, terima kasih, tolong”.

Program rekoleksi bagi pasutri, berapa pun usaia pernikahannya bertujuan mempererat kasih sayang dan saling pengertian. Sekitar lima tahun lalu, pernah diadakan rekoleksi sejenis. Dua tahun terakhir vakum rekoleksi akibat pandemi Covid-19. Rekoleksi dirancang di aula paroki, mendatangkan nara sumber, penjaringan peserta melalui ketua rayon. Nara sumber rekoleksi biasanya pastor, panitia pasutri dari Bukittinggi dan Payakumbuh. Saya melihat, rekoleksi pasutri ini ditunggu-tunggu di Bukittinggi, karena dapat menyadarkan pasutri yang mengalami aneka permasalahan dalam rumah tangganya. Begitupun dalam keluarga yang kurang harmonis, karena kurangnya keterbukaan dan kerja sama.

Saya melihat dampak positif kegiatan lima tahun lalu bagi keluarga muda. Efeknya sangat bagus! Apalagi bila dalam keluarga muda,  merasa ada gengsi berjalan bersama, membantu istri di rumah. Padahal, kalau setiap pasutri melakukan Bersama menjadi cerminan kasih sayang.

Anna Triyati, S.Pd
Guru Sekolah Dasar. Ketua Rayon St. Cecilia.
Sekretaris Wanita Katolik RI Cabang St. Petrus Claver Bukittinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *