CAMPUR TANGAN TUHAN SELALU ADA

HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH
TAHUN BARU (1 Januari 2023)
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2 – 3, 5, 6, 8; Gal. 4:4 – 7;
Luk. 2: 16 – 21

TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Untuk menghalau ketakutan – kelelahan – kekhawatiran kita menghadapi semua yang akan terjadi di masa depan. Ingatkah bahwa kita tidak pernah melewati hari-hari sendirian. Kalau kita percaya, selalu ada campur tangan dan pertolongan Tuhan dalam setiap persoalan.  Selalu ada orang baik, sahabat yang siap meneguhkan hati, menyemangati, dan bersedia turun tangan menolong kita. Sembari bersyukur atas rahmat Tuhan selama setahun lalu, kita beryukur pula atas tahun baru. Kita berdoa dan berharap, tahun baru membawa semangat baru. Tahun depan lebih baik, dari tahun lalu.

Inilah waktu yang diberikan Tuhan kepada kita. Bersama Maria kita berziarah seraya merenungkan yang Tuhan kehendaki dan jalani ndi tahun yang baru ini. Kita bergembira dan bersyukur atas rahmat-Nya. Kita bersyukur diberi kesempatan lagi untuk menjalani hidup lebih lama lagi.

Allah selalu terbuka memberikan berkat dan kasih karunia bagi semua manusia yang berkehendak baik, berserah dan berharap kepada-Nya. Langkah kita terarah para perjumpaan dengan Allah untuk bersyukur dan mendapatkan berkat. Seperti orang Israel yang selalu rindu mendapatkan berkat Allah pada zamannya, demikianpun pada Gembala rindu berjumpa dengan Yesus yang diwartakan para malaikat. Perjumpaan dengan Yesus mendatangkan kegembiraan.

Hari ini kita merayakan Pesta Santa Maria Bunda Allah. Berbagai rahmat telah Gereja terima karena Doa Salam Maria. Bunda Maria dipilih dan diberkati Allah. Karena iman dan keterbukaannya kepada tawaran keselamatan Allah, Maria dianugerahi kasih karunia. Dia setia menyimpan dan merenungkan segala perkara dalam hati. “Setelah genap waktunya, Allah mengutus anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan….”

Kita belajar dari figur Bunda Maria yang rendah hati, terbuka, beriman, sederhana, setia dan memelihara rahasia dengan baik sampai saat tiba. Sebab Maria percaya, bagi Allah tidak ada yang mustahil. “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”.  Kita pun mesti demikian, apa yang kita harapkan, cita-citakan tahun lalu, masih bisa kita perjuangkan di tahun ini. Kita berserah dan berharap kepada-Nya, segala yang baik terjadi pada kita.  (ws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *