Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional II 2022 di Kupang-Nusa Tenggara Timur/NTT telah berakhir, Senin (31/10). Berikut komentar dari anggota kontingen Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau, serta pejabat.
Siap Mengemban Amanah!

Sumatera Barat (Sumbar) dengan semboyan “Saiyo Sakato” punya potensi kebersamaan, kekompakan. . Maka, apa pun iven yang dipercayakan dari pemerintah pusat, bisa kita laksanakan dengan meriah dan penuh tanggung jawab. Tahun 2025, tidak tertutup kemungkinan, kalau diberikan amanah; kontingen bersama pemerintah Provinsi, Kemenag RI Sumbar, tokoh masyarakat dan tokoh adat, siap  mengemban amanah sebagai tuan rumah. (Haji Helmi – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Sumatera Barat, Kamis, 27 Oktober 2022)

Pengalaman Sangat Berkesan

Momen ini indah dalam hidup, terlebih kekompakan. Keramahan dan toleransi masyarakat Kupang luat biasa. Anggota kontingen, termasuk kru Komisi Komsos Keuskupan Padang solid dan saling membantu, berkolaborasi satu dengan yang lainnya. (Brigita Dwimasari – Anggota Kontingen Sumatera Barat)

Siapkan Anggaran Pendukung

Mudah-mudahan Gubernur dan jajarannya mendukung dengan menyiapkan anggaran untuk kontingen untuk iven Pesparani Nasional selanjutnya. Keikutsertaan kita tidak hanya dana, tetapi juga kekompakan dan dukungan semua pihak. Bila perlu ada dukungan pihak ketiga secara sponsorhip pada kontingen Sumbar. Kita mesti menyiapkan kontingen secara maksimal.  (Irsyad – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat/Kesra Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis, 27 Oktober 2022)

Bersyukur Dapat Kesempatan Ikut

Pesparani ini pesta iman. Pencapaian prestasi medali emas kelompok Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) Sumatera Barat menyemangati saya dalam tugas pelayanan dalam Gereja. (Herman Ponimin – Anggota Kontingen Sumatera Barat)

Torehan Prestasi dan Harumkan Nama

Pada Pesparani Nasional I 2018 di Ambon, Provinsi Maluku, kontingen Sumatera Barat mendapat sambutan atau applaus meriah dari hadirin. Karena Sumbar mengirimkan banyak anggota kontingen. Lebih seratus orang. Hadirin tidak menyangka, karena Sumbar dianggap daerah yang intoleran. Pada Pesparani tahun bolehlah berbangga kontingen Sumbar menorehkan prestasi yang mengharumkan nama provinsi dengan membawa pulang medali gold atau emas. (Albert Hendra Lukman, SE – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat)

Hasil Tidak Mengkhianati Usaha

Dengan porsi latihan yang terkesan sangat keras, hasilnya tidak sia-sia. Kami, 20 orang memanfaatkan waktu, apalagi saat makin dekat hari “H”. Tambah jumlah latihan. Kmai setia pada kesempatan berlatih, termasuk saat di penginapan. Hasil tidak mengkhianati usaha. Juri memberi penilaian gold atas penampilan PSDC Sumatera Barat. (Rita Utomo – Anggota Kontingen Sumatera Barat)

Gereja Lebih Dikenal

Dari pengalaman ikut Pesparani II ini, ada semacam niat/tekad untuk berlatih lebih baik lagi. Juga, ada niat mensosialisasikan lebih LP3KD dan Pesparani agar dicintai dan didukung oleh semua pihak.  Pesparani ini bukan hanya ajang piknik, tetapi agar Gereja Katolik dan Paduan Suara Gerejani lebih dikenal. (Elfenni Erdianta Bangun – Anggota Kontingen Provinsi Riau)

Mengalahkan Senior

 Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Barbara Sawahlunto memberi wewenang pada saya menyeleksi anak-anak calon peserta Cerdas Cermat Rohani Anak. Di paroki terdapat tujuh stasi, dipilih tiga orang, dua dari SD Santa Lucia Sawahlunto dan satu dari sekolah negeri. Mereka pun berlatih tanding dengan seniornya (pelajar SMP dan OMK). Mereka menang. Pengalaman tereliminasi saat babak penyisihan di Pesparani Nasional ini pun luar biasa bagi mereka. (Fredi Simamora – Anggota Kontingen Sumatera Barat)

Tidak Hanya Ajang Lomba!

Saya yakin anggota kontingen memberikan yang terbaik – dengan tampil maksimal – demi kemuliaan nama Tuhan. Sikap bijaksana bila Pesparani Nasional II dipandang bukan semata-mata untuk menjadi juara, tidak menganggap kontingen lain sebagai lawan; melainkan sebagai saudara dalam iman. Jauhilah sikap sombong! Tampillah tanpa beban dengan semangat kerendahan hati. (P. Bernard Lie – Pendamping Rohani Kontingen Sumatera Barat)

Mari Saling Mendoakan!

Kehadiran kontingen Sumatera Barat di stasi ini sekaligus merayakan Ekaristi adalah berkat tersendiri bagi kami. Marilah kita saling mendoakan dan memotivasi sebagai saudara seiman agar dapat melayani umat Allah dalam keadaan apa pun juga. Saya dapat kabar kontingen provinsi lain, memilih gereja besar, hanya kontingen Sumatera Barat yang bersedia ke kapela kami, yang berada dalam kompleks perumahan. (Eka – Ketua Paduan Suara Stasi St. Maria Fatima Paroki Katedral Kristus Raja Kupang, NTT)

Penuh Antusias dan Semangat

Luar biasa dan semarak! Perjumpaan akbar semacam ini, sungguh menggetarkan kalbu. Menguatkan semangat kebersamaan umat Katolik, dari Sabang hingga Merauke, dari Talaud hingga Rote. Bukan kebetulan, bila posisi kontingen Provinsi Riau dekat dengan kontingen Provinsi Sumatera Barat di Stadion Oepoei Kupang, sungguh terasa kita satu keuskupan,  meski beda provinsi. (Saurman Sitanggang – Anggota Kontingen Riau. Ketua LP3KD Provinsi Riau)

Terbayar Semua Kerja Keras

Hasil emas ,  di luar ekspetasi saya. Kita urutan ke-10 dari 34 provinsi (10 besar). Sangat memuaskan. Terbayar semua kerja keras dan persiapan sebelumnya. (Reynaldi Cahaya – Anggota Kontingen Sumatera Barat)

Tidak Menyangka

Enam bulan terakhir sebelum ke Kupang, sepulang sekolah saya kadang berlatih sendiri, bersama pendamping (official).  Sebelum tampil, saya menenangkan diri agar dapat memberikan yang terbaik. Saya senang, sekaligus kaget, tidak menyangka mendapat nilai di atas 80,  kategori emas (gold). Serasa mimpi. (Magdalena Yotri Anjani – Peserta Lomba Mazmur Remaja Kontingen Sumatera Barat dari Pasaman Barat)

Jadi Penyemangat Bermazmur

Melihat latihan, saya yakin Anjani (anak saya) memperoleh gold.  Itu juga menjadi doa dan harapan saya. Amnjani sempat bilang, “Ibu nggak usah halu! Peserta lain hebat-hebat!” Karena saya biasa melatih anak-anak mengikuti lomba bernyanyi, saya yakin. Gold di tangan. Terbukti. Sekembali ke Pasaman Barat, ‘prestasi’ Anjani bisa menyemangati teman-temannya untuk berlatih dan bermazmur di gereja. Theresia Soesilowati – Anggota Kontingen Sumatera Barat orangtua Anjani)

Terbina Kebersamaan Sesama Katolik

Kami berbahagia dan bangga, umat dari Keuskupan Padang (Sumatera Barat)  mau hadir, bersama-sama merayakan Perayaan Ekaristi di sini. Umat Stasi St. Maria A Fatima Perumnas ini sangat senang. Kunjungan ini yang perdana dari umat Katolik Keuskupan Padang. Semoga terbina kebersamaan dan tautan hati umat di sini dengan anggota kontingen Sumatera Barat. (P. Ambrosius Ladja, Pr. – Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Kupang, Nusa Tenggara Timur)

Dapat Pengalaman Berharga

Bisa mendampingi anak (Olin Sitanggang) pengalaman berharga sekaligus pengalaman iman. Saya yakin, hal ini akan berguna bagi dirinya kelak. Olin meraih peringkat perak (silver) adalah luar biasa. (Bilman Sitanggang – orangtua Anggota  Kontingen Sumatera Barat)

Sisi Pariwisata Pesparani

Selain punya sisi kerohanian, Pesparani Nasional II mempunyai sisi pariwisata. Sejalan juga dengan visi Gubernur NTT Victor B. Laiskodat. Kami dari organisasi perangkat daerah (OPD) berusaha memberikan yang terbaik lewat layanan kepada para kontingen Provinsi Sumatera Barat pada Pesparani II. OPD Inspektorat Daerah Provinsi NTT – mulai dari pejabat struktural, fungsional, tenaga kontrak, dan tenaga fungsional umum terlibat secara penuh. Kekuatan kami 112 orang. Tentu saja ada pembagian tugas di antara kami. Pada momen tertentu, kami semua terlibat, misalnya saat penjemputan (26/10), pembukaan Pesparani (28/10), dan penutupan Pesparani (31/10). Selama penyelenggaran Pesparani, di setiap venue, kami libatkan semua personil memberikan support dan berharap dapat hasil yang terbaik. (Kanisius Mau – Pelaksana Tugas/Plt. Inspektorat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur/NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *