BAGANBATU – “Saya sangat bersukacita bisa berjumpa Bapa Uskup yang baru” kata Christo Doulos Nainggolan. Ketua OMK Pusat Paroki Santa Maria Ratu Rosario Bagan Batu ini bersama umat yang lain antusias menyambut kedatangan Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX di parokinya, 7 – 9 Oktober lalu. Kerinduan umat akan kehadiran gembala sungguh terobati, setelah lebih dari tiga tahun paroki ini tidak dikunjungi uskup. “Saya berharap kunjungan Bapa Uskup ini membawa perkembangan iman, membangkitkan semangat umat.” ujar pria yang hobi melawak.

Umat paroki bersemangat dan berkumpul untuk menyambut kedatangan Bapa Uskup. Rencananya, Mgr. Vitus disambut dengan Drumband Sekolah Yayasan Sekolah Yosef Arnoldi Bagan Batu dan Tor-tor. Karena kedatangan Bapa Uskup meleset dari jadwal, menjadi pukul 20.34 WIB penyambutan hanya dengan Tor-tor.  Waktu sudah malam, pemain drumband tidak memungkinkan menunggu lagi.

Keesokan harinya, Mgr. Vitus melawat ke Stasi St. Yosef Siarang-arang untuk memberkati dan meresmikan gereja serta menerimakan Krisma. Sama dengan di pusat paroki, umat stasi tidak kalah antusias dan bersemangat menyambut kedatangan Bapa Uskup.

Dalam homili Bapa Uskup mengatakan bahwa dalam menjalani kehidupan ini jangan menanamkan rasa benci antarsesama. Jika ada benci, anggap saja yang menyakiti saudara kandung, maka benci itu berubah menjadi cinta. Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan pemotongan tumpeng Perayaan Hari Ulang Tahun Pertama Tahbisan Imamat Uskup.  Mengomentari moment ulang tahun tahbisan uskup ini, Mgr. Vitus menyatakan saya sangat membutuhkan makanan rohani.  “Sangat berbahagia dengan kunjungan ini. Walaupun pertemuan singkat, namun sangat bermakna bagi saya. Saya merasakan kehangatan seorang gembala”. katanya.

Warga Stasi Siarang-arang, Alfiad Tumanggor menyatakan bahwa dirinya juga merasa bahagia dan bangga, karena pemberkatan gereja stasinya bertepatan tanggal ulang tahun Imamat Tahbisan Uskup sehingga mudah diingat.  Mengenai pertemuan yang singkat dengan Bapa Uskup, Tumanggor berharap supaya pada kunjungan pastoral berikutnya dijadwalkan lebih perpanjang. “Kami juga mengharapkan bantuan dari keuskupan untuk menyelesaikan pembuatan pagar, menara lonceng, dan ruang sakristi,” imbuhnya.

Sepulangnya dari Stasi Siarang-arang, umat paroki sudah menunggu Bapa Uskup untuk rekoleksi bersama. Meski terlihat lelah dan lesu, Bapa Uskup tetap ceria dan bersemangat melayani umat.  Keesokan paginya (8/10), lawatan pastoral Bapa Uskup dilanjutkan ke Stasi St. Maria Bunda Gereja Batang Kumu. Tokoh umat setempat, Jismen Sitorus berharap kedatangan Bapa Uskup untuk pertama kalinya di stasi ini menghentak umat sehingga menyadari tanggung jawabnya sebagai warga Gereja. “Pengurus berusaha melayani umat sebaik mungkin dan mengharapkan umat pun semakin giat bersekutu, saling melayani dan membantu dalam setiap kegiatan Gereja,” katanya.  Sebelum kembali ke pusat paroki, rombongan Bapa Uskup singgah di Biara Kapusin di kawasan Simpang Pujud.

Puncak kunjungan pastoral di paroki ini, Minggu (9/10). Bapa Uskup merayakan misa bersama umat.  Dalam misa ini penerimaan Krisma, pelantikan DPP baru, peletakan Batu Pertama pembangunan Ruang Pembinaan Imat (RPU), Perayaan Ulang Tahun Imamat Tahbisan Uskup, dan Ulang Tahun Paroki Bagan Batu.  

Acara ramah tamah sungguh meriah. Penampilan drumband, tariam daerah, dance, tor-tor memeriahkan suasana.  Perayaan ulang tahun ditandaib pemotongan tumpeng dan mangolob-olopi dari adat Batak sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Indonesia dan menjaga kelestariannya.

(Elfri B. Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *