Orang Muda Katolik (OMK) dan anggota Bina Iman Remaja (BIR) Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang menyemarakkan ulang tahun ke-190 Kongregasi Sisters of Charity of Merry Mother of Mercy (SCMM), Rabu (9/11) malam. Acara berlangsung di Aula Susteran SCMM ini diisi pengenalan, promosi dan animasi panggilan sebagai calon ‘warga’ SCMM. Peserta antusias mengikutinya walau hujan mengguyur Kota Padang. Sejumlah peserta berdomisili di tempat cukup jauh, di Wilayah Paulinus.

Acara dimulai dengan hiburan dari penghuni Asrama Bintang Timur (ABT) dan sumbangan satu tarian ala spanyol dari OMK. Dilanjutkan pemaparan seluk beluk Kongregasi SCMM.  Salah satu anggota Komunitas St. Leo, Sr. Isabella Bili Lete, SCMM mengajak peserta mengenal sejarah keberadaan, visi, tujuan, dan karya perutusan SCMM. “Kongregasi ini didirikan Mgr. Joannes Zwijsen pada 23 November 1832 di Tilburg, Belanda. SCMM bertujuan untuk pengudusan para anggota dengan hidup bersumber pada Kristus, sesuai dengan nasihat Injil dan membaktikan diri dalam pelayanan melalui belaskasih, yang diwujudnyatakan pada sesama – terkhusus pada kalangan kecil, lemah, dan miskin,” ucap Sr. Isabella.

Ditambahkan pula, “SCMM berpedoman pada semboyan “cinta tanpa pamrih” dalam semangat kesederhanaan dan kesiapsediaan seturut teladan Maria, Bunda Belaskasih. Karya perutusan SCMM fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pastoral. Pada 27 Mei 1885, sembilan suster SCMM sebagai misionaris pertama ke Indonesia. Mereka tiba di Padang pada 12 Juli 1885 dan tinggal di biara pertama St. Leo Padang,” ucap Sr. Isabella.

Selain pemaparan, peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan dalam dialog bersama. Tatkala seorang peserta bertanya hambatan yang dialami saat berniat menjadi suster Kongregasi SCMM, Sr. Natalia Kewa Wuwur, SCMM membagikan pengalamannya. “Niat menjadi suster SCMM ditentang keluarga, terutama oleh mama. Saya tidak berputus asa,lebih banyak berdoa agar mendapat bimbingan Tuhan. Akhirnya mama yang mengantar saya masuk Susteran,” tutur Sr. Natalia. Sementara itu, rekannya, Sr. Elizia Simanjuntak, SCMM menuturkan kendala dari dalam dan luar dirinya, digoda dan menggoda. Sr. Elizia membagikan pengalamannya yang sungguh berniat menjadi seorang suster SCMM.  Sementara itu, saat menanggapi pertanyaan peserta lainnya mengenai program animasi panggilan tahunan, Sr. Paulina Vinni Alnionta Kaka, SCMM mengatakan promosi panggilan diupayakan bisa berlangsung setiap tahun, dalam menyongsong ulang tahun kongregasi, 23 November.

Tidak hanya pemaparan, dialog, pada kesempatan ini, Ketua asrama putera (Nicholas RA), ketua asrama puteri (Kristin Vanesa AT), dan Yunia M. Zai (Panti St. Leo) membagikan pengalaman kebersamaan dengan para suster SCMM. Pada umumnya, mereka memiliki kesan tertarik, punya pengalaman suka duka – termasuk suka dan tidaknya dengan peraturan asrama. Ketiganya mengaku dibina agar memiliki karakter bertanggung jawab, disiplin, dan taat. “Mulanya, ada keinginan segera keluar karena banyak aturan yang tidak disukai. Setelah setahun dalam binaan suster SCMM yang penuh cinta, kasih, iman pun bertumbuh karena sering diajak berdoa harian, mengikuti Misa Kudus, dan berbagi pada sesama,” ucap Kristin.

Pada kesempatan tersebut, Pastor Paroki St. Maria Bunda Yesus Padang, P. Bernard Lie, Pr menyampaikan harapannya pada OMK dan BIR untuk menggali panggilan hidup menjadi suster/biarawati. “Tidak harus sebagai suster SCMM, bisa kongregasi lainnya. Terpenting, adalah menemukan jiwa panggilan di dalam diri menjadi biarawan-biarawati di keuskupan kita. Sudah ada di antara umat paroki kita terpanggil menjadi suster dan pastor. Giliran berikutnya, para OMK dan BIR, mulailah buka hatimu!” kata P. Bernard.

Di penghujung acara, Sr. Isabella menyampaikan harapannya kepada OMK dan BIR, “Kami percaya dalam diri tiap warga OMK dan BIR ada rahmat panggilan. Kelak, akan tumbuh panggilan yang menjadi harapan Gereja, terutama menjadi biarawan-biarawati untuk Keuskupan Padang. OMK dan BIR adalah bunga-bunga yang sungguh mengharumkan Gereja dengan semangat pengabdian dan selalu bersukacita. Kalau sekarang belum tergerak hatimu, kami nantikan hatimu bergerak mendaftar menjadi bagian SCMM,” ucap Sr. Isabella. (beni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *