“Saya tidak pernah mendapatkan baju seperti ini, Kak. Tidak pernah diikatkan rambut dan diperlakukan (disayangi) seperti ini .  Kalimat yang diucapkan seorang gadis kecil di tahun 1995 itu membekas di sanubari Ria Anggelina Neni Saurei (36).

Istri Bernardus yang akrab disapa Neni ini bercerita momen ini terjadi ketika dirinya bersama Pastor Petrus, SX dan Suster Michaela, SFS berkunjung ke Sagulubbeg, Stasi Siri Bakbak. Gadis kecil lugu itu anak broken home. Pahitnya hidup  yang mesti ditanggung anak kecil itu menyentuh hati dan menginspirasinya menjadi pembina Bina Iman Anak (BIA) Stasi St. Guido Maria Conforti Pasakiat, Paroki St. Maria Diangkat ke Surga. Kini perempuan berdarah Dayak (ibu) dan Mentawai (ayah) ini menjadi pembina Bina Iman Remaja (BIR).

Selain karena perjumpaan dengan anak itu, sosok almarhum ayahnya yang mencintai Kitab Suci juga menginspirasinya. Ayahnya pernah berpesan bila dirinya mengalami kehabisan kesabaran, disuruhnya duduk dan diam. “Ucapkan dalam hati, Tuhan Yesus, pegang hati saya.  Pegang jantung saya. Jangan sampai terpompa.” katanya  menirukan pesan ayahnya.

Saat ayahnya meninggal di usia 48 tahun, Neni mengaku kehilangan semangat dalam pelayanan. Ia tidak siap. Neni merasa Tuhan tidak adil atas dirinya. Neni mengaku sempat absen ke gereja setahunan. Di tengah kegalauannya, Pastor Hebry, SX menyadarkannya. Neni diajak ikut serta kunjungan stasi bersama tim pastoral. Meski telah beberapa kali mengikuti kunjungan pastoral, tidak serta membuat Neni bangkit. Di tengah pergumulan batinnya, ia membuka lemari, menemukan buku berisi tulisan tangan ayahnya, berbunyi: “Mintalah maka akan diberikan, ketuklah maka pintu itu akan dibukakan.” Kalimat itu seperti menampar dirinya.  Ibu dua putra ini kala itu merasa harus membuka hati untuk berdamai dengan dirinya sendiri, tidak juga menyalahkan Tuhan. Neni belajar menerima keadaan dan bangkit. “Saya merasa lebih beruntung dari gadis kecil itu,” kata tenaga honorer Dinas Perhubungan Siberut Selatan ini. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *