“Jika tidak dimulai dari sekarang, siapa lagi menjadi penerus di paroki sepuluh atau dua puluh tahun lagi?” itulah prinsip Ketua Komunitas Mahasiswa Karyawan Katolik (KKMK) Paroki St. Fidelis a Sigmarinda Payakumbuh, Janri Marbenget Sinurat (26). Anak kelima 6 bersaudara dari pasangan J. Sinurat dan R. Napitu. Janri, panggilannya, mengaku aktif dan banyak belajar saat diberi satu tanggung jawab.

Alumni SMK Negeri 2 Payakumbuh ini menyatakan dirinya sempat menolak amanah tersebut, bahkan mengundurkan diri sebelum pelantikan. Janri beralasannya jarak tempat tinggal dengan pusat paroki yang jauh dan merasa belum punya pengalaman berorganisasi. “Muncul perasaan takut gagal!” ucapnya. Akhirnya, lelaki kelahiran Sumbul, Sumatera Utara 25 Januari 1996 ini menerima tanggung jawab setelah mendapat dukungan Pastor Paroki Payakumbuh (P. Franco Qualizza, SX). Bahkan, Ketua Komisi Kepemudaan dan Panggilan Keuskupan Padang, P. Alfonsus Widhiwiryawan, SX ikut memberikan dukungan moril.  

Selain itu, lanjutnya, dukungan keluarga pun menjadi semangat tersendiri. Janri memiliki kakak lelaki yang juga pengurus di rayonnya. Itulah teladan yang senantiasa memotivasi dirinya. “Banyaknya dukungan itu sungguh membahagiakan. Awalnya ragu, namun saya termotivasi menjalani tanggung jawab itu untuk kemajuan  paroki,” kata Janri lagi.

Diakuinya, pertama kali terpilih sebagai ketua, ia merasa jabatan tersebut membebani pikiran, apalagi dirinya belum pernah menjadi bagian kepengurusan di gereja, walau selalu ikut serta kegiatan rayon setempat. “Dalam situasi ini, saya meneguhkan diri dengan pertanyaan reflektif: kalau saya selalu mengatakan ‘tidak bisa’, kapan saya akan maju? Hal ini juga menjadi pedoman hidup saya. Akhirnya, saya bersedia mengemban tanggung jawab,” ucap Janri. Kini, Janri bersama para pengurus melakukan pendekatan, ajakan, mengakomodasikan teman-teman yang kesulitan dalam mobilitasnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *