Pandemi covid-19 membuat Cahya Saputri Zebua, S.IKom. (24) kembali ke kampung halamannya (Kinali) karena pembelajaran kuliah dilakukan secara online. Setamat kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Dharma Andalas Padang, Putri tergerak hatinya ikut kegiatan menggereja di Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat. Ia prihatin sangat minimnya aktivitas Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Kinali selama ini.  Kehadiran sahabatnya, Laurentin Leni Anggraini makin memotivasinya dalam berkegiatan.

Saat ini, gadis keturunan Jawa dan Nias ini menjabat Wakil Ketua OMK Stasi Kinali dan perwakilan OMK di DPP Keluarga Kudus Pasaman Barat. Bungsu tiga bersaudara dari pasangan Sih Panglipur Yasinta dan Peringatan Zebua ini terdorong mengaktifkan kembali kegiatan OMK.  “Lagipula, saya perlu wadah untuk praktik karena menjadi guru agama Katolik bagi pelajar SMA. Perlu adanya ‘tempat’ untuk pengembangan diri, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan sesama teman seiman. Apalagi saya sebagai alumni SMA Xaverius Padang  merasakan hampir semua kegiatan berlandaskan iman Katolik. Maka, saya prihatin melihat kondisi OMK di sini. Parahnya lagi, karena ada beberapa anak didik berjilbab saat pergi main ke luar rumah,” ucapnya.

Putri dan pengurus lain OMK Stasi pun rajin mengajak sesama orang muda bergabung dan aktif. “Tidak hanya lewat grup WhatsApp, kami pun ajak secara personal. Beberapa di antaranya terlibat sebagai pengurus OMK, sehingga mereka merasakan dampak positif dalam kehidupan sosial dan pengembang kepribadian di lingkungan komunitas. Juli 2022,  kami mengadakan turnamen futsal separoki bertujuan untuk saling kenal, membangun solidaritas dan sportivitas OMK Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat. (beni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *