Manusia dan Kebudayaan

Manusia merupakan makhluk berakal budi yang mampu menyadari keberadaannya dan aktivitasnya melalui akal budi. Hal ini merupakan salah satu yang menjadi kelebihan dari manusia jika dibandingkan dengan makhluk lain. Akal budi mendorong manusia untuk melakukan dan menemukan segala sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bagi sesamanya. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan jesmani dan rohani serta mempertahankan eksistensinya. Salah satu bentuk penemuan dari manusia yang terlihat jelas hingga saat ini ialah kebudayaan.

Kebudayaan bukan hanya sekadar barang-barang dan tradisi kuno seperti ukir-ukiran, tarian tradisional, pakaian tradisional dan lain sebagainya. Akan tetapi, kebudayaan mencakup seluruh usaha dan hasil usaha manusia yang diupayakan dengan kekuatan akal budi dalam rangka memenuhi kebutuhan baik jesmani maupun rohani atau pun religi. Kebudayaan juga merupakan wujud usaha manusia untuk semakin menjadi manusia (proses humanisasi). Oleh karena itu, manusia sering disebut sebagai makhluk yang berbudaya.

Setiap masyarakat tentu memiliki budaya yang dihidupi dan dilestarikan hingga saat ini. Masyarakat Batak Toba merupakan salah satu suku bangsa yang memiliki kebudayaan. Suku Batak Toba merupakan suku bangsa yang ada di Indonesia yang berasal dari daerah pesisir Danau Toba, tepatnya di Pulau Samosir. Dalam konsep masyarakat Batak Toba yang berkaitan dengan kehidupan manusia adalah bahwa kehidupannya selalu terkait dan diatur oleh nilai-nilai adat. Nilai budaya yang dijadikan sebagai identitas pada suku bangsa Batak adalah marga, bahasa atau aksara, dan adat-istiadat.

Suku Batak Toba dikenal sebagai suku yang kuat akan sebuah kepercayan yang bersifat mistis. Tradisi-tradisi yang terdapat di dalamnya pun sangat kuat mengandung mistis. Dalam  suku Batak Toba terdapat sebuah cerita rakyat yang dikenal dengan nama Tungkot Tunggal Panaluan. Cerita ini tentunya mengandung hal-hal mistis yang terkadang sulit untuk dicerna oleh akal budi. Akan tetapi, cerita rakyat Batak Toba ini mengandung hal-hal positif yang dapat kita terima. Dalam tulisan ini, penulis akan menggali makna simbolik di balik cerita rakyat suku Batak Toba, yakni Tungkot Tunggal Panaluan.

Ciri-ciri Tongkat Tunggal Panaluan

Tungkot Tunggal Panaluan sangatlah berbeda dengan tongkat pada umumnya. Tongkat ini memiliki bentuk yang unik. Jika melihat struktur tongkat yang terdiri dari satu orang perempuan, enam orang laki-laki dan beberapa ekor binatang; seperti cicak, ular, anjing, kalajengking, dan lain sebagainya. Dari kisahnya, tongkat ini berasal dari pohon tada-tada (pohon yang dipenuhi duri) yang kemudian diukir sedemikian rupa. Panjang dari tongkat ini sekitar tiga meter yang memiliki ujung yang tebal bagian di atas dan ujung yang runcing di bawah agar dapat ditancapkan ke tanah. Selain itu, bentuk yang unik Tungkot Tunggal Panaluan ini juga memiliki rambut, dimana rambut itu dipercaya oleh masyarakat milik dari wanita.

Pengertian Tungkot Tunggal Panaluan

Secara harafiah Tungkot Tunggal Panaluan ini berasal dari dua kata yaitu Tunggal dan Panaluan. Tunggal memiliki arti satu, sedangkan Panaluan memiliki arti yang mengalahkan. Secara sederhana dapat dterjemahkan sebagai satu di dalam tiga kekuatan, dimana ini memiliki kaitan dengan orang Batak Toba pada kepercayaan masa itu yang mengatakan ada kekuatan tiga dunia di dalam tongkat tersebut.

Akan tetapi, menurut asal usulnya, pengertian dari Tungkot Tunggal Panaluan adalah Tunggal yang berarti satu dan Panaluan yang berarti teladan bagi orang banyak. Jika dua kata tersebut disatukan, maka akan memiliki pengertian adalah satu teladan bagi banyak orang. Dengan demikian, melalui peristiwa itu banyak orang yang mendapatkan pelajaran agar tidak melakukan hubungan terlarang atau hubungan seksual bagi mereka yang satu darah atau yang masih terikat hubungan darah (saudara kandung).

Makna Simbolik

Orang Batak Toba mengenal Tungkot Tunggal Panaluan sebagai tongkat sakti yang memiliki panjang sekitar 150 sampai 200 sentimeter. Tongkat ini diberi ukiran menyerupai manusia dan naga yang merupakan kisah dan legenda masa lalu. Tunggal artinya satu, sementara Panaluan bermakna selalu mengalahkan. Tunggal panaluan mengambarkan hubungan banua toru, banua tonga dan banua ginjang. Tiga wilayah tersebut tergambar dalam pahatan pohon yang disebut sibaran, nasib manusia. Keterkaitan ketiganya yakni mencerminkan kosmologi Batak. Tongkat magis yang hanya dimiliki para datu, sebab tongkat ini dipercaya sebagai tempat bersemayam roh leluhur yang bisa memanggil hujan, menyembuhkan orang dan mengusir wabah penyakit. Bagi mereka yang percaya, tongkat sakti ini diyakini juga dapat mendatangkan berkah, menjaga rumah dan kampung dari serangan musuh.

Tungkot Tunggal Panaluan memiliki nilai-nilai yang berkaitan dengan praksis hidup masyarakat Batak Toba itu sendiri. Nilai-nilai tersebut dapat dilihat dari proses terjadinya Tungkot Tunggal Panaluan yang berhubungan dengan nilai religius dan nilai sosial. Suku Batak Toba selalu mempercayai hal-hal yang mistis dari peristiwa yang pernah terjadi khususnya dalam cerita rakyat Tungkot Tungga Panaluan. Nilai yang terkandung di dalamnya ialah nilai kesopanan dan ketaatan. Kedua nilai ini menjadi keutamaan dalam diri meyangkut kesopanan tindakan yang kita lakukan dan mendengar nasihat dari para leluhur  sebagai bentuk ketaatan kita pada mereka.

Selain itu, kita juga dapat menarik nilai positif bagi kehidupan kita saat ini. Dapat dikatakan bahwa terjadinya Tungkot unggal Panaluan ini berawal dari kurangnya kesadaran untuk melaksanakan hukum-hukum adat istiadat yang berlaku. Dua anak kembar sang raja yang dengan ketidaksadarannya melakukan hubungan terlarang menjadi sebuah malapetaka bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, kita dapat menarik kesimpulan bahwa segala hukum-hukum atau peraturan adat itu harus dilaksanakan dengan baik, karena hukum-hukum tersebut dibuat dengan berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat.***

Florianus Moses Manalu
Frater Tingkat II Keuskupan Padang.
Mahasiswa Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *