Tadeus Eliaki Gea (62) menganggap iman dan semangat kekatolikan nomor satu (number one). “Seorang Katolik mutlak menggereja! Gereja adalah umat Allah dalam Kristus yang dipersatukan Roh Kudus. Keterlibatan menggereja secara ikhlas sebagai bentuk pemberian diri untuk Gereja, Tuhan, dan umat. Saya yakini semua berkat akan ditambahkan Tuhan,” ucapnya.

Suami Hendriwati Lawolo (53) ini pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Bunda Yesus Padang periode 2017-2020. Ia pun pernah tiga periode menjadi pengurus Rayon Santa Elisabet, semasa kepemimpinan P. Agustinus Mujihartono (alm). Eliaki mengaku bukan hal mudah menjalankan tanggung jawab  tersebut. Ia pun punya andil membangun umat Katolik di Stasi St. Stefanus Sungaipisang. Eliaki membantu pastor sebagai juru bahasa dan penerjemah, sebab umat setempat etnis Nias belum begitu pandai berbahasa Indonesia. Anggota DPP Inti ini berkata, “Saya berprinsip bekerja dunia bersifat sementara, bekerja untuk Gereja sampai selama-lamanya. Saya juga harus menghargai diri sendiri, sesama, serta mesti mampu menjadi teladan hidup yang nyata.”

Selain di lingkungan Gereja, ayah dua anak lelaki ini juga menjadi ‘ninik mamak’ di lingkungan adat Nias sejak tahun 1997 hingga sekarang. Keterlibatan menggereja dan memasyarakat tidak luput dari dukungan keluarga Eliaki. Diakuinya, sebagai ‘ninik mamak’ tidak luput dari “warisan” kakeknya – dulu pernah Kepala Pemuka Adat. “Dalam peran dan tanggung jawab yang diberikan, saya tidak meminta-minta jabatan. Oranglah yang menilai dan memilih, serta tidak pernah memengaruhi siapa pun, baik di lingkungan adat maupun Gereja,” tandas salah satu petugas pembagi Komuni ini mengakhiri. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *