“Jangan katakan Aku Masih Muda!” (bdk. Yeremia 1:7). Inilah tema yang digaungkan Panitia Bible Camp yang diadakan di Villa Oma Kim, Lubuk Minturun Padang (12-13/11). Bible Camp diikuti 50 warga OMK Wilayah I-II. Ikut hadir Ketua Seksi Kepemudaan Paroki, Pastor Paroki dan Pastor Rekan St. Fransiskus Assisi Padang.

Pada pembukaan, Ketua Panitia, Joseph Hardinsyah RG mengatakan, “Penyelenggaraan rekoleksi Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah I-II Paroki St. Fransiskus Assisi Padang ini sangat penting dalam rangka pembinaan iman dan moral generasi muda. Kegiatan ini bertujuan menjalin keakraban antar-OMK Wilayah I-II, terbangun karakter diri dalam berorganisasi, mengaktifkan kembali OMK yang lama tidak bergabung dan mengajak warga OMK yang belum bergabung.”

Rangkaian acara berupa pemaparan materi P. Paulus Yohanes Dharmawan Adharius, SX (Biara Xaverian Padang), outbond, ibadat, dan Perayaan Ekaristi. Dalam pemaparan materinya, P. Wawan berfokus pada topik pengembangan diri orang muda, berupa langkah-langkah dan aturan hidup bagi orang muda. “Agar orang muda dapat memaksimalkan potensi yang dimiliknya. Langkah hidup ini misalnya berani bicara, punya kepercyaaan diri, mampu mendengarkan dengan bijak, mengenali potensi diri, mengelola waktu dengan baik, menahan diri dari keluhan, konsistensi diri (kesesuaian kata dan tindakan), dan bersikap sabar,” ungkap P. Wawan.

Pastor Wawan berharap agar dalam tiap materi yang dibagikannya warga OMK fokus pada potensi dan talenta yang dimiliki, serta hal-hal yang ingin dikembangkan orang muda. Ia menambahkan, “Hal ini akan menjadi nilai (value) dalam diri orang muda. Ketika orang muda menyadari nilai-nilai ini, maka orang muda tidak mudah terpengaruh untuk terjerumus pada hal negatif, termasuk pindah keyakinan.”

Selain itu, acara Bible Camp ini berupa ibadat malam, Perayaan Ekaristi di pagi hari, dan aktivitas luar ruangan (outbond). Diminta komentarnya, salah satu peserta, Leo Agung Priyatomo menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, saya bisa bertemu dengan banyak teman baru dan berbaur dengan OMK dari berbagai kalangan. Saya senang peserta dalam kelompok mau bekerjasama dan kompak.  Semoga kegiatan seperti ini bisa berlangsung setiap tahun.” 

Peserta lainnya, Pola Sinabutar menyatakan sangat menyukai kegiatan Bible Camp ini, meski pesertanya hanya dari Wilayah I-II. “Saya menghargai teman OMK yang meluangkan waktu ikut pada kesempatan ini! Kalau memungkinkan, di waktu mendatang, pesertanya diperluas dengan mengikutsertakan OMK St. Laurentius Tabing dan OMK Stasi Kristus Bangkit Pasar Usang,” ucapnya.  

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Seksi Kepemudaan Paroki St. Fransiskus Assisi Padang, Mathias Hardyanto Sujono minta orang muda tidak cepat berputus asa. “Mulailah dari hal-hal kecil namun dengan niat yang sungguh-sungguh. Kelak, warga OMK dapat mengatasi persoalan yang besar. Aktif di OMK menjadi contoh, dari  hal kecil itu menjadi langkah awal terlibat  di tempat atau organisasi lain di masa depan,” kata Mathias. Di penghujung kegiatan, Pastor Paroki, P. Petrus Hardiyanto, SX berharap kebersamaan OMK Wilayah I-II tidak berakhir pada bible camp melainkan tetap terjalin dan aktif di berbagai kegiatan paroki. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *