Pengantar Redaksi:
Pada Rubrik Pojok Keluarga Tabloid GEMA edisi Januari 2023, halaman 19, terdapat tulisan berjudul “Saat Galau Sekolah dan Keluarga”, memuat ungkapan hati nara sumber Dominikus Tasirilegi (33). Beberapa hal diklarifikasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Drs. A. Oreste Sakeru kepada GEMA agar tidak muncul salah pengertian. Selengkapnya …

  • Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai menyampaikan apresiasi/penghargaan terhadap pemberitaan mengenai salah satu guru yang berdedikasi di pelosok terpencil, khususnya di daerah Mongan Teppu, filial SD Negeri 28 Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai.
  • Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, saya pernah berkunjung ke Mongan Teppu bersama dengan Bupati Kepulauan Mentawai periode 2017-2022 (Yudas Sabaggalet, SE, MM), pada tahun 2019. Saat awal masuk ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Memang benar, kondisinya sangat memprihatinkan, terutama pada aspek prasarana dan sarana; termasuk guru/pendidik-pengajar. Kala itu, honor guru/tenaga pendidik dari sekolah induk tidak tetap.
  • Dari kunjungan tersebut, Bupati Yudas -saat itu- memerintahkan saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan untuk berdiskusi dengan Yayasan Prayoga Padang dan dimungkinkan untuk diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, menjadi salah satu filial SD negeri di Sagulubbek.
  • Setelah percakapan dengan pihak Yayasan Prayoga Padang, akhirnya disetujui pengambilalihan tersebut. Sekolah yang ada di Mongan Teppu tersebut kita jadikan filial SD Negeri 28 Sagulubbek, Siberut Barat Daya.
  • Dari kunjungan tersebut, searah dengan instruksi bupati, saya minta bupati menyetujui pengangkatan dua guru setempat sebagai guru kontrak, bersamaan dengan empat tenaga pendidik di SD Negeri 28 Sagulubbek. Mereka punya latar belakang pendidikan SMA.
  • Dari kunjungan tersebut, searah dengan instruksi bupati, saya minta bupati menyetujui pengangkatan dua guru setempat sebagai guru kontrak, bersamaan dengan empat tenaga pendidik di SD Negeri 28 Sagulubbek. Mereka punya latar belakang pendidikan SMA.
  • Kala itu, di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, gaji yang diterima sebagai tenaga kontrak -berlatar belakang tamatan SMA- menerima gaji sebesar satu juta tujuh ratusan ribu Rupiah. Kondisi ini berlangsung selama satu tahun. Namun, ada pihak yang berwenang, yakni Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ‘mengoreksi’ besaran angka gaji tenaga kontrak yang telah berlangsung selama ini. Karena, setelah melihat nomenklatur guru, tidak boleh ada yang berlatar belakang SMA. Kalaupun akhirnya dipakai juga, maka gajinya mesti disesuaikan.
  • Atas dasar itulah, maka Dinas Pendidikan pun melaksanakan aturan tersebut yang berlaku untuk seluruh guru kontrak di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Maka, gaji guru kontrak yang berlatar belakang pendidikan SMA, harus disesuaikan, yakni sebesar Rp 1.250.000. Termasuk besaran gaji yang diterima guru yang baru saja kita angkat, ‘terpaksa’ diturunkan sesuai aturan yang berlaku.
  • Selanjutnya, pada tahun 2022, anggaran gaji, dalam anggaran murni, khusus untuk guru kontrak, dalam Daftar Pengisian Anggaran (DPA) kita hanya dianggarkan sebelas bulan. Setelah dikonfirmasi ke Bagian Keuangan, memang demikianlah adanya, sesuai dengan kesanggupan anggaran kabupaten.
  • Dalam pemikiran kami, kalau hanya sebelas bulan, atau dibayarkan pada Bulan November; ini berarti tidak ada gaji di Bulan Desember. Itu berarti pada Bulan Desember, tentu tidak ada gaji, sementara kebutuhan guru kontrak bertambah, karena mayoritas guru kontrak kita beragama Kristen dan Katolik, tentu mesti dipikirkan kebutuhan di bulan Desember. Akhirnya, kami di Dinas Pendidikan sepakat untuk ambil kebijakan dengan sepengetahuan Bupati, bahwa pembayaran gaji di bulan 9-10 (September-Oktober), dibayar separoh dari Rp 1.250.000. Itulah yang masuk ke rekening bank milik para guru kontrak tersebut pada bulan IX-X.
  • Pada saat pembahasan anggaran dan perubahan tahun 2022, disetujuilah pembayaran anggaran gaji guru tenaga kontrak 12 bulan. Maka, kekurangan tersebut dibayarkan. Alasannya, karena para guru tenaga kontrak memang bekerja selama dua belas bulan setahun, hingga Bulan Desember.
  • Karena sudah mendapat kepastian anggaran, maka kekurangan ‘bayar’ – hanya masuk setengah ke dalam rekening bank para guru kontrak – pada bulan IX tersebut; maka separohnya ditransfer lagi. Digenapkan. Maka, pada tahun 2022, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai dibayarkan gaji kontrak penuh 12 bulan, dengan besaran gaji kontrak bulanan berlatar belakang SMA sebesar Rp 1.250.000.
  • Sebenarnya, mengenai situasi-kondisi ini telah kami sampaikan dan sosialisasikan kepada semua guru kontrak Kabupaten Kepulauan Mentawai; termasuk guru kontrak di Mongan Teppu. Saat Pak Domi datang ke kantor pun, telah saya jelaskan.
  • Berkaitan dengan prasarana dan sarana pendukung di sekolah tersebut (Mongan Teppu), misalnya mobiler sekolah, memang sangat memprihatinkan. Saya dua kali berkunjung ke daerah tersebut. Saat berkunjung ke SD Negeri 28 Sagulubbek, saya lihat ada cukup banyak kelebihan bangku dan meja, akhirnya disepakati untuk dilansir ke filial Mongan Teppu. Telah direalisasi. Memang, belum cukup untuk semua kebutuhan. Mengapa? Karena berlangsung pada pertengahan tahun anggaran. Tidak bisa dan tidak boleh dalam anggaran pemerintah daerah yang bersifat dadakan. Termasuk seragam sekolah peserta didik. Kami terus berupaya mencari jalan dan cara untuk bantu lengkapi. Cari donasi, beli, dan berikan kepada peserta didik melalui Ibu Emilia (Kepala Bidang) – saat itu. Termasuk juga prasarana dan sarana olah raga, kami bantu carikan.
  • Selain itu, kami sedang berjuang untuk membangun fisik sekolah di Mongan Teppu, walau belum teranggarkan pada tahun 2023. Namun, dipastikan, pada tahun 2024, akan dibangun. Mengapa demikian? Karena ada kebingungan bagi kami: apakah bakal dibangun lengkap pada lokasi yang ada sekarang ini? Atau, di satu lokasi alternatif – karena masyarakat setempat ada menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah baru. Sebab itu, saya minta kepala desa, kepala dusun, dan masyarakat setempat untuk menetapkan lokasi pasti sekolah yang bakal dibangun. Sebab, kalau tidak pasti lokasinya, dana yang telah digunakan untuk pembangunan sekolah jadi mubazir. Lokasi pertama adalah lokasi yang selama ini digunakan tempat belajar-mengajar. Namun, lokasi ini kecil dan terbatas. Bila dilengkapi, lahannya tidak memadai. Lokasi kedua, cukup luas tetapi murid mesti menyeberangi sungai. Tentang lokasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), diperkirakan tiga lokal, Dinas Pendidikan menunggu kepastian dari pemerintah desa, dusun, dan masyarakat setempat. Sementara lokal yang lama, direhabilitasi. Semuanya dipastikan pada tahun 2024.
  • Apa rancangan pada tahun 2023 untuk daerah Mongan Teppu? Kita (Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai) mengefektifkan untuk penyaluran aliran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sesuai dengan jumlah peserta didik yang ada. Dana BOS ada pada ‘sekolah induk’, SD Negeri 28 Sagulubbek. Kami minta kepala sekolah setempat untuk menyalurkan hak – dana BOS – untuk 40 peserta didik yang ada di Mongan Teppu yang dapat digunakan untuk memperbaiki prasaran dan sarana; termasuk untuk kesejahteraan gurunya – yang diangkat oleh kepala sekolah. Dananya berasal dari BOS. (***/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *