Komunitas Sant Egidio (KSE) Padang memprakarsai Makan Siang Natal 2022 di Aula Seminari Maria Nirmala Padang, Minggu (25/12), diikuti 200 peserta. Bapa Uskup Vitus Rubianto Solichin, SX hadir pada kesempatan ini. Dari pantauan GEMA, tampak juga sejumlah Sahabat Jalanan, murid Sekolah Damai Kampung Nias – Parak Rumbio, murid Sekolah Damai Bukit Karan, dan perwakilan penghuni Wisma Cinta Kasih St. Agatha Padang.

“Makan siang bersama kali ini (2022) boleh dibilang makan siang berama yang terbesar diselenggarakan KSE Padang. Biasanya, kami melayani para oma-opa lanjut usia; sekarang, kami juga mengundang Sahabat Jalanan, murid Sekolah Damai Kampung Nias, dan murid Sekolah Damai Bukit Karan Padang – yang telah dilayani tiga puluh tahun terakhir. Kami mengumpulkan orang-orang yang dilayani KSE Padang selama ini pada satu kesempatan bersama. Makan Siang Natal telah sepuluh tahun terakhir kami selenggarakan,” ungkap Koordinator KSE Padang, Nelly.

Nelly melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan dua bulan sebelum hari penyelenggaraan dengan menyertakan 140 orang yang dilayani KSE Padang selama ini serta 60 relawan (volunteers) – termasuk sejumlah anggota Wanita Katolik RI Cabang Katedral Padang. “Kami berharap teman-teman yang dilayani selama ini merasa tidak dibedakan, meski berbeda agama/keyakinan dan etnis. Kita adalah satu (saat) duduk di meja makan; yakni makan bersama dalam kegembiraan dan sukacita Natal. Kita belajar mengasihi dan mencintai, serta berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi sesama,” ucap Nelly.

Sementara itu, Bapa Uskup Vitus dalam sambutan permulaan acara dan wawancara menyatakan gembira atas momen kebersamaan ini. “Terlihat semua berbaur jadi satu di tempat ini, Aula Seminari Maria Nirmala. Kita tidak lagi memandang asal-muasal saat duduk di meja makan yang sama. Saya sungguh terharu dengan peristiwa seperti ini. Selaku penyelenggara, KSE Padang terlihat sungguh telaten menyiapkan kegiatan, termasuk detil hadiah bingkisan bagi peserta. Yang datang pun, saya lihat, menyiapkan diri hadir ke tempat ini. Pertanyaannya, siapa sebenarnya yang disambut kalau bukan Tuhan yang justru menjamu mereka,” ucap Uskup Vitus.

Kehadiran sejumlah orang yang dilayani KSE Padang merupakan pertanda anggota komunitas menjadi ‘satu keluarga’ yang dilayani, bukan hanya oma-opa atau lanjut usia (lansia) melainkan juga anak-anak serta mereka yang berada di jalanan. “Mereka tidak dipanggil dengan istilah gelandangan, melainkan sahabat. Bahkan, di meja makan-meja makan, di tempat masing-masing tercantum nama mereka. Dalam keluarga, pastilah mengenal nama anggotanya. Selain itu, mereka pun mendapat hadiah/bingkisan yang diimpikan. Makan Siang Natal telah dilaksanakan sejak empat puluh tahun silam, saat Komunitas Sant Egidio hadir/terbentuk di Kota Roma, Italia. Makan Siang Natal menjadi bentuk nyata perayaan sukacita. Tuhan yang mengundang kita untuk makan bersama dan menikmati kegembiraan bersama pula. Tuhan ingin kita hidup dengan rukun dan damai. Maka, kita pun berbagi bersama dalam pelayanan makan bersama ini untuk menyambut sukacita yang diberikan Tuhan,” kata Uskup Vitus.

Acara Makan Siang Natal 2022 diisi dengan berbagai kegiatan sumbangan acara dari murid serta orangtua murid Sekolah Damai Kampung Nias-Parak Rumbio, Sekolah Damai Bukit Karan, Sahabat Jalanan, dan perwakilan penghuni Wisma Cinta Kasih/WCK St. Agatha. Terlihat sumbangan acara berupa lagu dan tarian/joget bersama. Saat dihubungi GEMA, Ibu Ar (54) dari daerah Pasar Gadang mengaku gembira diajak salah satu anggota KSE Padang. Baginya, ini kesempatan pertama diajak Makan Siang Natal. Hal senada diungkap Asmawati, orangtua salah satu murid Sekolah Damai Kampung Nias-Parak Rumbio, “Saya sangat senang. Barulah pertama kali ini kami mengikuti makan bersama seperti ini. Sebagai warga masyarakat yang punya anak ikut Sekolah Damai, Kampung Nias bisa bergembira bersama.”

Asmawati mengisahkan kegiatan Sekolah Damai yang diikuti anaknya. “Anak-anak belajar membaca, menulis, berhitung (calistung). Juga ada pendampingan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Lain waktu, murid Sekolah Damai belajar bernyanyi dan menari bersama. Murid Sekolah Damai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Terdapat 30-an murid di Sekolah Damai Kampung Nias-Parak Rumbio,” ungkapnya.

Sementara itu, ujaran senada diungkap salah satu utusan dari Sekolah Damai Bukit Karan, Elisabeth Zebua, “Terdapat 20-an murid Sekolah Damai Bukit Karan. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Minggu, pukul sepuluh pagi, berupa pendampingan belajar bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar mata pelajaran di sekolah formal, dari TK hingga SMP. Saat diajak hadir pada Makan Siang Natal ini, kami bersukacita, bahagia, dan bersyukur. Kami dipedulikan! Ini juga kesempatan bagi kami berjumpa dengan murid Sekolah Damai Kampung Nias-Parak Rumbio.”

Usai santap siang bersama, peserta menyambut kedatangan ‘Sinterklas’ yang bermurah hati membagikan bingkisan untuk peserta. Setelah terbagi semua, sembari mengikuti aba-aba dari Panitia, peserta membuka bungkus bingkisan. GEMA melihat banyak ragam ‘isi’ bungkusan hadiah Sinterklas. Sebelum kembali ke tempatnya masing-masing, peserta mendapat ‘tas hadiah’ (goodie-bag). Kegiatan makan siang belum berakhir. Anggota KSE Padang dan relawan menuju Wisma Cinta Kasih St. Agatha untuk membagikan bingkisan bagi para penghuni. Bapa Uskup Vitus – yang menjadi ‘Sinterklas dadakan’ – menyerahkan bingkisan. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *