Kabar duka menyelimuti umat Katolik seluruh dunia selepas Paus Emeritus Benediktus XVI meninggal dunia, Sabtu (31/12/2022), pukul 09.34 waktu setempat. Berita duka disampaikan Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni, “”Dengan kesedihan, saya menginformasikan kepada Anda, bahwa Paus Emeritus, Benediktus XVI, meninggal dunia hari ini pukul 09.34 di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan.”

Dilansir dari BBC, Paus Benediktus mengembuskan napas terakhirnya pada usia 95 tahun di Biara Mater Ecclesia, Vatikan. Kabar meninggalnya Paus Benediktus berembus setelah kesehatannya selama beberapa hari belakangan menurun. Paus Fransiskus sempat mengajak umat Katolik mendoakan Paus Benediktus yang kondisinya makin mengkhawatirkan.

Berikut profil Benediktus, Paus pertama dalam Gereja Katolik yang mengundurkan diri dari Takhta Suci dalam kurun waktu enam ratus tahun terakhir. Paus Emeritus kelahiran sebuah kota kecil di Bavaria (selatan Jerman) pada 16 April 1927 ini bernama asli Joseph Ratzinger. Dikutip dari situs resmi Vatikan, ia berasal dari ayah yang berprofesi sebagai polisi dan keluarganya adalah petani tradisional. Paus Benediktus sempat menghabiskan masa mudanya di sebuah kota kecil, bernama Traunstein, yang terletak di perbatasan Austria.

Perjalanan spiritualnya berawal dari kehidupan getir di bawah rezim Nazi. Ketika Hitler berkuasa, ia pernah melihat pastor di parokinya dipukul oleh pasukan tersebut sebelum Misa Kudus dirayakan. Ia juga menyadari munculnya perselisihan yang sengit terhadap Gereja Katolik pada saat itu di Jerman. Namun, Ratzinger muda sempat bergabung dengan divisi tambahan antipesawat sebelum Perang Dunia II berakhir.
Perjalanan spiritual Paus Benediktus dimulai saat ia belajar teologi dan filsafat di Universitas Munich dan sekolah tinggi di Freising (1946-1951). Ia ditahbiskan sebagai imam di Katedral Freising pada 29 Juni 1951. Penahbisan ini berlanjut dengan peraihan gelar doktor di bidang teologi. Ia menulis tesis berjudul “The People and House of God in St Augustine’s doctrine of the Church”.

Empat tahun setelahnya, Pastor Ratzinger memperoleh gelar sebagai professor. Ia mulai mengajar teologi fundamental dan dogma. Tempat mengajarnya berada di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Freising. Setelah itu, ia pindah ke Bonn (1950-1969), Münster (1963-1966), dan Tübingen (1966 dan 1969). Di Universitas Regensburg-lah, ia ditempatkan sebagai profesor di bidang teologi dogmatis dan sejarah dogma (1969).  Di universitas ini, Pastor Ratzinger juga menjadi dekan dan wakil rektor. Posisinya berlanjut sebagai Kepala Penasihat Teologis untuk Uskup Agung Cologne, Kardinal Josef Frings. Posisi itu membuatnya hadir selama empat sesi di Konsili Vatikan II (1962-1965).

Pada 24 Maret 1977, ia diangkat menjadi Uskup Agung München dan Freising oleh Paus Paulus VI. Ia diangkat dan diperkenalkan sebagai Kardinal oleh Paus Paulus VI dalam Konsistori tanggal 27 Juni 1977. Selanjutnya, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Kardinal Ratzinger sebagai Prefek Kongregasi Ajaran Iman pada 25 November 1981. Setahun kemudian, posisi sebagai Uskup Agung Munich dan Freising ditinggalkannya. Kursi Takhta Suci Vatikan semakin dekat dengan dirinya tatkala diangkat sebagai Wakil Dekan dari Kolese Kardinal pada tanggal 30 November 2002.

Joseph Ratzinger diangkat sebagai Paus ke-265 pada 19 April 2005 menggantikan Yohanes Paulus II. Setelah konklaf (sidang pemilihan Paus yang baru) digelar, ia memilih nama Benediktus XVI. Pada Januari 2006, Paus Benediktus XVI menerbitkan ensiklik pertamanya “Allah adalah Kasih”. Selanjutnya ensiklik “Diselamatkan Oleh Harapan” pada November 2007 dan ensiklik “Amal dalam Kebenaran” (Juli 2009).

Pada 11 Februari 2013, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai pemimpin umat Katolik di dunia yang mulai berlaku pada 28 Februari 2013 lantaran kondisi kesehatannya terus memburuk. Ia menjadi paus pertama dalam rentang waktu enam ratus tahun yang mengundurkan diri. Ia menjadi Paus Emeritus.

Pada 5 januari 2023 pukul 09.30 waktu setempat – atau pukul 15.30 WIB telah berlangsung Misa pemakaman Paus Emeritus Benediktus XVI yang dipimpin  oleh Paus Fransiskus dan disiarkan secara langsung(live) melalui kanal youtube VaticanNews-English.

Pemakaman Paus Emeritus Benediktus XVI berlangsung sederhana meski diikuti puluhan ribu pelayat yang memadati Lapangan Santo Petrus Vatikan.  Pemakaman dipimpin Paus Fransiskus dan menjadi pemakaman mantan paus yang pertama kali dipimpin oleh penerusnya. Meski banyak pelayat, namun pemakaman paus emeritus tersebut termasuk sederhana, sesuai dengan permintaannya. Menurut juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, diperkirakan lima puluh ribuan orang menghadiri pemakaman tersebut. Jumlah ini jelas lebih sedikit ketimbang pemakaman pendahulunya (Paus Yohanes Paulus II) yang dihadiri sekitar satu juta pelayat. (kompas.com/Reuters/AFP/kompas.tv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *