Paroki St. Barbara Sawahlunto terdiri dari tujuh stasi yang terletak pada lima kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Tujuh stasi tersebut yakni Stasi St. Petrus Solok (sejak tahun 1968), Stasi St. Stefanus Sungai Tambang (1969), Stasi St. Paulus Sungai Rumbai (1984), Stasi St. Stefanus Sijunjung (1988), Stasi St. Anastasia Sikabau (2013), Stasi St. Yohanes Pembaptis PT. Andalas Wahana Berjaya (AWB) – baru terbentuk tahun 2021.

Sementara itu, para pastor yang pernah berkarya di Paroki Sawahlunto adalah P. Mario Boggiani, SX (alm), P. Aniceto Morini, SX (alm), P. Pasquale Ferraro, SX (alm), P. Philips Rusihan Sakti, Pr, P. Frelly Pasaribu, Pr, dan P. Fransiskus Aliandu, Pr yang sedang berkarya dan melayani.

Berdasarkan catatan statistik pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah umat di paroki ini sebanyak 275 keluarga (atau 1.009 orang). Mayoritas umat Katolik di paroki adalah Suku Batak (sekitar 80 persen). Parokus, P. Kus mengungkap,  lewat tambang batubara benih iman Katolik tumbuh dan berkembang di Sawahlunto. Iman yang tumbuh melalui para pekerja atau karyawan yang membaktikan diri di Tambang Batubara Ombilin (TBO), serta mereka yang juga  memiliki kaitan erat dengan batubara. “Merekalah yang pertama – seperti umat saat ini – yang berkumpul sehati sejiwa layaknya Jemaat Perdana. Karena keberadaan umat perdana inilah, maka para pastor bisa datang dari Padang menuju Sawahlunto,” Kata Pastor Kus.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *