SELALU DEKAT DENGAN ALLAH

Hari Minggu Prapaskah I (26 Februari 2023)
Kej. 2:7-9:3, 1-7; Mzm. 51:3-4, 5-6a, 12-13, 14,17;
Rm. 5:12-19 (Panjang) atau Rm. 5:12, 17-19 (Singkat)
Mat. 4:1-11

PERUT LAPAR bisa membuat seseorang gelap mata. Perut lapar bisa membuat seseorang mengambil jalan pintas. Urusan perut bisa membuat seseorang melakukan perbuatan apa saja. Ekonomi sulit bisa membuat seseorang melakukan tindakan melanggar hukum tidak peduli dengan resiko yang ditanggungnya. Kondisi sulit kadang membuat seseorang mudah tergoda, untuk melakukan tindakan yang melanggar norma dan hukum. Dalam kondisi sulit seseorang mudah tergoda oleh bujuk rayu yang bahkan menyesatkan sehingga jatuh ke dalam dosa. Filosofi Jawa mengajarkan agar manusia dalam hidupnya memegang prinsip eling (ingat). Masyarakat selalu ingat akan segala tindakan yang dilakukan. Selalu ingat dan ingat Tuhan! 

Akar dosa adalah ketidaksetiaan. Manusia gagal menaati kehendak dan firman Allah untuk selalu bersama-Nya. Manusia yang hidup dari nafas-Nya dan dibentuk menurut gambar dan citra-Nya dengan sadar dan bebas memilih untuk mengingkari Allah. Akibat dosa adalah maut. Kematian akan langsung terjadi pada saat manusia melanggar firman-Nya, namun kasih kerahiman Allah jauh lebih besar daripada maut. Sabda kerahiman Allah adalah satu-satunya sumber hidup dan harapan para pendosa.

Sabda kerahiman Allah yang menjelma dalam diri Yesus Kristus mengajarkan cara ampuh melawan godaan dosa, yakni setia pada Allah dan berpegang teguh pada Sabda-Nya. Yesus menangkis godaan setan dengan mengutip Sabda Allah: “Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”.

Hari ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk mementingkan Allah di atas segalanya. Tuhan Yesus juga mengalami godaan setan, tetapi kedekatan dan ketaatan-Nya dengan Allah Bapa membuat-Nya mampu mengatasi dan melawan godaan itu. Yesus setia sampai akhir dan tidak jatuh dalam godaan dan perangkap iblis. Yesus telah menjadi wakil manusia dalam membayar utang  dosa Adam, yaitu ketidaktaatan yang dilunasi dengan ketaatan mutlak, hingga mengorbankan jiwa san raga-Nya. Yesus adalah contoh sekaligus kekuatan yang mendorong manusia untuk melakukan kehendak  Allah dan menjauhkan diri dari godaan setan. Karena kedekatan dan ketaatan-Nya kepada Allah, Yesus mengalahkan godaan setan. Demikian pula kita, kalau dekat dengan Allah tidak akan melakukan jalan pintas, mampu menolak iming-iming yang menyesatkan sekalipun salam kondisi terjepit dan sulit. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *