PADANGBARU – “Terima kasih telah membawa Salib Kristus. Kami percaya bahwa selama Salib Pra Indonesian Youth Day (IYD) III 2023 Kevikepan St. Petrus Sumbar-Rinci berada di Paroki Keluarga Kudus Pasaman, Yesus berjalan dan berkeliling mengunjungi stasi-stasi di paroki dan berbuat kebaikan. Kini saatnya Kristus berkunjung ke Paroki kami untuk menyapa orang muda di stasi dan rayon,” kata Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru, RP. Petrus Hardiyanto, SX, Sabtu (21/1) sore.

Hal tersebut disampaikan parokus saat menyambut kedatangan utusan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat di depan Gedung St. Thomas, Kompleks Paroki. Kedatangan rombongan OMK Pasaman Barat disambut tarian khas etnis Batak, tortor. Usai kata sambutan, RP. Petrus menerima bendera-bendera yang dibawa rombongan OMK Paroki Pasaman Barat. Serah terima salib Pra-IYD III 2023 berlangsung dalam Perayaan Ekaristi yang diikuti warga OMK dua paroki (Paroki Keluarga Kudus Pasaman dan Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru).  

Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan Parokus bersama Ketua Komisi Kepemudaan dan Panggilan Keuskupan Padang (RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX) dan Diakon Marudut Xaverius Nainggolan, Pr – yang berkarya di Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat. Perayaan Ekaristi spesial untuk momen Kirab Salib Pra-IYD III 2023. Dalam homili, RP. Petrus berkata, “Mungkin, perjalanan salib ini dianggap merupakan hal sederhana dan sepintas lalu saja di paroki, stasi, dan rayon. Namun, mungkin, Salib Pra-IYD III 2023 ini akan menyentuh dan menghampiri seseorang, tatkala salib ini di paroki, stasi, rayon, dan aneka kegiatan serta doa diadakan. Mungkin, ada di antara anak muda tersentuh dan terpanggil menjadi biarawan-biarawati atau seseorang yang mau mengembangkan komunitas OMK dan rayon-rayon.”

Kepada kaum muda, Romo Petrus berpesan agar orang muda berakar kuat. Menurutnya, sekarang ini yang diperlukan adalah orang muda berakar kuat dalam hal iman, budaya serta dirinya sendiri. Dengan begitu, ketika orang muda yang berakar sehat ini pada akhirnya juga akan bertunas dan berbunga dengan sehat. Namun, jika tanpa akar yang kuat dan sehat maka tidak mungkin akan berbunga dan bertunas. “Di paroki ini diadakan misa inkulturasi. Misa ini mengingatkan umat khususnya orang muda akan akar budayanya (Tionghoa, Jawa, Batak, Nias, Flores, Mentawai, dll). Hal ini sangat penting karena banyak orang muda tidak memiliki akar. jika tidak memiliki akar yang dalam dan sehat maka orang muda akan terombang ambing dan tidak jelas,” ucap Romo Petrus.

Dalam Perayaan Ekaristi juga berlangsung serah-terima Salib Pra-IYD III 2023, dari OMK Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat (diwakili Yosua Desky Ageng Setiawan) kepada OMK Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru (diwakili Seksi Kepemudaan DPP – Dendi Sujono). Dari pintu masuk gereja, Yosua mengantarkan Salib ini kepada Dendi yang telah menanti di depan altar bersama RP.  Petrus, RP. Alfons, dan Diakon Marudut. Setelah itu, umat mendoakan “Doa Indonesian Youth Day” serta menyanyikan lagu “Gerakan Hati”. Salib Pra-IYD III Kevikepan mengeliling umat saat itu.

Usai Perayaan Ekaristi berlangsung acara ramah-tamah yang semakin mengakrabkan OMK dua paroki lewat aneka gerak lagu dan permainan kelompok. Selain itu, anggota rombongan OMK Paroki Pasaman Barat membagikan pengalamannya selama Salib Pra-IYD III 2023 berada di parokinya. Perwakilan OMK Pasaman Barat, Cahya Saputri Zebua mengungkap bahwa Salib Pra-IYD III 2023 telah mengunjungi beberapa stasi dari 13 stasi yang ada; yaitu Stasi St. Yohanes Pemandi Ophir, Stasi St. Maria Diangkat ke Surga Kinali, Stasi St. Lusia Lisieux, Stasi Maria Bunda Para Bangsa. “Memang, tidak semua stasi dapat dikunjungi salib ini. Tentu saja, kalau ada kesempatan sama, selaku warga OMK Paroki Pasaman Barat, kami berharap salib ini dapat berkunjung ke stasi lainnya,” ungkap Putri.

Dalam sambutannya, selaku pendamping OMK Paroki Pasaman Barat, Diakon Marudut Xaverius Nainggolan, Pr., mengatakan, “Prosesi kirab salib itu bukan hanya serah-terima, memberi-menerima salib! Melainkan juga ada dinamika yang selalu dilaksanakan selama salib ada di tempat itu. Semoga OMK Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat bisa merasakan energi kebersamaan di sini, serta semangat dan sukacita OMK Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru.”

Selama dua minggu (21/1–4/2), Salib Pra-IYD III 2023 Kevikepan ‘berdiam’ di Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru. Selama waktu tersebut, Salib ‘mengunjungi’ Stasi Kristus Bangkit Pasar Usang, Wilayah I & II, dan Stasi St. Ambrosius Tabing. Selanjutnya, salib yang sama ‘berdiam’ di Paroki Katedral St. Theresia dari kanak-Kanak Yesus Padang mulai 4 Februari 2023. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *