“Melaksanakan tugas pelayanan di gereja bukan untuk mencari jabatan, melainkan pelayanan pada Tuhan dan sesama,” tandas Ketua Stasi Kristus Bangkit Pasarusang, Paroki St. Fransiskus Assisi Padang, Fransiskus Ramses Mandalahi (62).  Ia terpilih sebagai ketua stasi periode 2020-2023. Prodiakon di gereja Stasi Pasarusang ini menyatakan menjadi pengurus berarti sebagai pelayan.

Sebelum terpilih sebagai ketua stasi, pria tamatan SMP Negeri 1 Kisaran Sumatera Utara (1976) ini juga dipercaya sebagai Ketua Rayon St. Mikael Pariaman periode 2003-2006. Padahal, saat itu, dirinya baru saja dibaptis sebagai penganut Katolik (1998), tatkala telah berstatus sebagai ayah dua anak. Ia mengikuti agama istrinya (Feronika Sagala), penganut Katolik. Tidak lama setelah dibaptis, Ramses menerima Sakramen Krisma (2002). Sebelumnya, Ramses adalah umat satu denominasi Gereja Protestan. Lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara, 12 Juni 1960 ini memang berasal dari keluarga Protestan. Saat usia 19 tahun, Ramses remaja bersama orangtuanya merantau ke Kota Pariaman (1979).

Ayah enam anak ini mengaku beroleh banyak pengalaman sebagai ketua rayon, ketua stasi (2020-2023), dan tiga periode atau sembilan tahun sebagai prodiakon (2015-2024). “Saya merasa terberkati dalam melaksanakan tugas kegerejaan yang dipercayakan.  Saya merasa lebih dekat pada keluarga dan sesama. Momen paling berkesan saat melayani orang sakit. Saya dapat merasakan penderitaan orang tersebut, sekaligus merasa ambil bagian meringankan penderitaannya. Makna lain, saya belajar semakin menghargai pendapat orang lain, menjalankan tugas dengan sportif,” ungkapnya.  

“Selama ini, isteri sangat mendukung pelayanan saya di gereja. Namun, isteri juga mengingatkan bahwa usia tidak muda lagi dan mesti jaga kesehatan. Isteri menyarankan saya tidak lagi menjadi pengurus stasi, apalagi jarak tempuh rumah rumah di Kampung Sato Kota Pariaman ke gereja Pasarusang sejauh 40 kilo meter.  Namun saya tetap berkomitmen, jika masih diberikan kepercayaan dan tanggung jawab, saya bersedia dan siap menerimanya. Tugas ini adalah panggilan dari Tuhan, maka saya mesti berjuang melaksanakan segala tugas tersebut,” tandas Ramses. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *