Di kelas III SD, sesudah terima Komuni menjadi Putera Altar, saya menjadi anggota Legio Maria Presidium Yunior Bunga Mawar yang Gaib. Selama bersekolah SMP di Padang, saya aktif menjadi anggota kelompok Oratorium Sukma Indah di bawah bimbingan P. Frans Halim, Pr dan Frater Andre de Veer CMM. Saya juga menjadi anggota Pencinta Alam Fransiskus Asisi (PAFA) hingga kelas I SMA Don Bosco. Bersama keluarga, saya pun pindah ke Jakarta dan bersekolah di SMA Bunda Hati Kudus Grogol Jakarta – sekolah binaan para Suster Putri-putri Bunda Hati Kudus. Setamat SMA, saya  memutuskan masuk Seminari Mertoyudan.  

Dari Mertoyudan, saya masuk Novisiat Serikat Jesus (SJ) di Girisonta. Setelah novisiat dan sebelum kaul, saya keluar dan melanjutkan studi di Atma Jaya Jakarta. Tamat Kuliah S1 Administrasi Niaga, saya bekerja di Bidang Personalia. Sesudah tiga tahun bekerja, saya melamar ke Uskup Padang (Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap.) untuk menjadi calon imam diosesan Keuskupan Padang. Awalnya, saya diminta bekerja satu tahun sebagai Sekretaris Direksi Rumah Sakit Yos Sudarso Padang sembari mengikuti kegiatan pastoral. Saya diizinkan masuk Tahun Rohani dan Filsafat Teologi. Selesai pendidikan, atas permintaan Uskup Padang, saya ditahbiskan Diakon oleh Uskup Agung Medan (Mgr. Pius Datubara OFM Cap.)

Sesudah menjalani masa diakonat tiga bulan di Siberut-Mentawai, saya mengajukan permohonan untuk menjadi pertapa di Pertapaan Trapist Rawaseneng. Setelah lima tahun menjalani hidup rahib, saya meninggalkan Rawaseneng dan bekerja sebagai Manajer Sumber Daya Manusia (HRD Manager) di perusahaan obat Betadine di Jakarta selama enam belas tahun, hingga pensiun pada Oktober 2021. Saya mengajukan permohonan kembali ke Keuskupan Padang kepada Mgr. Vitus Rubianto SX agar bisa menjadi imam diosesan. Permohonan saya dikabulkan dan mulai menjalani masa Diakonat di Paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai dan Paroki St. Petrus dan Paulus Bagansiapiapi. Perjalanan panggilan saya memang panjang dan berliku-liku. Saya percaya kalau Tuhan mau saya siap menjadi alat-Nya. Percaya dan merasakan kasih-Nya, saya siap melayani Dia yang kukasihi dalam gereja-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *