Perut begah adalah sensasi kondisi perut yang terasa penuh, padat, kencang, dan sesak. Beberapa orang mungkin menggambarkan sensasi begah dibarengi dengan rasa perih. Sebenarnya, sensasi begah tidak sama dengan perut kembung akibat retensi air, misalnya setelah kebanyakan minum. Begah umumnya muncul akibat terlalu banyak gas atau sisa makanan yang terperangkap di dalam perut.

Umumnya, perut yang terasa kencang, keras, dan padat dapat disebabkan beberapa hal: Satu, menelan banyak udara. Perut dapat terasa begah akibat tubuh yang menelan banyak udara; misalnya saat Anda makan cepat-cepat, makan sambil mengobrol, atau mengunyah permen karet. Perut memang mengandung gas sendiri yang dihasilkan organ usus. Ini normal asalkan jumlah gasnya tidak banyak. Semakin banyak gas terperangkap, lama-kelamaan perut terasa semakin padat dan kembung. Selain itu, orang-orang yang lanjut usia lebih mungkin menelan lebih banyak udara jika memakai gigi palsu.

Dua, karena makan makanan tertentu – terutama yang sulit dicerna; misalnya kembang kol, brokoli, dan kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat kompleks sehingga lebih lama diolah oleh usus. Selama makanan tersebut mengendap dalam perut, bakteri di usus menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida pemicu kembung. Makan makanan berlemak dalam porsi banyak dapat membuat begah sebab perut Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah lemak daripada jenis makanan lainnya. Mengonsumsi susu, keju, atau es krim yang terbuat dari susu hewani juga dapat menyebabkan kembung. Ini disebut sebagai intoleransi laktosa, ketika tubuh kekurangan enzim (laktase) yang diperlukan untuk mencerna gula susu (laktosa). Begitupun minum minuman berkarbonasi seperti soda atau bir pun dapat membuat perut terasa bergas dan kencang.

Tiga, pertumbuhan bakteri yang berlebihan dalam usus kecil. Namun, kondisi ini bukan seperti infeksi pada umumnya. Bakteri yang berlebihan akan meningkatkan produksi gas dalam usus. Perut jadi begah. Empat, sedang menstruasi. Perut perempuan terasa kencang dan padat dalam beberapa hari menjelang haid dan selama mens masih berlangsung. Gejala PMS ini terjadi akibat perubahan kadar hormon seks progesteron dan estrogen. Sekitar seminggu sebelum menstruasi, kadar hormon progesteron turun untuk memicu rahim meluruhkan sel telurnya agar bisa terjadi perdarahan. Perubahan kadar progesteron dan estrogen menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air dan garam. Sel-sel tubuh menjadi bengkak dengan air, sehingga menyebabkan perasaan begah dan kembung.

Lima, penyebab lainnya: kombinasi gejala gangguan pencernaan (kembung, kram, sakit perut, diare, atau sembelit) yang berlangsung lama. Penyakit radang usus. Peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Contohnya termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.  Penyakit autoimun yang menyerang bagian usus kecil. Gejala penyakit ini yang sering muncul yaitu sembelit, ditandai dengan perut yang terasa padat, keras, dan penuh. Lainnya, sembelit atau susah buang air besar (BAB).  Sisa makanan (feses) yang tidak bisa keluar menyebabkan perut Anda akan terasa keras dan penuh. Atau, gastroparesis atau gangguan pencernaan yang ditandai dengan gerakan makanan yang lambat saat berpindah dari usus kecil ke usus besar. Juga disebabkan kanker pada pencernaan; misalnya kanker usus besar, lambung, dan pankreas. Kanker ovarium juga dapat menimbulkan gejala kembung.

Perut begah juga dapat disertai beberapa gejala: (1) sering sendawa, (2) perut membesar, (3) kentut, dan (4) sakit dan kram perut. Gas yang menumpuk di bagian kanan atas usus besar dapat menyebabkan sakit perut atau kram pada perut. Sementara jika gas justru menumpuk di bagian kiri atas usus besar, rasa sakit atau kramnya dapat menjalar ke dada.

Untuk mendiagnosis penyebab perut begah, dokter menanyakan riwayat kesehatan Anda selama ini, mencari tahu makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi, hingga akhirnya pemeriksaan fisik.

Sebab itu, dokter menyarankan beberapa cara: (1) beraktivitas ringan untuk melancarkan gerak usus. Ketika usus berfungsi lancar memindahkan makanan, gas yang terperangkap dalam perut akan lebih tersalur keluar lewat kentut serta melancarkan frekuensi buang air besar sehingga Anda terhindar dari sembelit. (2) berlatih yoga karena merangsang otot-otot perut bekerja lebih maksimal untuk melepaskan gas berlebih. (3) minum teh peppermint yang bekerja mengendurkan otot-otot usus, sehingga memungkinkan gas dan feses bergerak keluar ke anus lebih lancar. (4) makan makanan berserat; misalnya buah papaya, biji-bijian, makanan dari gandum. Serat bermanfaat memperlancar kerja sistem pencernaan saat mengolah makanan dan melunakkan feses agar tidak sulit dikeluarkan. (5) berendam air hangat guna menghilangkan sensasi perut yang terasa kencang dan penuh. Berendam mengurangi stress tubuh dan pikiran. Kala stress, saluran pencernaan ikut tidak berfungsi dengan baik sehingga proses pengeluaran gas dari dalam tubuh pun terganggu. Namun, bila setelah berbagai upaya masih terasa begah dan tidak nyaman, dokter bakal meresepkan obat berdasarkan kondisi yang mendasarinya. (ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *