Wanita Katolik RI Cabang Katedral Padang menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Pemeriksaan Darah di Aula SMP Maria Padang, Minggu (29/1). Seminar mengusung topik “Gagal Ginjal” disampaikan dr. Alex Chandra, SPD dari RS Yos Sudarso Padang. Kegiatan bakti sosial (baksos) ini diikuti hampir seratus peserta yang berasal dari empat ranting dalam koordinasi Cabang Katedral Padang.

Dalam pemaparannya, dr. Alex mengatakan sejumlah faktor penyebab terjadinya gagal ginjal, baik hal-hal yang dapat diubah (misalnya diabetes tipe 2, hipertensi, konsumsi obat pereda nyeri, radang ginjal, narkoba, dan zat adiktif lainya) maupun tidak dapat diubah (misalnya riwayat keluarga, trauma di daerah abdomen, penyakit tertentu – contohnya lupus, AIDS, hepatitis C). Setelah pemaparan materi, banyak pertanyaan muncul dari peserta seminar. Peserta menanyakan tentang boleh tidaknya terus mengonsumsi obat batu ginjal, laser ginjal, transplantasi atau cangkok ginjal.

Menanggapi pertanyaan peserta, dr. Alex menyatakan obat masih boleh dikonsumsi asalkan obat-obatan tersebut tidak meracuni ginjal. Terkait batu ginjal, ada banyak ragamnya; misalnya batu kalsium diakibatkan seringnya seseorang mengonsumsi oabt-obatan yang mengandung kalsium. Patut disadari, jika batu ginjal terinfeksi akan dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya. Mengenai kemungkinan transplantasi atau cangkok ginjal, boleh saja, tetapi banyak persyaratannya; terutama kondisi pendonor dan penerima cangkok ginjal. “Adakalanya, belum tentu cocok dengan penerimanya. Patut disadari juga bahwa tubuh dengan satu ginjal masih bisa beraktivitas, tetapi banyak risikonya. Begitupun, bila transplantasi dilakukan, tetap harus minum obat di bawah pengawasan dan resep dokter,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Natalia Aylinda Oetama berharap kegiatan seminar dan pemeriksaan darah mendatangkan manfaat bagi peserta. “Semoga lewat seminar gagal ginjal ini, wawasan dan pemahaman peserta tentang kesehatan semakin bertambah. Kita jadi lebih peduli dan berusaha untuk tetap hidup sehat,” ucapnya. Kepada GEMA, Aylinda menyatakan panitia menggandeng sejumlah pihak dalam kegiatan ini; Akademi Farmasi (Akfar) Prayoga, dr. Yasintha Arif, pengurus dan anggota Wanita Katolik RI empat ranting di Cabang Katedral.

Sementara itu, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Katedral Padang, Paula Lindawati mengungkap syukur atas penyelenggaraan baksos ini. “Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Seksi Pendidikan Dewan Pengurus Cabang/DPC Katedral Padang, bertujuan meningkatkan kualitas dan potensi para anggota Wanita Katolik RI Cabang Katedral Padang dalam pengabdian terhadap keluarga dan masyarkat.

Terhadap penyelenggaraan baksos ini, Ketua Presidium Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah/DPD Sumatera Barat, Teresia menyatakan salut. “Wanita Katolik RI Cabang Katedral Padang merupakan organisasi Wanita Katolik RI tertua di Keuskupan Padang, bahkan lebih tua dari DPD. Meski sudah tua usianya, tetapi masih tetap mampu melahirkan generasi baru di kepengurusan cabang serta mampu menghasilkan karya. Salah satu karya terbaik adalah mampu membangun jejaring dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Teresia berharap karya Wanita Katolik RI DPC Katedral Padang dapat menjadi contoh bagi DPC lainnya untuk menciptakan karya-karya terbaik lainnya. “Kegiatan seminar kesehatan yang diselenggarakan pada kesempatan ini merupakan pendidikan terbaik yang diberikan kepada anggota. Bahkan menjadi program terbaik di bidang pendidikan. Bahkan, DPD menilai DPC Katedral mampu memadukan kegiatan seminar dengan acara Imlek. Kegiatan ini berhasil guna menjalin silaturahmi antaranggota yang beraneka ragam latar etnisnya,” tuturnya mengakhiri. (vincent/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *