Dua ribu tahun yang lalu, telah terjadi sebuah peristiwa besar dalam peradaban hidup manusia. Peristiwa itu memiliki pengaruh yang amat besar bagi manusia dari dulu hingga saat ini. Peristiwa itu ialah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang hingga saat ini masih hanga untuk dibicarakan. Ada banyak perspektif yang meragukan tentang kebangkitan Tuhan Yesus yang ditinjau dari beberapa aspek. Namun, apa pun itu sejatinya kebangkitan Yesus memang memiliki pengaruh yang amat luas baik di kalangan umat Kristen saat itu maupun di kalangan orang-orang yang menolak-Nya.

Umat Kristen sendiri mengimani bahwa Yesus Kristus telah dibangkitkan oleh Bapa dari alam maut. Kebangkitan yang dialami oleh Yesus, membuktikan bahwa Ia telah menang dari kuasa maut dan dosa. Maka kebangkitan Yesus memberikan sebuah keyakinan dan memberi jaminan kepada seluruh umat manusia tentang realitas pengampunan dosa. Kita mengetahui bahwa Allah tidak membiarkan kita manusia berada di dalam belenggu dosa. Oleh karena itu, kisah sengsara, wafat dan bangkitnya Yesus menjadi suatu kerangka penyelamatan manusia dari dosa, sebab Allah sendiri tidak akan membiarkan manusia hanyut dan bahkan hancur oleh karena dosa. Sehingga, menjadi suatu keyakinan yang pasti bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia dan berkuasa atas segala-galanya.

Marilah kita bermenung sejenak, bila Kristus tidak bangkit, maka tidak ada kebangkitan orang beriman dan tidak ada jaminan kemenangan atas dosa. Dasar iman Kristen adalah kebangkitan Yesus Kristus. Agama Kristen dapat bertahan dari segala jenis pengajaran sesat dan penganiayaan sebab didasarkan oleh kebangkitan Yesus Kristus. lman orang Kristen hidup dan tumbuh karena dasarnya ialah orang yang hidup. lman Kristen terjamin serta mempunyai harapan yang pasti karena dasarnya ialah Yesus yang telah mengalahkan maut.

lman Kristen tidak sia-sia sebab yang diimani yaitu Yesus Kristus yang hidup dan memberi keselamatan kepada setiap orang yang percaya. lman Kristen yang didasarkan atas kebangkitan Yesus sesungguhnya tidak sia-sia. Rasul Paulus sendiri berkata, “kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (bdk 1 Korintus 15:13-14). Oleh karena itu, sangat jelas bagi kita semua bahwa melalui kebangkitan Yesus, orang-orang Kristen saat itu memiliki sebuah iman dan pengharapan dan kebangkitan Yesus Kristus juga merupakan dasar iman orang Kristen.

Paskah: Kebangkitan Kita

Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Upah dari dosa tidaklah sukacita atau kebahagiaan, melaikan ilah maut. Tetapi berkat karunia Allah dan kekal dalam Yesus Kristus manusia diupayakan untuk bebas dari maut itu. Melalui kebangkitan yang di alami oleh Yesus Kristus dari antara orang mati, setiap orang yang percaya kepada-Nya diampuni, dibenarkan dan diterima oleh Allah. Kita dibenarkan bukan karena kita telah berbuat yang benar, melainkan dibenarkan di dalam Yesus yang bangkit itu. Di lain pihak, kita pun mendapat suatu jaminan dari Allah melalui peristiwa ini. Kebangkitan Yesus memberi jaminan kepada setiap orang beriman akan dibangkitkan.

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita semua percaya bahwa Yesus sendiri telah mengalami sebuah perjalanan hidup yang sangat luar biasa. Perjalanan hidup Yesus semata-mata bukan karena keinginan-Nya melainkan karena cinta-Nya yang sangat besar kepada kita semua. Ia rela menurunkan harga diri-Nya demi manusia yang sudah kotor oleh dosa. Maka marilah kita merenungkan kembali kehidupan kita yang terkadang tidak menyadari cinta kasih Tuhan yang telah nyata dalam kehidupan kita.

Kita masih saja sering untuk cenderung melakukan hal-hal yang bersifat duniawi daripada bersifat surgawi. Kita masih saja lebih mementingkan diri sendiri daripada mementingkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, melalui kebangkitan Tuhan yang sedang kita rayakan ini hendaknya kita semua ikut bangkit bersama-Nya melawan segala keinginan-keinginan duniawi demi kemuliaan Allah. 

Fr. Florianus Moses Manalu
Calon Imam Keuskupan Padang Tingkat II
berasal dari Stasi St. Fransiskus Assisi Sejahtera, Paroki St. Yosep Duri Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *