Paskah: Membuka Lembaran Baru

HARI SABTU SUCI – VIGILI PASKAH (8 April 2023)
1Kej. 1:1-22; Mzm. 104:1-2a, 5-6, 10, 12, 13-14, 24, 35c
Kej. 22:1-18; Kel. 14:15 – 15:1; Yes. 54:5-14, Yes. 55:1-11;
Bar. 3:9-15, 32-4:4; Kej. 22:1-8; Yeh. 36:16-17a, 18-28;
Rm. 6:3-11; Mat. 28:1-10

BANYAK salah kaprah yang mengatakan bahwa malam ini kita belum mengenang kebangkitan Tuhan Yesus, kita berjaga (vigili) untuk menyongsong kebangkitan-Nya di Minggu pagi. Hal ini tentu sangatlah tidak benar.  Marilah kita runut, peristiwa kejadiannya (kronologi) sejak Tuhan Yesus wafat. Hari Jumat siang (hari pertama) Tuhan Yesus wafat, Jumat malam sudah hari kedua, dan Tuhan Yesus bangkit pada hari ketiga yang dimulai  setelah senja di hari Sabtu.  Perhitungan kalender Yahudi, seperti kebanyakan kalender Timur dimulai dengan terbitnya bulan, bukan terbitnya matahari.

Malam Paskah adalah perayaan iman terbesar dalam kalender liturgi Gereja.  Tradisi Gereja berjaga semalam suntuk dengan penuh suka cita dan syukur mengenang karya penciptaan dan penyelamatan Tuhan dengan berbagai bacaan dari Kitab Suci.  Tidak ada perayaan liturgi lain yang bacaan-bacaannya selengkap dan sebanyak perayaan Malam Paskah.

Kita bersyukur karena kebangkitan Kristus adalah kemenangan atas maut dan dosa. Kebangkitan Kristus menjawab keragu-raguan akan pribadi Tuhan Yesus yang sengsara dan wafat. Umat Allah bersukacita karena kebangkitan Kristus adalah Terang bagi manusia yang dinyatakan dengan cahaya lilin Paskah. Cahaya suci malam ini mengusir kedurhakaan, membersihkan manusia dari dosa, mengembalikan kesucian kepada yang jatuh ke dalam dosa terdalam, menghibur yang berdukacita. Karena itulah, seturut tradisi  Malam Paskah juga menjadi saat pembaptisan dan pembaruan janji baptis yang dimulai dengan Litani Para Kudus. Janji baptis inilah yang mengikatkan manusia yang percaya kepada Allah untuk setia dan taat pada jalan yang diajarkan Tuhan Yesus yang sengsara, wafat dan bangkit untuk menebus manusia. Malam Paskah adalah bukti nyata bahwa manusia yang hidup dalam kegelapan dosa, beralih kepada terang dan kemenangan. Dengan membarui janji baptis, umat beriman diundang sekali lagi untuk menjadi ciptaan baru atau manusia baru yang selalu menyadari kebaikan dan kemahakuasaan Allah, Sang Pencipta. Umat beriman juga diingatkan seperti Allah membuat mukjizat keselamatan yang ajaib bagi bangsa Israel di Laut Teberau – telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus melalui perbuatan dan pelayanan-Nya. Umat beriman disadarkan  akan kehadiran Allah dalam hidupnya, seperti dikatakan nabi Yesaya, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat”.

Melalui terang lilin Paskah kita dilantik kembali untuk menjadi terang-terang Kristus yang memancarkan harapan, cinta, dan kebaikan bagi semua orang yang hidupnya dalam kegelapan dan kesedihan. Dengan percikan air suci, sekali lagi dibersihkan hati dan jiwa kita dari segala dosa dan pelanggaran, supaya siap diutus untuk membersihkan dunia dengan sikap dan perbuatan baik seperti dilakukan Tuhan Yesus.

Paskah senantiasa mengajak kita untuk membuka lembaran baru dalam hidup, walaupun selama ini seperti para murid yang tercerai berai meninggalkan-Nya. Bila kita selama ini seperti para murid, belum mengerti sepenuhnya akan iman Tuhan Yesus yang bangkit; kiranya kebangkitan-Nya membuka mata iman kita untuk mengerti dan semakin mengimani-Nya. Kita diajak kembali pada hidup sehari-hari, namun kini dalam kebersamaan dengan-Nya yang hidup dan berkarya, sehingga hidup dan pribadi kita semakin mulia di hadapan Allah dan sesama. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *