Pada tahun ini (2023), Pekan Suci berlangsung tanggal 2-8 April. Pekan Suci adalah satu pekan sejak Minggu Palma hingga Sabtu Suci yang kemudian diikuti hari Paskah, selalu jatuh pada hari Minggu. Istilah “Pekan Suci” lebih umum digunakan daripada “Minggu Suci“, karena ada kerancuan antara “minggu” sebagai pekan dan “minggu” sebagai hari (sedangkan yang dimaksud di sini adalah “pekan“, bukan hari Minggu). Pekan Suci adalah salah satu cara umat Katolik dalam mengingat kembali yang telah dialami Tuhan Yesus selama di dunia.

Pekan Suci dalam Gereja Ritus Barat terdiri atas beberapa peristiwa. Minggu Palma (Minggu Sengsara) – awal Pekan Suci, peringatan masuknya Yesus ke Yerusalem. Misa mencakup pembacaan kisah penderitaan – kisah penangkapan Yesus, penderitaan dan kematiannya. Gereja merayakan masuknya Kristus ke Yerusalem untuk menggenapi misteri paskahnya, ketika menurut Kitab-kitab Injil Yesus dengan rendah hati mengendarai seekor keledai masuk ke Yerusalem. Hal ini mengingatkan akan prosesi kemenangan Daud dan rakyat meletakkan daun-daun palma di tanah di hadapannya. Pada hari ini, sebuah prosesi dengan daun-daun palma (atau ranting-ranting pohon berdaun lainnya, misalnya daun zaitun) berlangsung di banyak paroki dan ranting-ranting ini diberkati oleh imam.

Kamis Putih. Hari ini memperingati Perjamuan Terakhir Kristus bersama dua belas muridNya dan pelembagaan Ekaristi. Pada bagian Gloria, semua lonceng gereja dibunyikan.Kemudian lonceng-lonceng itu tidak akan berbunyi lagi hingga Malam Paskah. Berlangsung ritus  pencucian kaki; di sini kaki umat (pada umumnya kaki dari dua belas laki-laki) dibasuh. Siang harinya, uskup merayakan Misa Krisma; di sini mereka memberkati minyak untuk Penguatan, Perminyakan orang sakit dan para Katekumen. (Namun Misa Krisma dapat dialihkan ke hari-hari lain). Hosti yang tidak dibagikan dalam komuni pada Kamis Putih disimpan dan dibagikan pada hari Jumat Agung, ketika Misa tidak dirayakan. Setelah Misa, Sakramen Suci dibawa dalam prosesi ke “altar penyimpanan”. Kemudian segala perhiasan disingkirkan dari semua altar, kecuali dari satu altar.

Jumat Agung. Gereja berduka karena kematian Kristus, menghormati Salib, dan mengagumi kehidupan-Nya atas ketaatan-Nya sampai mati.  Misa tidak dirayakan, Ekaristi tidak dikonsekrasikan. Komuni berlangsung dengan hosti yang tersisa dari Kamis Putih.  Ruangan Gereja dikosongkan dari berbagai benda perhiasan, termasuk kain penutup altar dan lilin-lilin, sebagai tanda penghormatan. Bejana air suci dikosongkan. Pada hari ini, jalan Salib sering kali didoakan di dalam atau di luar gedung Gereja. Perayaan Liturgi Penderitaan Tuhan dilakukan di sore hari. Imam mengenakan jubah merah (atau, menurut kebiasaan sebelumnya, hitam). Bila seorang Uskup memimpin ibadat, ia mengenakan sebuah mitra simplex. Liturgi Jumat Suci terdiri atas tiga bagian: Liturgi Sabda, Penghormatan kepada Salib, dan Komuni Suci.

Sabtu Sunyi (juga dikenal dengan nama Sabtu Hitam). Hari ini dirayakan dalam keadaan sunyi dan dengan doa yang memperingati Kristus yang telah wafat dan berada di dalam kubur. Misa tidak diselenggarakan. Untuk berjaga-jaga apabila ada kematian, hosti Ekaristi yang tersisa dari Liturgi-liturgi dalam dua hari sebelumnya digunakan sebagai viaticum.  Tabernakel dibiarkan kosong dan terbuka. Lampu atau lilin biasanya diletakkan di sebelah Tabernakel yang melambangkan Kehadiran Kristus dipadamkan, dan Hosti disimpan di tempat lain, biasanya di sakristi, dengan lampu atau lilin yang menyala di depannya. Perayaan sakramen-sakramen lain tidak diperkenankan, kecuali Sakramen Tobat. Dalam gereja dapat dipasang gambar Kristus yang sedang berbaring di makam atau Maria yang berduka. Dianjurkan adanya ibadat-ibadat pagi dan bacaan bersama.

Malam/Vigili Paskah. Berlangsung pada malam hari, pada malam menjelang Paskah atau pagi-pagi sekali pada Minggu Paskah.  Kitab Injil mengingatkan kita untuk bersiap-siap dengan pelita kita, berjaga-jaga seperti orang-orang yang menantikan kedatangan kembali Tuhan sehingga bila Ia datang Ia akan menemukan kita terjaga dan akan mempersilakan kita duduk di meja-Nya. Ibadat sepanjang malam diatur dalam empat bagian: (1) ibadat terang/perayaan cahaya dan Exsultet, (2) liturgi sabda – disediakan sembilan bacaan lengkap, (3) liturgi baptisan atau pembaharuan janji baptis, (4) liturgi Ekaristi.

Malam Paskah disebut induk semua vigili (St. Agustinus). Pada malam ini, Gereja berjaga menantikan kebangkitan Kristus. Maka, perayaan Malam Paskah harus diadakan pada malam hari. Karena Malam Paskah puncak dari segala perayaan liturgi Gereja, maka hendaknya diadakan semeriah mungkin dengan segala kemungkinannya dari dekorasi, tata ruang, petugas, umat, koor, simbol lain (lilin), dan sebagainya.

Minggu Paskah. Perayaan Kebangkitan. Pesta terbesar Gereja. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan pada hari Jum’at sore, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati di hari minggu pagi. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan. (ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *