SELALU ADA CAMPUR TANGAN TUHAN

HARI MINGGU PASKAH II (16 April 2023)
Kis 2:42-47; Mzm. 118:2-4, 13-15, 22-24;
1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31

Seorang anak petani tidak percaya bahwa ayahnya telah bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan kesabaran, sang ayah menunjukkan telapak tangannya yang kasar dan mengeras (kapalan) kepada si anak. Telapak tangan sang ayah itu mengeras karena memegang alat pertanian seperti cangkul dan sabit. Si anak pun meraba tangan sang ayah. Si anak pun mengerti dan sadar bahwa ayahnya telah bekerja keras dan berkorban demi menghidupi keluarganya. Tangan kasar dan kapalan  sang ayah juga kesaksian bagi si anak, bahwa hidup adalah perjuangan dan mesti bekerja keras, tidak boleh mudah menyerah apalagi berpangku tangan.

Menarik untuk diperhatikan dari bacaan Injil hari ini. Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya. Tuhan Yesus menunjukkan luka-luka-Nya. Bahkan kepada Tomas menunjukkan seperti dimintanya dan sampai meminta agar Tomas menyentuh luka-luka tersebut. Semua itu dilakukan Tuhan Yesus, agar Tomas percaya. Luka-luka adalah bukti pengorbanan, bukti kasih yang tidak berkesudahan.

Luka-luka Tuhan Yesus menunjukkan pengorban-Nya bagi keselamatan manusia. Luka-luka itu juga menunjukkan solodaritas-Nya dengan suka duka manusia. Lebih dari itu, luka-luka menunjukkan ketaatan Tuhan Yesus kepada Bapa. Dengan menampakkan diri-Nya dan menunjukkan luka-luka-Nya, Tuhan Yesus menunjukkan kemuliaan-Nya. Karena para murid tidak serta merta dan otomatis percaya, maka Tuhan Yesus pun menampakkan diri-Nya secara bertahap. Sekalipun mereka telah melihat kubur kosong, semua para murid tidak langsung percaya.

Tomas salah satu murid yang tidak langsung percaya akan kebangkitan Yesus. Tomas juga tidak percaya bahwa yang ada di hadapanya adalah Yesus, guru dan Tuhannya. Tomas sangat mencintai Yesus, namun ia kehilangan semangat dan menarik diri ketika harus bersama Yesus dalam sengsara dan penyaliban-Nya. Setelah kematian Yesus, Tomas bahkan menarik diri dari kumpulan para murid. Tomas juga meragukan kesaksian para murid lain. Ketika Tomas akhirnya memiliki keberanian untuk bergabung kembali dengan para murid, Tuhan Yesus menemuinya. Yesus ingin meyakinkan Tomas. Dengan melihat Tuhan Yesus, gurunya Tomas percaya.

Kita sering seperti Tomas. Tidak percaya kepada Tuhan kalau belum melihat bukti. Tuhan hanya bisa dilihat dengan kaca mata iman. Namun panca indera kita sesungguhnya bisa merasakan kehadiran Tuhan. Butuh sikap rendah hati dan penuh iman untuk bisa merasakan Tuhan hadir. Tanpa sikap rendah hati, akan membuat seseorang sombong, seolah-olah semua hal yang mereka alami dan dapatkan semata-mata karena kemampuan diri. Namun sesungguhnya, di balik semua itu ada campur tangan Tuhan. Hanya iman yang bisa merasakan bahwa segala hal yang terjadi di dalam kehidupan tidak pernah lepas karena campur tangan Tuhan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *