“Putera-Puteri Altar (PPA) adalah orang yang terpanggil melayani pastor dalam Perayaan Ekaristi. Tugas ini mulia karena PPA semakin dekat dengan Yesus,” ucap P. Antonius Sutatno, SX di awal Rekoleksi PPA Paroki St. Fidelis A. Sigmarinda Payakumbuh di Aula Pastoran, Sabtu (25/2).

Rekoleksi bertemakan “Menjadi Pelayan Yang Setia” diikuti 29 peserta. Penyelenggaraan rekoleksi terdiri dua sesi. Materi diberikan P. Sutatno membicarakan kupasan melayani Tuhan dalam panggilan PPA, sejarah dan tugas PPA, Tata Perayaan Ekaristi, dan Dasar Pelayanan PPA. P. Tatno mengajak anggota PPA untuk memiliki semangat pelayanan yang tinggi dan setia dalam pelayanan. “Maka, dibutuhkan semangat pengorbanan, rela membantu, jujur dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” kata P. Tanto lagi.

Sementara itu, Pastor Paroki Payakumbuh, P. Franco Qualizza, SX berharap seusai rekoleksi peserta PPA semakin setia melayani. “Dengan demikian, PPA semakin dilihat dekat dengan Tuhan serta menjadi berkat bagi banyak orang. Saya berterimakasih kepada peserta dan Pembina PPA yang senantiasa membantu pelayanan di paroki,” kata P. Franco.

Rekoleksi diadakan Tim Pembina PPA yang berada dalam koordinasi Tim Liturgi Paroki. Tatkala dihubungi GEMA, salah satu Pembina PPA Paroki Payakumbuh, Sr. Luciani, OSF menyebutkan latar belakang penyelenggaraan rekoleksi, “Akhir-akhir ini terlihat semangat anak dan remaja yang tergabung dalam PPA semakin merosot. Terlihat adanya anak-anak yang kerap datang terlambat, tidak tepat waktu saat giliran tugas. Ada pula yang tidak datang kala bertugas tanpa adanya pemberitahuan. Pembina berinisiatif menyelenggarakan rekoleksi ini. Syukurlah berlangsung lancar. Semoga setelah rekoleksi semakin bertambah pengetahuan PPA seputar altar dan semakin meningkatkan motivasi agar makin setia dalam pelayanan Gereja.”

Sepanjang penyelenggaraan rekoleksi, peserta tampak sangat gembira mengikuti semua rangkaian mata acara yang telah disiapkan. Setiap sesi diselingi gerak dan lagu agar peserta tidak cepat merasa bosan. Selain penyampaian materi/bahan oleh pemateri tunggal (P. Sutatno), juga berlangsung diskusi kelompok.  Jelang akhir rekoleksi, peserta rekoleksi berkesempatan untuk bertanya, menyampaikan kesan dan pesan.

Salah satu peserta, Preasy mengaku rekoleksi ini sungguh bermakna bagi dirinya karena menambah pengetahuannya tentang liturgi serta makin memotivasinya setia melayani Tuhan. Ia mengusulkan kegiatan sejenis tiga-empat bulanan. Peserta lain, Michael mengatakan rekoleksi ini sangat bermanfaat karena menyadarkan dirinya tetap mengikuti dan menjalankan tugas pelayanan sebagai PPA dengan sungguh-sungguh dan hati tulus, serta tanpa ada beban dalam diri. Peserta lainnya, Dora menyatakan rekoleksi ini sebagai sarana introspeksi diri. “Saya semakin sadar Tuhan menyayangi umatnya. Dia tidak pernah meninggalkan umatNya. Saya juga mendapat teman baru dan pelajaran baru lewat rekoleksi ini; misalnya belajar menjadi orang yang lebih terbuka, mampu bekerjasama dan menerima sesama teman apa adanya. Sungguh seru, asyik, tidak membosankan. Pendamping rekoleksi pun baik. Melalui rekoleksi ini, kita semakin kompak dan peduli satu dengan lainnya,” ujarnya. (bud/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *