PEKANBARU – Terhitung mulai 19 Februari 2023, RD. Otto Procesus Hasugian resmi sebagai pastor paroki (parokus) St. Maria A Fatima Pekanbaru. Parokus sebelumnya, RD. Emilius Sakoikoi. Serah-terima jabatan pastor paroki berlangsung dalam Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin di gereja paroki setempat.

Hampir seribuan umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi tersebut menjadi saksi mata serah-terima karya perutusan tersebut. Umat dengan penuh haru dan khidmat menyaksikan serah-terima tersebut. Selain Bapa Uskup, mantan parokus dan parokus baru, tampak hadir RD. Pardomuan Benedictus Manullang, RD. Alexius Sudarmanto, RD. Antonius Konseng sebagai selebran pendamping Perayaan Ekaristi.

Dalam homili, Bapa Uskup Vitus berterima kasih atas banyak hal baik yang telah dilakukan parokus lama (RD. Emilius Sakoikoi) selama tujuh tahun terakhir. “Selamat bertugas kepada RD. Otto Procesus Hasugian dan melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan pastor paroki sebelumnya,” ucap Uskup Vitus.

Informasi yang diperoleh, RD. Emilius melanjutkan karya pelayanan pastoral sebagai Vikaris Episkopal (Vikep) Riau Daratan sekaligus pastor rekan di Paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai. RD. Emilius berdomisili di Dumai. Pastor Emilius Sakoikoi, Pr tetap sebagai pastor moderator dan penasehat rohani bagi sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) serta lembaga Katolik yang ada di Riau dan sekitarnya; misalnya Wanita Katolik RI, Pemuda Katolik, LP3KD Riau, dan Vox Point Indonesia. Sementara itu, sebelumnya, RD. Otto P. Hasugian melayani umat di Paroki St. Maria Auxilium Christianorum Sikabaluan, Mentawai.

Usai Perayaan Ekaristi, umat diajak ikut acara ramah-tamah bertemakan pisah-sambut bagi dua imam ini. Ramah-tamah diawali dengan tarian khas daerah Mentawai oleh anggota Wanita Katolik RI Cabang St. Maria A Fatima Pekanbaru, sembari diiringi lagu berbahasa Mentawai “Tobbou Mentawai”. Ramah-tamah diikuti Bapa Uskup, para pastor, sejumlah suster, dan undangan.

Sementara itu, tatkala dimintai komentarnya, Koordinator Liturgi DPP St. Maria A Fatima Pekanbaru, Jimmy Siahaan menyatakan punya pengalaman membekas dengan parokus terdahulu. “Pastor Emil terbuka dengan masukan, terutama berkaitan liturgi – asalkan sesuai dengan aturan. Selain itu, Pastor tidak pernah memaksakan pendapat dan mengambil keputusan terburu-buru. Pun, tidak ada jarak dengan umat, tentunya sesuai koridor yang ada. Setidaknya hal tersebut dirasakan berdasarkan pengalaman saat Pesparani Nasional II di Kupang-Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepada parokus baru, saya berharap bisa betah bersama umat dan melanjutkan pelayanan pastoral yang telah dilaksanakan selama ini,” ucap Jimmy mengakhiri. (nez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *