BICARA DENGAN HATI

Hari Minggu Paskah VII (21 Mei 2023)
Hari Komunikasi Sosial Sedunia
Kis. 1:12-14; Mzm. 27:1, 4-7-8a;
1Ptr. 4:13-16; Yoh. 17:1-11a

SETIAP tahun Gereja merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia pada hari Minggu Paskah VII. Melalui perayaan ini, kita disadarkan untuk mewartakan nilai-nilai Injil melalui kemajuan sarana teknologi dan media komunikasi modern (bdk. Inter Mirifica 1, 18).  Kesadaran akan pentingnya media komunikasi bagi kehidupan manusia menjadi salah satu topik pembahasan sesi awal Konsili Vatikan II (1963). Paus Paulus VI bersama para bapa konsili melihat pentingnya Gereja melibatkan diri sepenuhnya dengan dunia modern (bdk. Gaudium et Spes 1). Menurut para bapa konsili, kemajuan teknologi dan media komunikasi yang dicapai manusia modern dapat membantu menyegarkan hati, mengembangkan budi, dan menyiarkan serta memantapkan Kerajaan Allah (Inter Mirifica 2). Pembahasan tersebut membuahkan Dekrit Inter Mirifica tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial pada tanggal 4 Desember 1963.

Sejalan dengan Inter Mirifica 18, Paus Paulus VI memulai Hari Komunikasi Sosial Sedunia yang pertama pada tanggal 7 Mei 1967. Dalam pesannya, Paus Paulus VI melihat peluang-peluang komunikasi media positif yang memungkinkan untuk memperkaya kemanusiaan dan sarana menyebarkan pesan Injil, tetapi juga kemungkinan dampaknya negatif dari penyebaran nilai-nilai yang tidak luhur serta berbagai pertentangan bagi manusia (Paus Paulus VI, Message of First World Communication Day, 7 Mei 1967). Gereja mengeluarkan pedoman pastoral tentang komunikasi sosial melalui Instruksi Pastoral Communio et Progressio (23 Mei 1971) dan Aetatis Novae (22 Februari 1992). Lalu, Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial mengeluarkan dokumen Gereja dan Internet sebagai pedoman etis Gereja di zaman internet. Oleh karena itu, Gereja kini memanfaatkan media cetak, film, radio.

Tema Hari Komsos 2023:  “Bicara dengan Hati.“Setelah kita berlatih mendengarkan yang menuntut kita menunggu dan bersabar,   tidak memaksakan sudut pandang kita dengan cara yang merugikan, akhirnya kita dapat masuk dalam dinamika dialog dan saling berbagi, tepatnya berkomunikasi dengan ramah,”ujar Paus dalam pesannya.

Pesan Paus untuk bicara dengan hati ini menanggapi situasi dunia yang begitu kompleks ditandai dengan kekerasan (perang), amarah, ketidakpedulian dan kepalsuan. Menurut Paus, berkomunikasi dengan ramah (bicara dengan hati) berarti kita diminta untuk terlibat dalam ketakutan, harapan dan penderitaan manusia zaman ini dengan menemani dan memberi kasih melalui tutur kata. “Kita sebagai umat Kristiani didesak terus-menerus untuk menjaga lidah dari yang jahat,”ujar Paus.

Dalam pesannya ini pula Paus menampilkan sosok penulis atau pujangga Gereja yang pada tahun ini kita rayakan 400 tahun wafatnya, yakni Santo Fransiskus de Sales. Uskup Jenewa yang meninggal pada 28 Desember 1622 adalah pelindung para komunikator termasuk para wartawan atau  jurnalis. Dia juga pelindung para penyandang disabilitas. Bagi Paus, Fransiskus de Sales merupakan teladan yang tepat dalam berkomunikasi dengan hati. Berbagai tulisan yang pernah dibuat Fransiskus de Sales menginspirasi banyak pihak termasuk salah satunya Santo John Henry Newman yang kagum dengan ungkapan Frans de Sales dan menjadikannya sebagai motto hidup, yakni “cor ad cor loquitur” yang dalam Bahasa Indonesia berarti hati berbicara kepada hati.

Maksudnya, agar dapat bicara dengan baik, cukup dengan mencintai secara baik. Frans meyakini bahwa komunikasi tidak boleh direduksi sehingga yang kita sampaikan sebuah kepalsuan yang saat ini kita sebut sebagai strategi marketing. Komunikasi, bagi Frans merupakan cerminan jiwa, permukaan dari inti cinta yang tidak terlihat oleh mata. Frans juga menyatakan dengan jelas bahwa kita adalah apa yang kita komunikasikan. Jangan sampai apa yang kita ungkapkan bukanlah sejatinya dari diri kita. “Komunikasi sering dieksploitasi sehingga dunia melihat kita seperti yang kita inginkan, bukan siapa kita sebenarnya,”tegas Paus Fransiskus mengutip kata-kata Frans de Sales. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *