Pelayanan Komisi Komsos Keuskupan sangat tergantung pada paroki-paroki di Keuskupan Padang. Ketika Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFM.Cap. masih hidup, saya sudah menawarkan kepada para pastor paroki. Namun,  masih ada anggapan bahwa tidak perlu seksi komsos di paroki. Meski demikian, itu tetap menjadi tugas pelayanan kita (Komisi Komsos Keuskupan) karena di dalam dokumen konsili vatikan II telah disampaikan perihal pentingnya media komunikasi sosial ini.

Dalam Dekrit tentang upaya-upaya Komunikasi Sosial ini dijabarkan tugas dan kewajiban Gereja. Dikatakan bahwa gereja Katolik didirikan oleh Kristus Tuhan demi keselamatan semua orang; maka merasa terdorong oleh kewajiban untuk mewartakan Injil. Karena itulah Gereja memandang sebagai kewajibannya, untuk juga dengan memanfaatkan media komunikasi sosial menyiarkan Warta Keselamatan, dan mengajarkannya, bagaimana manusia dapat memakai media itu dengan tepat.

Untuk mencapai keselamatan maka orang-orang perlu sarana media komunikasi sosial ini. Menggunakan sarana ini untuk pewartaan. Dokumen Inter Mirifica (IM) inilah yang terus diakarrumputkan ke paroki-paroki agar pelayanan dalam komunikasi sosial ini dapat terus berjalan.

Pandemi yang muncul diawal tahun 2020 di Indonesia menjadi tantangan pelaksanaan beberapa program Komisi Komsos Keuskupan Padang. Tanggung jawab kita adalah supaya masing-masing paroki itu memiliki seksi komsos yang menyadari bahwa mereka bisa menggunakan media-media komunikasi sebagai sarana pewartaan, menyampaikan visi misi keuskupan. atau secara umum adalah kehendak Tuhan terwujud dalam pewartaan media komunikasi itu sehingga dengan itu orang-orang mendapatkan keselamatan.

Terdorong oleh situasi pandemi yang memaksa sehingga pada akhirnya Seksi Komsos menjadi dirasa perlu di Paroki. hal ini menyebabkan Seksi Komsos menjadi hidup di paroki melalui pengadaan misa live streaming dan sebagainya. meskipun, peran Seksi Komsos bukan hanya tentang itu. Seksi Komsos menggunakan sarana media komunikasi untuk pewartaan dan menyampaikan kehendak Tuhan kepada umat kita.

Sejak Konsisli Vatikan II sampai saat ini, hasil-hasil pertemuan Komsos arahnya itu kepada orang muda. Saat kita membaca dokumen IM ini, kita juga melihat bahwa sasarannya itu adalah orang muda. Orang mudalah yang bergelut dengan media komunikasi sosial itu sampai saat ini. Ini adalah dunia orang muda. Mereka menjadi subjek bukan objek. Subjek untuk menjadi pewarta lewat dunia mereka itu. Oleh karena itu, kerjasama dengan komisi kepemudaan sangat penting.

Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyelenggarakan rapat pleno Nasional di Bali pada tanggal 22-26 Agustus 2022 bertemakan Berjalan Bersama di Era Disrupsi Komunikasi Sosial. Dalam pertemuan ini, orang muda juga menjadi sasaran utamanya. Di era disrupsi komunikasi sosial penting sekali kecerdasan digital. Dalam pertemuan itu, Romo Maryanto, SVD selaku narasumber menyampaikan bahwa gereja Indonesia saat ini sedang ada di dalam zaman keemasan Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang tenaga misionaris yang cukup besar seperti SVD di seluruh dunia dan seperempatnya adalah dari Indonesia. Namun semua cerita indah itu kurang diketahui sebab kelemahan kita itu adalah minder dan kurang mengkomunikasikan apa yang telah dibuat.

Kegiatan ini menghasilkan rencana strategis Komisi Komsos KWI 2023-2026 yang merupakan 5 fokus pastoral. Program ini dijabarkan menjadi program prioritas komisi komsos dan disingkat menjadi 5K, yaitu kemandirian finansial, kerjasama internal dan eksternal, keterlibatan orang muda, kelengkapan organisasi dan tata kelola, ketersediaan dokumentasi.

Dari hasil rapat pleno ini, diharapkan bahwa masing-masing komisi komsos ini bisa mandiri dalam hal keuangan. Ada apresiasi ketika menggunakan Komisi Komsos. Jika meminta keterlibatan Komisi Komsos maka ada sumbangsih dari paroki kepada Komisi Komsos Keuskupan dan tidak hanya menganggap hal itu sebagai kewajiban komsos. Hampir seluruh Komisi Komsos Keuskupan-Keuskupan di Indonesia mengalami hal serupa. Ketika Seksi Komsos di paroki aktif maka hal itu juga akan sangat membantu Komsos Keuskupan.

Pada tahun ini, Progam utama yang dilakukan Komisi Komsos Keuskupan Padang adalah mengadakan pertemuan guna mengumpulkan seksi komsos di Paroki-Paroki. Ini juga cara untuk mengaktifkan dan menghidupi kembali komsos di paroki-paroki. Komisi Komsos Keuskupan juga selalu menawarkan diri ketika ada paroki-paroki yang membutuhkan bantuan Komisi Komsos Keuskupan. Selain itu, program besar lainnya yang akan dilaksanakan yaitu Pelatihan Video Jurnalistik yang akan dilaksanakan di Tuapeijat dan diikuti oleh 7 Paroki di Kevikepan Mentawai. Dengan kegiatan ini, Komisi Komsos KWI ingin agar orang muda santun dalam bermedia sosial. Saya juga berharap rangkaian kegiatan ini dapat dinikmati oleh masyarakat.

Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 menyampaikan pesan Bicara Dengan Hati. Saya melihat bahwa dalam kebuadayaan-kebuadayaan di daerah melihat segala sesuatu itu keluar dari dalam hati. Hati tempat lahirnya sesuatu yang baik dan juga buruk. Pembendaharaan kata yang baik keluar hatinya yang baik pun sebaliknya. Itulah yang ingin disampaikan Paus.

Kembali ke orang muda, orang muda itu ketika mereka hidup sebagai orang muda yang baik. Hati itu musti selalu dibentuk lewat perbuatan-perbuatan yang baik. Jika hati yang berasal dari lingkup yang jahat maka ia akan menjadi orang yang jahat. Diharapkan orang muda berkumpul dalam kebersamaan untuk mewujudkan kerajaan Allah. Sebuah tema yang menarik pada Indonesian Youth Day (IYD) III Palembang : Orang Muda Katolik, Bangkit dan Bersaksilah!  dan Saya juga  teringat dengan lagu berjudul “Sebuah Ziarah”. Dalam dunia yang penuh dengan kepalsuan dan kebencian. Apakah ada seseorang yang mau menjadi saksi? Maka orang muda inilah yang menjawab “Ya kami mau menjadi saksi”. Bagaikan dian di persadamu yang indah. Ini adalah kesempatan orang muda untuk bersaksi melalui media sosial. Mereka bersaksi memberikan diri melalui kegiatan-kegiatan yang diikuti. bisa juga melalui permenungan diri yang dikreasikan pada media sosial Tiktok, instagram, dll. Saya berharap orang muda mampu bersaksi.

Saya juga berharap pada orang muda agar momen Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 ini menjadi kesempatan dan sarana menunjukkan hati yang baik sebagai cerminan hati Tuhan lewat kesaksian hidup mereka. Kesaksian hidup yang positif karena masih banyak orang tua yang berpikiran negatif terhadap kegiatan-kegiatan orang muda ini. Makanya orang muda inilah yang sekarang meluruskan anggapan-anggapan itu dengan melakukan hal-hal yang positif.

Pastor Bernard Lie, Pr.
Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Padang
Pastor Paroki St. Maria Bunda Yesus Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *