Paus Fransiskus sekali lagi memohon perdamaian di Myanmar yang dilanda perselisihan setelah serangan udara junta baru-baru ini yang menewaskan 168 orang, termasuk 35 anak-anak. “Seperti yang Anda ketahui, [Myanmar] adalah tanah yang tersiksa… yang saya bawa dalam hati saya dan saya mengajak Anda untuk berdoa, memohon kepada Tuhan karunia perdamaian,” kata Paus saat pertemuan dengan umat beriman dari Gereja Katolik. Keuskupan Crema Italia, Sabtu (15/4).

Keuskupan ini adalah tempat kelahiran Beato Alfredo Cremonsi, yang menjadi martir di Myanmar setelah 28 tahun hidup sebagai misionaris di negara Asia Tenggara itu tahun 1953.   Seruan kepausan terbaru untuk perdamaian menyusul serangan udara mematikan di desa Pa Zi Gyi di wilayah Sagaing, Myanmar Tengah pada 11 April hanya dua hari setelah Minggu Paskah.

Dalam insiden lain di hari yang sama, ratusan orang meninggalkan rumah-rumah mereka ketika militer menyerang sebuah desa bersejarah Katolik – Chaung Yoe – juga di wilayah Sagaing.  Orang Kristen lain di daerah yang terkena dampak konflik tidak dapat menghadiri Misa Paskah akibat pertempuran, sementara ribuan orang mengadakan ibadat Paskah di kamp-kamp darurat, menurut sumber-sumber Gereja. Babak baru serangan militer terhadap pemberontak telah menuai kecaman keras dari masyarakat dunia. Namun, Dewan Keamanan PBB gagal mengutuknya karena keberatan dari Rusia dan Tiongkok.

Pertemuan antara paus dan umat dari Keuskupan Krema dijadwalkan berlangsung setelah beatifikasi Beato Cremonsi tahun 2019 tetapi ditunda karena pandemi, lapor Vatikan News pada 15 April.  Beato Cremonesi, seorang misionaris dari Institut Kepausan untuk Misi Asing (PIME), menjadi korban konflik antara pasukan pemerintah dan pemberontak Karen. Beato Cemonesi dibunuh di desa pegunungan Donokù oleh tentara pemerintah karena diduga membantu pemberontak yang memperjuangkan untuk kemerdekaan. Paus Fransiskus beberapa kali berbicara tentang krisis di Myanmar, negara yang sangat dia sayangi, setelah berkunjung ke sana pada November 2017. (ucanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *