Setahu saya, sebenarnya, Seksi Komunikasi Sosial/Komsos Paroki Katedral St. Theresia Padang telah lama ingin dibentuk, namun baru terealisasi saat permulaan Pandemi Covid-19 di Kota Padang. Umat tidak bisa hadir ke gereja karena mesti menaati ketentuan pemerintah berkaitan Pandemi Covid-19. Tim Komsos Paroki membuat kanal Youtube untuk siaran langsung (live streaming) Perayaan Ekaristi.  Hingga kini pun, pelayanan  Seksi Komsos Paroki masih belum banyak.

Saya tidak menyangka ditunjuk menjadi salah satu personil Tim Komsos Paroki. Ada teman lain dalam tim, yakni  Dani, Mikel Antoni, Mikael Leonardi, Ryo, Kevin Makmur. Saat, wabah Pandemi mulai mereda, masih ada keinginan kami mengakomodir keinginan umat untuk misa livestreaming. Hanya saja Pastor Paroki menjelaskan tidak perlu  misa livestreaming karena sudah new normal.

Sebenarnya kami juga ingin melakukan kegiatan lainnya namun belum terealisasi, karena peralatan tim masih belum lengkap, misalnya kamera dan laptop yang bisa mengakomodir tuntutan pekerjaan komsos. Untuk pengadaan alat-alat ini, kami pernah sampaikan kepada DPP. Hanya saja terkadang sulit terealisasikan karena banyak pertimbangan yang muncul. Pada satu sisi, ada keinginan menghasilkan karya yang bagus, namun di saat yang sama peralatan yang digunakan tidak mampu menunjang keinginan itu.  Tim Komsos Paroki pernah merekomendasikan alat-alat yang memang mampu menunjang hasil karya yang lebih baik. Namun karena harganya relatif mahal, kami disarankan untuk mencari peralatan yang lebih ekonomis – tentu saja secara tidak langsung hasilnya pun tidak maksimal/bagus – terkait dokumentasi gambar dan video.

Memang, kami belum melakukan karya komsos berupa tulisan. Yang ada lembaran “Inpar” (Informasi Paroki) yang bisa dibawa pulang umat. Tim Komsos ini terbentuk dadakan – berasal dari Tim Publikasi dan Dokumentasi OMK. Yang dipikirkan saat itu adalah bahwa kebutuhan paroki berupa foto dokumentasi kegiatan yang di upload ke platform Instagram (IG) dan Facebook (Fb). Di waktu mendatang, kita berada dalam dunia digital. Karya komsos semakin berperan dalam Gereja. Kita jadi penghubung Gereja dengan umat, atau hubungan masyarakat (humas). Kalau tidak ada komsos, umat tidak tahu informasi seputar Gereja. Tim Komsos Paroki dibentuk agar informasi dari Gereja tersampaikan dengan baik dan benar kepada umat.  Dari tiga akun (Fb, IG, YT), hanya akun di instagram yang selalu diperbarui (up to date). Ditinjau dari segi keuntungan, akun Youtube bisa menghasilkan pendapatan (income) jika terus dikembangkan yang dapat melengkapi peralatan Komsos Paroki.

Sebagai anggota komsos paroki, saya dan teman berkeinginan lebih mengeksplor peranan komsos di paroki; misalnya pembuatan podcast pada kanal Youtube paroki yang bisa diberi nama “Podcast Katedral”. Narasumber podcast bisa berasal dari umat paroki yang memiliki kisah inspiratif. Podcast merupakan hal yang sedang digemari saat ini dan pengerjaannya pun sederhana/ringan. Lewat podcast, kita bisa menggali lebih dalam informasi dari narasumber. Topik podcast tidak hanya seputar Gereja juga pengalaman hidup seseorang.

Sebagai insan komsos, bukan tanpa tantangan tatkala menjalankan tugas. Saat sedang mengabadikan momen di sudut depan sebelah kiri gereja. Di balik dinding, ada di antara umat yang berkata, “Kamu mengganggu Misa! Saya risih melihatmu bolak-balik mengambil gambar.” Saya berusaha memahami perkataan umat tersebut. Saya sadari ada umat sudah mengerti dan ada pula yang belum memahami tugas komsos. Tantangan lain, terkait aktivitas/kesibukan  anggota tim komsos paroki. Mayoritas mahasiswa dan pekerja. Selain, sumber daya manusia (SDM) tim – dominan warga OMK minim pengetahuan fotografi dan videografi (tentang sudut pengambilan gambar dan video yang bagus, mengedit file-file dokumentasi).  Saya dan teman berharap paroki bisa mengadakan pelatihan atau workshop agar keterampilan personil komsos semakin baik lagi. 

Ardyanto Daeli
Anggota Seksi Komunikasi Sosial Paroki Katedral dari Kanak-kanak Yesus Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *