Paroki Stella Maris Betaet, Siberut Barat, Kepulauan Mentawai menjadi ‘tuan rumah’ pertemuan perdana Kevikepan St. Fransiskus Xaverius Mentawai (13-16/3). Sebelum terbentuk resmi pada 24 November 2022, Kevikepan Mentawai lebih dikenal dengan nama “Rawil Mentawai”. (lih. GEMA Januari 2023, hal. 12-13). Pertemuan perdana dihadiri Bapa Uskup, 15 pastor, 2 frater, 11 suster, 10 utusan dari Karya Kepausan Indonesia/KKI Keuskupan Padang, 19 pendamping Bina Iman Anak (BIA) stasi-stasi di Paroki Betaet.

Berdasarkan susunan acara yang diterima dari nara hubung GEMA di Betaet, Rudi H. Taelagat, sepanjang pertemuan tersebut diisi dengan beberapa sesi. Awal pertemuan berupa rekoleksi tentang Arah Dasar (Ardas) Visi dan Misi Keuskupan Padang dengan dibentuknya Kevikepan Mentawai disampaikan langsung oleh Bapa Uskup, Senin (13/3) malam. Besoknya, Selasa (14/3), berlangsung penyampaian sejumlah sesi. Selesai Misa Pembuka dan sarapan pagi, sesi pertama berupa pendalaman bersama Statuta Kevikepan dipandu langsung Vikaris Episkopalis (Vikep) Mentawai, RP. Agustinus Agus Suwondo, SSCC.

Sesi lain yang menarik perhatian setelah bagian tanya-jawab sesi pertama, pada sesi ketiga bertajuk “Pelayanan Partisipatif/Perlunya Team Work” yang dipandu Parokus Sikakap P. Wilhelmus Paskalis Tuke Wolor, Pr hingga jadwal makan siang. Sorenya, pada sesi keempat hingga keenam berlangsung pemaparan bahan/langkah diskusi, pembagian kelompok, dan diskusi kelompok. Pada bagian ini dibahas: (a) keprihatinan utama yang perlu diperhatikan pada lingkungan dalam (intern) dan luar (ekstern) Gereja; (b) tindakan yang bisa dikerjakan untuk menjawabi persoalan tersebut. Usai diskusi kelompok dilanjutkan penyampaian laporan hasil diskusi sebagai hasil pleno.

Hasil diskusi kelompok (I-IV) berupa presentasi kelompok I dan II (14/3) malam dan presentasi kelompok III dan IV (15/3) pagi. Selanjutnya, dari pagi hingga siang, berlangsung pleno (dalam dua sesi) – sesi sembilan dan sepuluh – ditindaklanjuti sebagai tindakan bersama dengan penunjukkan koordinator/komisi/dewan harian pelayanan kevikepan. Setelah Dewan Harian Kevikepan terbentuk dilanjutkan dengan diskusi jabaran tugas (job-desk). Dari jadwal pula, diketahui langkah usai pleno kedua berupa pembentukan dewan harian kevikepan/komisi/koordinatorat pada sesi kesebelas.

Di akhir pertemuan kevikepan perdana ini, pada sesi kedua belas, berlangsung pembahasan hal-hal lain. Pada bagian ini didengar informasi dari: [1] Tim OMK Keuskupan Padang (berupa jadwal jambore, pembekalan pendamping, live-in OMK Pra-IYD, jadwal IYD 2023 di Palembang, School of Mission), [2] rencana kunjungan tim administrasi keuskupan, [3] jadwal pertemuan kevikepan, [4] pendidikan Mentawai, [5] FKUB Mentawai-ISKA Mentawai-Wanita Katolik RI cabang-cabang di Mentawai, [6] pelayanan kategorial, [7] bantuan untuk kevikepan dan seminari, [8] pelatihan medsos oleh Komisi Komsos KWI bagi OMK se-Mentawai. (Sumber: Rudi H. Taelagat. Editor: Hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *