“Saya termotivasi untuk mengajar dan melatih penghuni asrama dan pelajar karena mau berbagi ilmu dan pengalaman bermusik. Saya pun dapat bersikap sabar, termasuk saat menghadapi orantua yang beragam karakternya,” ucap Agustinus Antonius Tola, S.Pd, (27). Sejak kelas tiga sekolah dasar, bungsu tujuh bersaudara pasangan Petrus Damianus Depa (alm) dan Maria Jus ini tertarik dan senang melihat harmoni dirigen dan panduan suara di Gereja Paroki Santo Yosef  Freinademetz Mautapaga – Ende, Nusa Tenggara Timur/NTT.

Tonny sapaan akrabnya, ingin bakat nya terus berkembang di tengah umat dan maupun di sekolah. Ia pun ikut koor wilayah, belajar memahami notasi not, teknik vocal, bernyanyi dan lebih intensif belajar otodidak. Pertama kali tampil sebagai dirigen saat sebagai pelajar IX SMPN 1 Ende (2011). Selanjutnya, ia kerap tampil dalam kegiatan Komunitas Umat Basis (KUB). Tonny pun berkesempatan tampil sebagai dirigen saat tahbisan imam baru, tatkala berstatus pelajar kelas X SMAN 1 Ende (2012).

Alumni Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende NTT 2019 ini juga sempat berkolaborasi dengan pencipta lagu Martin Runi, adik dari ketua pelatih koor wilayah idolanya. “Mulanya saya sempat tertekan, gugup dan takut salah. Syukurlah, saat mulai tampil, perasaan tersebut menghilang. Usai tampil, saya mendapat masukan dari pelatih professional agar melihat umat dan anggota koor, tidak terpaku pada teks lagu,”  katanya.

Guru Agama Katolik di SMP  Maria dan SMP Yos Sudarso Padang (2021-Kini) diberi kepercayaan penuh melatih paduan suara di sekolah tempat dirinya mengajar dan rutinitasnya pelatih sekaligus konduktor Paduan Suara Asrama Bintang Timur dan Panti Asuhan Santo Leo Padang. Pada ulang tahun ke-61 Yayasan Prayoga Padang (2023), paduan suara binaanya, SMP Maria mengukir prestasi sebagai juara pertama. 

Selain itu, pernah mengajar di SD Agnes dan SD Tirtonadi (2019-2020). Ia pun ikut seleksi dan terpilih dalam Kontingen Provinsi Sumatera Barat pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional II Tahun 2022, kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik Campuran dengan prestasi gold (80,99) di Kupang NTT. “Saya merasakan talenta ini adalah karya Tuhan bukan karena kehebatan diri sendiri. Tuhan bekerja melalui Roh Kudus dalam hidup saya,” ungkapnya mengakhiri. (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *