Seru dan bahagia! Itulah yang terpancar dari wajah ratusan umat Paroki Santo Ignatius, Pasir Pengaraian, Rokan Hulu Riau. Hari itu, ratusan umat, mulai dari warga Orang Muda Katolik (OMK), Bina Iman Remaja (BIR), dan Bina Iman Anak (BIA) bernyanyi rohani bersama lima suster dari Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih dari Maria Bunda yang berbelas Kasih (SCMM) Padang, Sumatera Barat. Kegiatan “Aksi Panggilan Kongregasi Suster SCMM” berlangsung  tiga hari, Jumat-Minggu (5-7/5).  

Lima suster kongregasi tersebut juga memboyong penghuni Panti Asuhan Santo Leo Padang. Pimpinan Panti Asuhan, Sr. M. Isabella Bili Lete, SCMM menyatakan, “Kegiatan merupakan aksi panggilan sekaligus memperkenalkan kongregasi SCMM kepada umat Paroki Santo Ignatius. Kami memperkenalkan apa itu Kongregasi SCMM, serta menampilkan karya-karya kongregasi kepada umat katolik di sini.”  

Kongregasi SCMM, singkatan dari Bahasa Latin “Congregatio Sororum Caritatis a nostra Domina Matre Misericordiae”, yang berarti Kongregasi Suster-Suster Cintakasih dari Maria Bunda yang berbelaskasih. Kongregasi ini didirikan Mgr. Joannes Zwijsen pada 23 November 1832 di Belanda dan merupakan Kongregasi Religius Apostolik Kepausan yang bersifat internasional, yang dibaktikan untuk menghadirkan Cinta dan Belaskasih Allah yang menyembuhkan dan menyelamatkan, terutama kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tertindas,” ungkap Sr. Isabella.

Maka, sambung Sr. Isabella, pada 27 Mei 1885 diutus sembilan Suster sebagai misionaris pertama ke Indonesia. Mereka tiba di Padang tanggal 12 Juli 1885, tinggal di Biara pertama St. Leo di Padang. Karya-karya mereka mencakup bidang pendidikan, kesehatan yaitu Poliklinik, Balai Klinik Ibu dan Anak (BKIA), dan Rumah Sakit, serta panti asuhan anak yatim piatu, panti lansia, panti anak-anak cacat, pelayanan di perkampungan orang kusta, usaha pendampingan dan pastoral care.

Sr. Isabella juga mengungkap dirinya bersama empat rekan suster lainnya turut mengajak serta memberikan edukasi rohani kepada anak-anak, tentang perjalanan menuju biarawan dan biarawati. “Kami berharap, di masa mendatang, anak-anak dan remaja dari paroki ini ada yang terpilih menjadi pastor dan suster. Kepada orangtua, jangan takut mendorong dan mengizinkan anak-anak dan remajanya menjadi pastor atau suster kelak. Percayalah, Tuhan akan memberikan berkat kepada kita,” ucap Sr. Isabella.

Sementara itu, saat perayaan Ekaristi Minggu XV Masa Paskah berlangsung, terlihat puluhan anak-anak ikut mendampingi P. Andreas Dedi Dores Salamanang, Pr. Mereka terlihat berseragam bak biarawan dan biarawati. Ada yang seperti uskup, pastor, dan suster. (paber siahaan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *