Dari pernikahan saya dengan Sita (40), kami dikaruniai sepasang anak. Anak pertama bernama Risti Agnesia (15), sedang menempuh pendidikan di kelas VIII A SMP Santa Theresia Airmolek Riau. Satu lagi, bernama Daniel Cresvido Sepriyan, berusia 9 tahun. Sekarang, Daniel murid kelas II SD Negeri 004 Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Wilayah ini termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Tigapuluh (TNBT).

Kami adalah keluarga yang terbatas kemampuan ekonomi. Saya (Lisyanti), 36 tahun, sebagai ibu rumah tangga, sementara suami sebagai petani. Sewaktu SD, Risti juga murid SD Negeri 004 Rantau Langsat. Saya bersyukur sekolah dan asrama paroki memberikan keringan biaya untuk dana sekolah dan asrama. Sebenarnya, bisa saja saya menyekolahkan Risti ke SMP negeri terdekat dengan kampung kami, di Siambul. Namun, karena adik saya juga lulusan SMP Santa Theresia Airmolek, didapat fakta bahwa kualitas pendidikan di sekolah ini bagus. Anak didik bisa belajar mandiri. Ada nilai lebihnya mereka yang pernah bersekolah di sini.  Selain itu, SMP Santa Theresia punya akreditasi sekolah yang jelas.

Tidak hanya pengakuan adik saya – tentang kualitas sekolah Katolik ini. Pengalaman anak saya juga membuktikan hal sama. Saat masih sekolah dasar, anak saya tergolong anak pemalu dan tidak berani menunjukkan identitas di depan banyak orang/keramaian. Tetapi, setelah satu tahun di SMP Santa Theresia, Risti telah menunjukkan perkembangan yang sangat berarti. Ia tidak lagi pribadi pemalu. Ia pun tidak sungkan menunjukkan bakat yang dimilikinya. Sebagaimana anak lainnya di lingkungan baru, kesulitan/kendala hanya terjadi pada penyesuaian diri/adaptasi awal. Penyesuaian diri dengan lingkungan baru. Dapat dimengerti, karena Risti berasal dari SD negeri yang terletak di pelosok jauh terpencil, terletak ratusan kilo meter dari pusat paroki (Airmolek). Termasuk wilayah ujung selatan Provinsi Riau, berbatasan dengan Provinsi Jambi.

Itu juga menjadi penyebab Risti mesti mampu beradaptasi/menyesuaikan diri dengan teman baru. Selain itu, kendala bahasa dan mata pelajaran baru – yang dijalani saat pertama kali di lingkungan SMP Santa Theresia Airmolek. Memang sungguh terasa, kualitas proses belajar mengajar (PBM) di SMP Santa Theresia lebih tinggi ketimbang sekolah lainnya.

Sering ada anggapan, kalau sekolah swasta dan kalau ingin sekolah bermutu maka biaya sekolahnya pun besar atau mahal. Memang, pada mulanya, saya sempat berpikir, untuk menyekolahkan anak ke SMP Santa Theresia Airmolek ini bakal menelan banyak biaya. Namun, pengalaman adik saya pernah bersekolah di sekolah ini, meyakinkan saya adanya ‘keringanan’ biaya sekolah dan asrama. Ternyata betul. Ada keringanan khusus untuk anak dan remaja Suku Talang Mamak. Saya pun memutuskan Risti bersekolah di SMP Santa Theresia Airmolek. Hal ini juga sejalan dengan kemauan dan niat Risti melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama tersebut.

Sebagai orangtua/ibu, saya mendukung niatan Risti, karena bersekolah di SMP Santa Theresia Airmolek  akan membuatnya lebih baik dalam banyak hal. Bukannya sekolah di Siambul tidak baik, tetapi dengan bersekolah di Airmolek, akan dapat membuat anak saya lebih mampu beradaptasi dengan dunia luar. Lebih bisa mengasah diri apa yang ada dan dimilikinya. Saya turut mendorong anak bersekolah di Airmolek yang bakal berguna untuk masa depannya.

Mulanya, Risti sering sakit-sakitan. Namun, berkat perhatian pengawas asrama dan pastor paroki, serta ada kesempatan Risti berkomunikasi dengan kami orangtuanya, pilihan bersekolah ke SMP Santa Theresia semakin lama semakin mantap. Sebelumnya, sempat ada keraguan juga dalam hati saya. Namun, sejalan waktu, saya semakin percaya bahwa anak saya baik-baik saja, ada yang memerhatikannya. Saya gembira karena pihak sekolah dan asrama memberikan keringanan biaya untuk keperluan sekolah dan asrama, khususnya kepada anak dan remaja Suku Talang Mamak. Dari pengalaman Risti, kelak, adiknya pun akan mengecap pendidikan di tempat yang sama, SMP Santa Teresia Airmolek. (sebagaimana dituturkan Lisyanti kepada GEMA)/hrd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *