“Saya mendapat banyak pengalaman menyenangkan maupun pahit/menyedihkan saat terlibat hidup menggereja. Pun, saya pernah menjadi petugas pemadam kebakaran tatkala mengendalikan sarang tawon, evakuasi ular, mengisi air untuk masyarakat yang kekurangan air, serta pemadaman api. Sungguh sangat berkesan, apalagi dilakukan sepenuh hati, ikhlas, dan tanpa pamrih,” ujar Andi Salabbaet (26).

“Banyak nilai kehidupan saya dapatkan dalam keterlibatan menggereja. Jujur, iman saya semakin bertambah kuat dan mantap. Pun, banyak pengetahuan yang semakin menumbuhkembangkan iman Katolik saya,” katanya. Wakil Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Pusat Paroki St. Damian Saibi ini sedang membekali diri menjadi OMK yang bisa memberi perubahan dalam Gereja. Lelaki kelahiran Desa Saliguma, Siberut Tengah, Mentawai, 19 Juni 1996 ini sedang berusaha membangkitkan semangat para OMK dan karya Serikat Kepausan Anak-Anak Remaja Misioner (Sekami) di Paroki Saibi serta khususnya Saliguma. Bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Ngong Ngong dan Yasinta ini merupakan salah satu OMK Keuskupan Padang yang dipercaya ikut serta dalam Indonesian Youth Day (IYD) III Palembang 2023.

Dalam kesehariannya, alumni SMA Negeri 1 Siberut Selatan (2014) ini berprofesi sebagai petugas honorer pemadam kebakaran di Kecamatan Siberut Selatan. Penggemar olah raga futsal ini bercita-cita sederhana: hidup mandiri – tanpa bergantung pada orangtua. Diakuinya, keterlibatan menggereja didorong keprihatinan pada OMK terkait hidup menggereja teman-teman sesama OMK yang aktif semasa SMP dan SMA, namun tatkala berstatus mahasiswa tidak mau lagi mengikuti aktivitas OMK. Andi juga mengaku miris melihat kenyataan beberapa umat berpindah agama hanya dengan ‘iming-iming’ bantuan mi instan, beras, gula, dan kain sarung.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *