PADANG – Misdinar Paroki St. Fidelis a Sigmarinda Payakumbuh dan Misdinar Paroki St. Fransiskus Assisi Padang mengadakan rekoleksi bersama, Selasa (25/4). Rekoleksi bertema “Melayani Tuhan Dengan Sepenuh Hati” ini berlangsung di Lantai II Aula Paroki, diikuti 54 orang. Selain peserta, ikut pendamping misdinar dua paroki dan P. Franco Qualizza, SX. (Parokus St. Fidelis a Sigmarinda Payakumbuh). Misdinar Paroki Payakumbuh sebanyak 25 orang.

Rekoleksi diawali pembukaan dan perkenalan peserta sambil bermain, bergerak, dan berlagu bersama. Parokus St. Fransiskus Assisi Padang (P. Petrus Hardiyanto, SX) menyampaikan dua sesi materi. Sesi pertama tentang semangat Santo Tarsisius. Sesi kedua pengetahuan peralatan misa, tugas-tugas misdinar, kode etik saat menjadi misdinar, cara berpakaian. Selain penyajian dua materi tersebut, peserta terlibat dalam beberapa permainan (games). Para peserta tampak sangat antusias. Di akhir sesi setiap materi, peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan dan berbagai (sharing) pengalaman terkait suka dan duka sebagai misdinar. Hal ini menjadi motivasi peserta menjadi misdinar. Tidak terlihat peserta mengantuk saat materi disampaikan. Permainan atraktif juga diberikan panitia sehingga peserta tetap bersemangat ikut kegiatan.

Saat penyampaian materinya, Parokus St. Fransiskus Assisi, P. Petrus menegaskan, “Para misdinar merupakan orang yang paling dekat dengan Altar Tuhan dan Imam dalam Perayaan Ekaristi. Ini membuat ikatan  persahabatan yang kuat antara  misdinar dengan Yesus Kristus. Dengan ikatan persahabatan itu diharapkan Misdinar mampu mendengarkan dan menjawab ‘Panggilan Tuhan’ untuk melayani ladang-Nya sebagai seorang misionaris.”

Sementara itu, sebagai Pembina Putera Puteri Altar Paroki Payakumbuh, Sr. Luciana, OSF menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan agar Misdinar Paroki Payakumbuh dapat mengenal misdinar paroki lain. “Lewat rekoleksi ini, peserta pun dapat saling berbagi cerita tentang pengalamaan ketika menjadi misdinar. Tentu dapat menambah pengalaman baru dan pengetahuan seputar iman. Para misdinar semakin menyadari bahwa menjadi misdinar adalah suatu panggilan dan rahmat istimewa dari Tuhan, yang tidak dimiliki semua orang. Para misdinar pun menjadi lebih bersemangat dalam pelayanan. Kelak, para misdinar semakin yakin bahwa ini juga panggilan sekaligus harapan lebih jauh bagi mereka yang tertarik menjadi imam, biarawan-biarawati. Jangka pendeknya, para misdinar  semakin tahu hal-hal yang menjadi semangat mereka. Tidak hanya tahu nama santo pelindung tetapi belum mengenal lebih dalam. Akhirnya, misdinar mencintai Ekaristi,” ujar Sr. Luciana.

Hal senada disampaikan Koordinator  Karya Kepausan Indonesia (KKI) Paroki St. Fransiskus Assisi Padang, Theresia Endang P. Ia berharap melalui rekoleksi dan perjumpaan ini keakraban antarmisdinar paroki semakin terjalin. “Kegiatan ini memberi penyegaran bagi para misdinar dalam melaksanakan tugas-tugas rutin mereka,” ucap Endang.

Rekoleksi ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Petrus, SX serta didampingi Pastor Franco, SX. Dalam homilinya Pastor Petrus menyatakan peserta rekoleksi merupakan anak-anak dan remaja yang istimewa. “Para misdinar menjadi istimewa karena mereka dipanggil dan menjadi murid serta sahabat Yesus, sehingga semakin dekat dengan Yesus. Misdinar dipanggil lebih dekat dengan altar. Itu berarti lebih dekat dengan Yesus. Menjadi misdinar adalah suatu panggilan yang sangat berharga,” tandas P. Petrus. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *