Drs.Vincesius Limbong (57) merasa senang dapat mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan.  Ketua Wilayah Santo Paulinus Jondul Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang (2022-2025) ini berucap, “Walaupun sedikit, kita kembalikan kepada Tuhan lewat pelayanan di Gereja dan sesama. Saya yakini ketika kita memberi sesuatu yang baik, pastilah beroleh upah dari Tuhan, bukan dalam bentuk uang/materi melainkan dalam bentuk kesehatan, rezeki, dan pendidikan anak.

Alumni Universitas Negeri Medan (1991) ini berkisah dirinya aktif mengereja sejak tahun 1983.  Saat itu, dirinya masih pelajar SMP Negeri Sorkam, berstatus warga Muda-Mudi Katolik (Mudika – kini: OMK) di Paroki Santo Hilarius Tarutung Bolak, Sumatera Utara. “Orangtua saya yang katekis/guru agama Katolik ikut mendorong saya terlibat menggereja,” ujarnya.

Dirinya yang hobi bernyanyi selalu ikut kegiatan lomba bernyanyi. Tak mengherankan, Limbong mengerti teknik vokal dan notasi not secara otodidak. Ia pun dipercaya melatih dan mendampingi Paduan Suara PSKP Santu Yusuf  sejak tahun 2018 hingga kini. Limbong juga tercatat sebagai salah satu anggota Paduan Suara Stella Maris Paroki Katedral Padang. Limbong menjadi Ketua Rayon St. Felisitas dua periode (2016-2022) Wilayah Jondul. Suami Evisianty, S.Pd. (50) ini pernah menjadi pengurus, pengawas, dan anggota Koordinator Wilayah (Korwil) di Puskopdit Bekatigade Sumbarinci (2010-2022). Di periode 2017-2023, ia terpilih sebagai Ketua Koperasi Don Bosko Padang.  Ia pun anggota perkumpulan “Naimarata” (Pomparan Oppu Na Lima – berarti Kumpulan Marga Tertua Dari Marga Batak) dan anggota Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Padang.

Limbong menyatakan aktivitas pelayanan dan menggerejanya mendapat dukungan keluarga. “Memang tidak mudah karena kadang terkendala mengelola waktu. Adakalanya, waktu bersamaan dengan tugas utama sebagai seorang guru. Saya mengajak umat, terkhusus OMK untuk berkarya bagi siapa saja selagi ada kesempatan. Selagi ada waktu dan kesempatan berkaryalah! Aturlah waktumu berkarya dan bermanfaat bagi sesama,” tandas Limbong. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *