AIRMOLEK – “Seperti dalam bacaan injil, Tuhan mengutuk pohon ara yang tak berbuah pada sore hari sebelum berangkat ke Bait Allah. Pohon tersebut seperti umat Yahudi yang dipanggil Allah untuk bangkit dan bersaksi, namun mereka tidak mau bangkit. Begitupun, seperti para orang muda, jika sudah melangkah untuk maju maka tidak boleh mundur lagi! Maka, belajarlah memahami panggilan Tuhan yang mengundang, menyadarkan dan membawa kita ke jalan yang benar. Jangan hanya ingin dicintai namun tidak mencintai,” ucap Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin pada Perayaan Ekaristi Penutupan Pra-IYD III 2023 Palembang, Jumat (2/6) sore.

Dalam homilinya, Uskup Vitus mengajak peserta agar mempersiapkan perjalanan menuju Hari Orang Muda Katolik Indonesia atau Indonesia Youth Day (IYD) ketiga di Palembang, 26-30 Juni 2023. Misa Penutup berlangsung di gereja Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Airmolek, Riau. Uskup Vitus – memimpin Misa Penutupan Pra-IYD III 2023 Keuskupan Padang – menambahkan, “Saya bangga pada kalian para peserta! Gereja ada di tangan kalian! Para penggerak muda jadilah lahan pelayanan! Banyak anak muda membutuhkan dukungan kita. Bangkit dan bersaksilah!” kata Bapa Uskup menyemangati.

Usai Misa Kudus, berlangsung dialog peserta dengan Bapa Uskup Vitus di ‘Theresia Center’ Airmolek. Selama dialog berlangsung, terlihat Orang Muda Katolik butuh dukungan lebih besar dari paroki untuk melakukan aktivitas yang dapat ‘membangun’ Gereja serta membangkitkan semangat para kaum muda yang belum berani untuk melangkah. Penutupan Pra-IYD III 2023 Keuskupan Padang diikuti 150-an peserta, terdiri dari 50-an OMK Paroki Airmolek, 50 penggerak OMK setiap paroki se-Kevikepan Riau, dan 49 peserta dari Kevikepan Mentawai dan Sumatera Barat daratan.

Acara penutupan Pra-IYD III berlangsung dalam satu rangkaian aktivitas pada 1-4 Juni 2023 di Paroki Airmolek. Di kesempatan ini hadir perwakilan OMK setiap paroki se-Keuskupan Padang. Peserta dari Kevikepan Sumatera Barat daratan dan Kevikepan Mentawai berangkat bersama semobil tiba di lokasi, Kamis (1/6) pagi. Sesampai di lokasi acara, peserta melakukan registrasi dan sejumlah persiapan lainnya. Sorenya, berlangsung upacara/seremoni pembukaan. Para peserta melakukan perarakan dari pekarangan paroki menuju ‘Theresia Center’. OMK Pra-IYD III 2023 Palembang membawa salib dan bendera dari paroki-paroki se-Keuskupan Padang berlanjut dengan pemutaran video perjalanan Kirab Salib di Keuskupan Padang serta berbagi pengalaman tiap paroki dalam kelompok diskusi fokus (Focus Group Discussion – FGD). Setiap kelompok mempresentasikan tentang diri sendiri, paroki, dan bersama-sama mencari tahu tentang identitas kelompok.

Pada kesempatan sama, dalam sambutannya, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang, P. Alfonsus Widhiwiryawan, SX menyampaikan, “Inilah semangat kita yang akan menjadi penggerak kaum muda Keuskupan. Dengan pertemuan ini – setelah pertemuan sebelumnya di Pasaman, dengan live in, tinggal dengan  umat – di sini (Airmolek), kita akan belajar mengolah diri sekaligus melihat asset-asset yang kita miliki di paroki. Kita bisa memenuhi harapan para pastor dan umat yang berharap pada kita, sebagai orang muda yang mampu bergerak ke luar dari diri sendiri dan kebiasaan buruk, serta memantapkan diri untuk berkembang.”

Saat seremoni pembukaan acara (1/6), Pastor Paroki Airmolek, RP. Pastor Konrad Situmorang, OFM.Cap berterimakasih atas terpilihnya Paroki Air Molek sebagai tuan rumah penutupan acara Pra-IYD III 2023. “Dengan segala impian untuk mewujudkan bahwa kita ingin bergerak dan bersaksi atas iman kita, maka Paroki St. Theresia Airmolek menyambut penugasan ini dengan gembira. Semoga OMK Keuskupan padang semakin bergerak dan bersaksi, membangun semangat kebersamaan, serta semangat persaudaraan,” ucapnya bersemangat.

Setelah seremoni pembuka, peserta terlibat dalam aktivitas gerak dan lagu, terlibat dalam empat materi yang diberikan

Frans Kristy Adi Prasetya. Topik yang dijalani: I am, I have, I can, and I will. Selain pembekalan materi, peserta diajak dalam ibadat ala Taize yang bersifat meditatif. Setiap pagi, selama pertemuan berlangsung (1-4/6), peserta mengikuti senam pagi, ibadat pagi, dan menjalani materi yang diberikan pendamping. Peserta juga berkesempatan mengikuti kegiatan luar ruangan (outbond) dengan antusias. Lewat kegiatan ini, peserta belajar menggalang kerja sama dan lebih mengenal sesama peserta.

 

Yang Mesti Diperbuat


Pada hari ketiga, ada hal menarik saat penyajian materi sesi keempat bertajuk “I Will”. Romo Kristy mengajak peserta bermimpi tentang ‘hal yang mesti diperbuat bagi orang muda’ untuk membangkitkan, menggerakkan orang muda semakin aktif dalam pelayanan di Gereja. Di hari yang sama, peserta penutupan pra-IYD III 2023 melaksanakan aksi sosial di sekitar kompleks pusat paroki, Pasar Lama, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Asri Airmolek, diakhiri olah raga bersama di pekarangan paroki. Malam harinya, berlangsung pentas seni dan dilanjutkan refleksi kegiatan yang dijalani semasa kegiatan pra-IYD. Aktivitas hari itu diakhiri acara api unggun.

Perjumpaan terakhir pada hari keempat (4/6), usai Misa Kudus, berlangsung seremoni penutup serta pemanggilan utusan IYD III 2023 Keuskupan Padang ke Palembang (26-30/6). Usai foto bersama, seluruh rangkaian kegiatan ditutup resmi oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang yang ditandai pemukulan gong di gedung Theresia Center. Didapat informasi dari Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang, Leony, terdapat 55 utusan Keuskupan Padang pada IYD III 2023 di Palembang, terdiri dari 49 orang muda Katolik didampingi 6 imam.

Dihubungi terpisah, salah satu peserta asal Paroki Siberut Kevikepan Mentawai, Filipus Karunia Rahmanto Panggabean (16) berkomentar, “Saya banyak belajar di kesempatan ini, terutama dalam hal rohani. Dalam outbond, saya belajar lebih menghargai, membantu, bekerja sama, memahami karakter tiap individu dalam kelompok agar kompak dan solid. Begitupun dengan pembelajaran lewat empat materi Romo Kristy. Jujur, saya tidak mengira sebagai utusan paroki pada kesempatan ini.”

Peserta lainnya, utusan Paroki Kotabatak Kevikepan Riau, Veronika Sri Lestari Yudiandani (25) mengaku senang dan menikmati pertemuan ini. “Sungguh senang berjumpa sesama teman penggerak OMK berbagai Paroki. Saya tertarik dengan materi sesi pertama Romo Kristy ‘I Am’. Meski tidak terpilih menjadi peserta utusan Keuskupan Padang ke Palembang, saya merasa gembira bisa ikut acara penutupan pra-IYD III 2023 ini. Itu sudah cukup bagi saya! Semoga, mereka yang terpilih siap melayani dan berkarya di parokinya kelak. Semoga kami yang pernah mengikuti pertemuan ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan lebih tangguh.” ucap Vero.

Sementara itu, salah satu peserta utusan Paroki Sawahlunto Kevikepan Sumatera Barat daratan, Larman Yosef Simarmata (20) mengatakan, “Pada momen ini, saya berinteraksi, bertemu, berkumpul bersama banyak orang baru. Pertemuan ini sungguh seru sekali berlangsungnya. Saya pribadi merasa banyak hal positif hingga penutupan Pra-IYD III 2023 ini. Saya senang bisa ikut dan terpilih sebagai utusan IYD III 2023 Keuskupan Padang di Palembang. Saya sungguh tidak menyangka terpilih.  Perasaan bersyukur dan gembira terus dalam hati dan pikiran saya. Pada momen tersebut, saya dapat mengenal teman OMK dari berbagai pelosok Indonesia. (and)

Punya ‘Mimpi’ Program Pelayanan

Saya senang dan bangga bisa hadir dan berdinamika bersama peserta pra-IYD III 2023 Palembang dan para penggerak OMK se-Keuskupan Padang. Antusiasme, semangat, dan suka cita ini makin terasa karena Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto hadir bersama menemani teman-teman muda dalam pertemuan ini. Beginilah seharusnya Gereja berjalan bersama. Orang muda menyadari peran dan keterlibatannya dalam hidup menggereja dan memasyarakat.

Saya membekali peserta tentang “bagaimana mengusahakan terbentuknya komunitas yang baik” berdasarkan dari asset yang dimiliki. Fokusnya ada pada hal-hal baik yang dimiliki, bukan semata-mata masalah demi masalah. Saya rumuskan materi pembekalan menjadi I am, I have, I can, dan I will. Saya berharap teman-teman muda bisa menyadari hal baik yang mereka punyai sekaligus asset kebaikan yang ada dalam diri teman-temannya, relasi dengan seluruh anggota Gereja, lokasi, dan relasi dengan masyarakat.

Dengan menyadari asset kebaikan yang dimiliki, orang muda bisa melakukan sesuatu, terlibat, dan punya ‘mimpi’ program pelayanan; misalnya apa yang mau mereka perbuat di paroki masing-masing?! Para peserta pra-IYD III 2023 Palembang terlihat sudah siap mewakili Keuskupan Padang pada IYD III 2023 Palembang (26-30 Juni 2023). Hal itu terlihat dari semangat mereka, refleksi-refleksi, bonding mereka sebagai kelompok. Kesiapan ini pasti terbangun dari proses pra-IYD yang disiapkan dengan baik oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang. Semoga di IYD III 2023, utusan Keuskupan Padang juga bisa berproses dengan baik, sehingga dapat berbagi semangat dan menjadi penggerak di paroki dan keuskupan usai IYD. (Rm. Frans Kristy Adi Prasetya – Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia)/and.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *