Selama ini, kita mengenal istilah ‘keras kepala’ yang cenderung beraroma atau bernuansa negatif. Namun, karena bahasan kita adalah psikologi positif; maka kami menerjemahkan ‘keras kepala’ sebagai strong willed. Pengertian strong willed bukan keras kepala (atau orang Padang bilang kareh hangok) melainkan mempunyai kemauan kuat. Berkemauan kuat terkait dengan kepribadian yang mempunyai visi di masa mendatang serta mempunyai niat dan usaha/upaya untuk mencapainya.

Dalam psikologi positif, ‘keras kepala’ bukan merupakan sesuatu yang negatif serta berdampak buruk. Strong willed sangat jauh berbeda keadaannya dengan orang yang mempunyai tipikal bossy. Seseorang yang strong willed mau berargumen, mendengarkan penjelasan, bisa berlogika, mengerti sebab dan akibat. Individu dengan tipikal bossy merupakan hasil didikan yang lebih berfokus pada hasil. Maka, kerap terucap, “Pokoknya, saya mau ini dan mesti tercapai! Harus ada!”

Umumnya, orang dengan tipe bossy tidak mau peduli tentang suatu proses, serta berbagai tahapan yang mesti dilalui (step by step). Yang dia ketahui adalah mencapai hasil secara instan, dalam tempo singkat. Sungguh berbeda dengan orang strong willed – yang tahu cara yang tepat untuk mencapai atau mendapatkan sesuatu. Kalaupun ada hal yang tidak diperbolehkan atau larangan, namun bila dapat diterima dengan akal logikanya, individu strong willed akan mau mengerti atau memahaminya.

Strong willed tidak luput dari watak atau kepribadian seseorang. Itulah fitrah manusia yang punya keunikan masing-masing serta punya kecenderungan bawaan. Ada orang yang pasrah menerima keadaan. Namun, ada pula orang yang strong willed dan punya konformitasnya tinggi. Bisa juga karena ada pengalaman-pengalaman masa lalu menyebabkan seseorang strong willed. Kala itu, mungkin ada beberapa hal yang dia relakan, tetapi kemudian menyesal berikutnya. Itu akan membuatnya menjadi pribadi yang strong willed.  Terkait manusia tipe ini, kebanyakan memang karena bawaan tipe kepribadian yang dibawa manusia sejak lahir dan punya keunikan masing-masing. Dari lingkungan pun, seseorang bisa meniru atau mengimitasi hal-hal yang dilihat atau didengarnya; misalnya dari orangtua, kakak, atau orang yang ada di sekitarnya. Juga, orang strong willed tidak terbatas pada etnis tertentu.  Orang strong willed lebih banyak disebabkan watak, selain karena hal lain, misalnya imitasi/peniruan, pengalaman hidup.

Strong willed adalah sebuah karakter! Singkat kata, dalam pengertian psikologi positif, orang dengan strong willed mempunyai kemauan keras. Dalam relasi sosial, orang yang strong willed memang tidak semua orang bisa menerimanya. Tetapi, orang strong willed berpotensi untuk menjadi pemimpin, karena individu tersebut mempunyai visi yang besar, punya kemauan yang kuat, serta usaha yang tepat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *