Saat tinggal di Seminari Menengah Maria Nirmala, pertama-tama saya rasakan adalah perasaan sedih, karena harus meninggalkan orangtua di rumah. Namun, ternyata saya juga mendapat teman-teman yang baru di sini serta bisa menjalin persaudaraan yang baik. Hal tersebut tidak luput dari dukungan teman di seminari.

Selama tinggal satu minggu di seminari ini, saya melihat fasilitasnya sungguh memuaskan. Mengapa? Di sini tersedia fasilitas yang dapat menunjang pendidikan bagi para calon imam itu. Di sini terdapat ruang belajar, ruang kapel untuk berdoa dan meditasi untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Juga, ada sarana olah raga; antara lain lapangan bola kaki, lapangan bola basket, bulu tangkis, tenis meja, serta  sejumlah fasilitas lainnya yang dapat mendukung perkembangan hidup rohani di seminari ini.

Motivasi utama saya masuk seminari adalah untuk menjadi seorang imam, serta ingin membentuk jati diri agar lebih baik kelak, lebih disiplin dalam kehidupan. Saya tidak mau terlalu bebas sebagaimana kehidupan di luaran sana yang hanya memikirkan dan kenyamanan diri sendiri. Bahkan, adakalanya sampai membuat kehancuran bagi diri sendiri. Hidup kita mesti memberi arti untuk Tuhan dan sesama. 

Sebelum di Maria Nirmala ini, saya pernah belajar di Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar.  Selama di Seminari Menengah Christus Sacerdos kami belajar mendekatkan diri kepada Tuhan dan menguatkan panggilan agar tetap bisa berjalan terus dengan dukungan doa-doa, membaca buku-buku rohani. Selain itu, ada juga hikmah penting berada di Christus Sacerdos, yakni kepedulian serta saling dukung di antara sesama seminaris.

Saya mengajak teman-teman lelaki agar juga memilih masuk seminari dan mendekatkan diri pada kegiatan rohani. Marilah masuk ke seminari! Cobalah kehidupan baru! Dengan menjalani hidup di seminari, pasti ada rasa keterpanggilan menjadi imam, apalagi bagi kita di Keuskupan Padang masih banyak kekurangan imam. Saya dan Anda boleh berharap para teman muda membawa dirinya agar semakin bertumbuh iman dalam Kristus di Keuskupan Padang. 

(Andrian Sinaga – Seminaris asal Paroki St. Petrus Rasul Kotabatak, Riau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *