Memiliki keturunan adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Kehadiran buah hati menghadirkan warna tersendiri bagi rumah tangga. Melengkapi kebahagian, menambah semangat sang ayah untuk mencari rezeki, menegaskan sang istri akan statusnya sebagai seorang ibu. Mengalami kehamilan merupakan pengalaman yang paling menyenangkan, penuh tantangan, sekaligus mengubah hidup seorang wanita.

Memang masa kehamilan merupakan saat yang menentukan untuk membentuk anak sehat, cerdas, dan membanggakan. Apabila kita tidak memperhatikan dan merawat kehamilan dengan baik, kemungkinan anak yang akan kita lahirkan tidak sesuai dengan pengharapan dan idaman kita. Saat ini masih banyak para ibu dan calon ibu yang menganggap bahwa kehamilan merupakan proses yang biasa sehingga tidak perlu diperlakukan secara luar biasa. Anggapan seperti ini jelas salah. Banyaknya kasus anak lahir cacat, kelainan pada janin bahkan kematian saat persalinan yang terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan merawat kehamilan.

Pasangan suami-istri (pasutri) Alfonsus Wahyu (27)  dan Fidelis Galuh Yosa Setri (26) sedang menantikan buah hati yang pertama. Mereka mengaku,”Menunggu kelahiran memang sangat menyita pikiran, karena kita harus mempersiapkan banyak hal sebelum hari lahirnya tiba. Adapun persiapan paling utama adalah mental diri sendiri, sebagai suami dan istri yang kuat, supaya bisa bersalin dengan lancar. Sebentar lagi kami akan menjadi orangtua. Kami berkomitmen dalam pernikahan harus siap menghadapi momen ini,” ujar Wahyu.

“Pada saat bulan awal kehamilan, istri saya masih beraktivitas seperti biasa. Ia bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Padang. Istri saya menghadapi banyak tantangan mental serta perubahan bentuk tubuhnya selama kehamilan. Berat badan meningkat, perut membesar, lebih mudah capek, sesak nafas, suhu tubuh meningkat, dan lain-lain,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, “Untuk meringankan beban ibu hamil, selama bekerja sang ibu harus mencukupi asupan nutrisi. Caranya, dengan mengonsumsi makanan bergizi secara teratur, olahraga ringan, menghindari stres. Selain itu, sangat penting untuk rutin cek kesehatan dan kontrol kandungan setiap bulan. Tujuannya untuk memastikan perkembangan janin yang optimal. Tantangan sering kami hadapi dalam mengelola waktu, antara pekerjaan dan keluarga. Kita sepakat harus saling pengertian.”

Tak hanya itu, sambung Wahyu, ia dan istri juga menyiapkan segala keperluan untuk menghadapi kehadirian buah hatinya yang pertama ini. “Beberapa bulan sebelum melahirkan, kami harus mempunyai kondisi finansial yang cukup. Hal ini penting untuk membeli dan mempersiapkan berbagai perlengkapan bayi; misalnya baju bayi, selimut, alat mandi, tempat tidur, dan lain-lain. Kami sudah merencanakan rumah sakit yang dipilih sebagai persalinan. Sejauh ini berbagai persiapan sudah cukup dilakukan. Semoga tidak ada hal yang terlewatkan,” ucapnya.

Sebagai calon orangtua baru, Wahyu dan istri mempersiapkan diri agar bisa menjadi teladan yang baik. Wahyu menjelaskan, “Peran keluarga sangat besar untuk menentukan sifat seorang anak. Maka, saat anak lahir, kami akan mengajarkan dan mencontohkan sesuatu yang baik juga. Dengan begitu anak bakal terbiasa menerapkan dan menelandani sikap yang baik. Kehadiran anak di tengah keluarga memang membahagiakan. Setiap pasangan tetap harus bahagia, baik sebelum maupun setelah memiliki buah hati, ungkapnya mengakhiri.(ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *