Setiap orang beriman dipanggil dan diutus untuk mewujudkan imannya melalui perbuatannya (Yak 2:14, 17)

Pesta demokrasi yang terwujud dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden serta wakilnya (Pilpres) harus berjalan secara baik dan bermartabat. Perhelatan politik dalam upaya mencari wakil rakyat dan para pemimpin merupakan salah satu perwujudan hidup berdemokrasi yang harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengedepankan nilai-nilai moral, etika, dan hak asasi manusia. Momentum ini juga sebagai wujud nyata praktik berdemokrasi yang prosedural dan substansial yang diharapkan terpenuhinya hak asasi warga negara Indonesia.

Dalam konteks politik seperti itu, kita umat Katolik Keuskupan Padang sebagai bagian dari bangsa Indonesia dipanggil untuk ikut terlibat dalam upaya menghidupi dan mengembangkan demokrasi demi terwujudnya kesejahteraan hidup bersama.

Mewujudkan Pemilu yang berkualitas merupakan visi bersama tak terkecuali bagi umat Katolik. Pemilu yang berkualitas tentunya tidak hanya berhenti pada kata-kata saja, melainkan juga perbuatan. Seharusnya partisipasi aktif umat Katolik Keuskupan Padang dalam Pemilu yang akan datang tidak hanya sekedar menggunakan hak pilih saja, melainkan harus ikut serta juga mengawasi penyelenggaraan Pemilu.

Pada dasarnya partisipasi aktif itu tidak boleh melanggar prinsip etis Pemilu, antara lain : (1) tidak untuk melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan peserta Pemilu, (2) tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan Pemilu, (3) bertujuan untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat secara luas, dan (4) upaya mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan Pemilu yang aman, damai, tertib dan lancar.

Konsili Vatikan II dalam dokumen Apostolicam Actuositatem (AA) sangat mendorong kita, umat Katolik Keuskupan Padang, agar ikut memperbaiki dan menyempurnakan dunia. Kita tidak hanya diutus untuk menyampaikan warta tentang Kristus dan menyalurkan rahmatNya kepada sesama, tetapi kita harus ikut merasuki dan menyempurnakan tata dunia dengan semangat injili.

Kita sebagai umat Katolik Keuskupan Padang merupakan persekutuan umat beriman berdasarkan Tritunggal Maha Kudus yaitu Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Karena Allah yang kita imani itu hidup dalam persekutuan kasih yang memandang Pancasila sebagai wadah kesatuan dan persatuan nasional serta menerima Pancasila sebagai landasan hidup yang sungguh-sungguh dapat menjadi wadah pemersatu pelbagai golongan di dalam masyarakat Indonesia.

Mengenang Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia (2017) yang mempertegas kembali bahwa para pendiri bangsa (founding fathers) dengan sangat tegas dan benar telah mewariskan Pancasila kepada bangsa Indonesia. Hanya Pancasila yang dapat menjadi dasar negara dan falsafah kehidupan bangsa Indonesia yang sangat multikultur, karena digali dari nilai-nilai luhur nusantara.

Dalam konteks agenda politik Pemilu tahun 2024 mendatang yang akan digelar di 38 provinsi, kita sebagai umat Katolik Keuskupan Padang, khususnya dalam hal ini para gembala umat diharapkan hadir dalam membimbing umatnya agar tidak terpecah belah oleh pilihan politik yang berbeda, berdaya tahan terhadap serbuan kampanye berbau SARA, dan mendorong kaum awam yang potensial untuk ikut serta dalam kontestasi politik tersebut. Gaudium Et Spes No. 75 : “Mereka yang cakap atau berbakat hendaknya menyiapkan diri untuk mencapai keahlian politik, yang sukar sekaligus amat luhur dan berusaha mengamalkannya tanpa memperhitungkan kepentingan pribadi atau keuntungan materiil.”

Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menyatakan bahwa “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Makna dari kedaulatan berada di tangan rakyat yaitu bahwa rakyat memiliki tanggung jawab, hak dan kewajiban untuk secara demokratis memilih pemimpin yang akan membentuk pemerintahan guna mengurus dan melayani seluruh lapisan masyarakat serta memilih wakil-wakil rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan dari pusat sampai ke daerah.

Mari bersama-sama kita rapatkan barisan menghitung potensi untuk menempatkan wakil-wakil kita di lembaga legislatif pada semua tingkatannya.       

(Valentinus Gunawan
Umat Paroki Katedral St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *