Hari Orang Muda Indonesia atau Indonesian Youth Day (IYD) III 2023 Palembang, Sumatera Selatan telah berakhir pada Kamis (29/6). Tema IYD 2023 “Orang Muda Katolik, Bangkit dan Bersaksilah!” Perayaan Ekaristi juga menandai pembukaan IYD 2023 dipimpin Uskup Agung Palembang Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi Ketua Komisi Kepemudaan KWI sekaligus Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, bersama sebelas uskup lainnya.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC menandai penutupan seluruh rangkaian aktivitas IYD (26-30/6). Mgr. Antonius didampingi Uskup Agung Palembang Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, dan Uskup Emeritus Palembang Mgr. Aloysius Sudarso. Pertemuan IYD III 2023 dipusatkan di Jakabaring Sport City Palembang, diikuti 1.508 peserta, terdiri dari 37 ketua kontingen, 1.270 OMK, dan 201 pendamping, serta melibatkan 400-an panitia pelaksana.

Dalam sambutannya, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC berharap lewat IYD 2023, anak muda Katolik mengalami transformasi dari orang muda biasa menjadi OMK yang solid dan solider serta tanggap dan tangguh. “Lewat pengalaman lima hari dan perjumpaan dengan banyak pihak dalam keberagaman bahasa, budaya, dan agama, OMK menjadi pribadi yang memiliki komitmen utuh untuk berbelarasa dengan siapa pun yang membutuhkan sebagai ungkapan iman teguh akan Kristus karena tanggap terhadap realitas terutama yang ada di sekitarnya dan tangguh dalam mewujudkan kehiduapan yang beraromakan Injil,” ungkap Mgr. Anton dalam sambutannya.

Uskup Bandung ini menambahkan, “OMK akan berani untuk mengambil peran penting dalam kehidupan di mana pun sesuai dengan situasi, kondisi, posisi, dan fungsinya masing-masing. Semoga dengan demikian OMK bisa menjadi pilar Gereja dan teladan masyarakat. Marilah, OMK bangkit dan bersaksilah. Pengalaman rahmat telah

diterima selama IYD, kini tiba waktunya untuk sukarela dan sukacita pergi keluar bergegas dan bersaksi membawa Kristus yang berbelarasa kepada mereka, terutama seperti kata Sri Paus Fransiskus, yang berada di pinggiran baik secara geografis maupun psikologis.”

Lima tahun lagi, 2028, IYD keempat berlangsung di Keuskupan Sorong Manokwari Papua. Uskup Agung Palembang, selaku tuan rumah IYD III 2023 menyerahkan Salib IYD kepada Ketua Komisi Kepemudaan KWI Mgr. Pius Riana Prapdi. Selanjutnya, secara simbolis, Mgr. Pius menerima Salib IYD – mewakili Keuskupan Sorong Manokwari Papua – sebagai tuan rumah penyelenggaraan IYD IV 2028.

Sementara itu, rombongan OMK Keuskupan Padang meninggalkan lokasi kegiatan pada hari Jumat (30/6) pukul dua siang. Rombongan – terdiri dari dua bus pariwisata – ini tiba Sabtu (1/7) malam, di Kompleks Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Padang, setelah menempuh perjalanan darat sekitar tiga puluh jam.

Kru GEMA, yang telah menunggu dua jam sebelum kedatangan rombongan, mengumpulkan sejumlah komentar dari perwakilan peserta dan pendamping. Bertoni Chandra dari Paroki St. Yosef Duri menyatakan perjalanan panjang diisi aktivitas bernyanyi dan bercanda agar tidak terasa membosankan. “Saya mendapat banyak teman baru dari keuskupan lain, terutama dari Keuskupan Agats dan yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiba di paroki asal, saya berupaya menerapkan banyak hal yang diperoleh dari IYD III 2023, terutama tentang berinteraksi dan berdinamika dengan teman sebaya,” ungkapnya.

Capek, Senang, Puas

Julius Gultom dari Paroki St. Petrus dan Paulus Bagansiapiapi mengungkapkan perasaannya. “Meskipun badan ini capek namun saya sangat senang dan memuaskan hati. Ada kebanggaan sebagai perwakilan dari paroki menjadi bagian rombongan OMK Keuskupan Padang pada IYD 2023. Suatu pengalaman bisa berbagi cerita bersama sesama teman OMK dari keuskupan lain. Jujur, saya mendapat banyak pengalaman dan pemahaman dari waktu sebelumnya, sehingga semakin menyemangati saya bisa bangkit dan bersaksi di paroki. Saya mengajak teman-teman untuk bangkit dan bersaksi di paroki, mengembangkan potensi yang dimiliki OMK. Kitalah orang muda tonggak dan masa depan Gereja,” tandasnya penuh semangat.

Kegembiraan, syukur, dan suka cita juga dialami Antonius Febrian Silalahi dari Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalankerinci. “Banyak hal yang saya alami, termasuk tantangan dan gejolak selama mengikuti IYD 2023 yang akhirnya bisa saya atasi. Pengalaman membekas saat berada di biara susteran (postulat dan novisiat) dan berjumpa seorang suster yang berasal satu daerah dengan saya. Setiba di paroki asal, saya akan bangkit dan bersaksi, serta berniat melihat berbagai tantangan dan peluang yang dapat dilakukan berupa program-program baru di paroki. Semoga bisa memajukan OMK paroki,” ungkapnya.

Rekannya, Agatha Nathalia Marito Jaya dari Paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai mengaku sangat senang mengikuti IYD 2023. Selain menemukan banyak teman baru, Agatha mengaku beroleh pengalaman baru yang tidak bisa dilupakan.  “Satu pengalaman membekas adalah saat mendapat kesempatan berkunjung ke Pesantren An-Nur di daerah Ogan Komering Ilir (OKI). Perjumpaan dengan teman-teman di pesantren, membuat saya belajar dan menyadari bahwa banyak keberagaman. Itu berarti adalah bahwa kita harus menumbuhkan keharmonisan di antara penganut agama. Sekembali ke paroki, saya pun akan memberikan pembekalan pada sesama teman OMK mengenai pengenalan tentang Christus Vivit, serta mengupayakan anak muda bangkit dan bersaksi,” ujarnya.

Salah satu peserta IYD III 2023 asal Paroki Santa Maria Auxilium Christianorum, Evalena S. menyatakan perjalanan ke Palembang merupakan perjalanan pertama yang cukup lama di perjalanan dan cukup melelahkan. Pengalaman outing di sebuah rumah retret sungguh berkesan. “Di tempat ini, banyak pengalaman berharga berkaitan dengan semangat toleransi. Juga, ada satu penugasan “ABCD”, di mana kita bisa menemukan asset-asset yang terdapat di paroki kita masing-masing.  Salah satunya adalah membentuk tim-tim kecil yang sesuai dengan hobi, perkumpulan tertentu yang bakal berguna bagi paroki kelak,” kata Eva.

Sementara itu, salah satu utusan dari Paroki Katedral St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Padang, Septian Chandra yang terlihat mulai ‘kehabisan suara’ mengaku akibat kehebohan yang dijalani penuh semangat IYD 2023. “Kita pun ikutan bersemangat, antara lain dalam yel-yel yang penuh keseruan bersama. Kehebohan berlangsung saat semua peserta menyanyikan theme song ‘Orang Muda Katolik, Bangkit dan Bersaksilah!’ Juga ada lagu-lagu pujian OMK lainnya, permainan (games), teka-teki lainnya,” kata Septian.

Septian juga mengungkap ‘bekal’ yang didapatnya saat IYD 2023 dan dibawa ke parokinya adalah sikap dan semangat beradaptasi dengan lainnya. “Saya mampu menerima kelebihan dan kekurangan satu dengan yang lainnya. Itu pembelajaran baru, karena dalam IYD, kami berjumpa dengan banyak orang. Juga, bagaimana mengelola emosi-emosi dari teman lainnya, sehingga tidak mengganggu kinerja dan keterlibatan mereka di OMK,” ujar Septian.

Ujaran senada dengan peserta lain juga diungkap Juan Stefanus Zai dari Paroki St. Maria Bunda Yesus Padang. “Banyak teman seantero Indonesia berkumpul saat IYD 2023 ini. Kita berkumpul bersama, saling berkenalan, bertukar pikiran tentang situasi paroki dan keuskupan masing-masing. Sepulang dari Palembang, saya berencana mengumpulkan teman-teman OMK paroki dan membagikan pengalaman; sekaligus memperkenalkan pemikiran I have, I am, I can, I will yang didapat pada penutupan pra-IYD 2023 kemarin. Juga, saya akan mengumpulkan penggerak-penggerak OMK paroki untuk membicarakan hal yang dapat dilakukan di waktu mendatang,” katanya penuh semangat.

Berani Bersaksi!

Sementara itu, selain peserta, kru GEMA juga mengumpulkan komentar sejumlah pendamping. Salah satu pendamping rombongan yang Seksi Kepemudaan Kevikepan Mentawai, P. Jhon Mezer Manullang, Pr menyatakan kegiatan IYD memunculkan suasana penuh suka cita, identitas sebagai OMK untuk semakin hidup-berkembang-membuahkan hasil juga semakin jelas. Terlihat lewat aneka kegiatan OMK di tingkat paroki maupun keuskupan.

Pada kesempatan IYD 2023, sambung P. Jhon, dirinya terkesan dengan kegiatan dan jadwal IYD III 2023 yang terlaksana dengan baik – sesuai yang disusun panitia. “Kontingen Keuskupan Padang ikut serta dalam kegiatan, berpartisipasi aktif dalam kelompok keuskupan maupun dinamika kelompok. Semuanya ambil bagian dan bersukacita. Berjalan bersama dan mengenal satu dengan yang lainnya, tidak hanya sebatas keuskupannya saja. “Kepada OMK, saya berpesan untuk berani bersaksi dan bangkit agar bisa melaksanakan ‘tugas’ sebagai penggerak OMK di parokinya. Hasil IYD III 2023 juga berbuah di tiap paroki. Untuk bisa bangkit dan bersaksi dalam hidup sehari-hari, OMK mesti berani keluar dari zona nyamannya sendiri,” ujar P. Jhon.

Dihubungi terpisah, Rektor Seminari Maria Nirmala Padang yang juga salah satu pendamping rombongan, P. Prian Doni Malau, Pr mengisahkan lika-liku perjalanan pergi dan pulang.  “Banyak sekali pengalaman membekas yang kami alami dan rasakan. Tentu saja, yang berkesan tatkala semua OMK se-Indonesia berkumpul jadi satu. Begitupun tatkala para uskup berkumpul bersama di Palembang, serta panitia yang telah menyiapkan acara sebaik mungkin. Semua berlangsung lancar. Anggota kontingen Keuskupan Padang kembali dengan sehat, tiba dengan selamat di Padang, dan tak ada yang kurang satu pun. Setelah IYD III 2023, ‘mantan peserta’ menjadi motor penggerak OMK di tempatnya,” tandasnya.

Selain mengisahkan perjalanan Padang ke Palembang dan kembali lagi ke Padang yang cukup panjang, rekan sesama pendamping rombongan yang juga pastor rekan Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat, P. Marudut Xaverius Nainggolan, Pr mengungkap tiga kali perhentian rombongan dalam perjalanan pulang. “Oleh-oleh yang dibawa pulang peserta maupun pendamping tidak luput dari ‘pembekalan’ sebelum berangkat ke Palembang. Ternyata, di lokasi, segala sesuatu yang telah didapatkan selama ini direfleksi ulang, diendapkan ulang, supaya semua pembelajaran dan program-program yang telah dibuat dapat diterapkan oleh tiap orang muda sebagai penggerak di parokinya. Sekurang-kurangnya dimulai dari stasi. Itulah kiranya sebagai ‘buah tangan’ sebagai peserta dan pendamping. Para alumni IYD III 2023 menjadi penggerak di paroki, kevikepan, dan keuskupan,” tukasnya bersemangat.

Parokus Keluarga Kudus Pasaman Barat yang juga ikut mendampingi peserta OMK Keuskupan Padang, P. Anselmus E. Tampubolon, Pr. bersukacita dengan seluruh OMK peserta IYD 2023 – dari berbagai penjuru Indonesia, dari berbagai keuskupan. “Dari hasil kegiatan yang saya ikuti, saya menyimpulkan bahwa OMK diminta berani mewartakan apa saja yang ada dalam dirinya. OMK tidak boleh lagi takut dan mengatakan tidak bisa! Mereka pasti bisa karena punya kemampuan! Selanjutnya, sebagai seorang pastor/gembala dan imam, kami menunggu ‘aksi nyata’ selanjutnya yang nyata sekembali dari IYD III 2023 Palembang demi perkembangan dan kemajuan Gereja. Ayo OMK, bangkit dan bergeraklah! Bersaksilah, siap diutus di mana pun berada, bersama dengan siapa pun dan apa pun yang dialami,” tandas P. Ansel menutup percakapan. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *