PADANG – “Nikmatilah masa muda kalian! Saat/masa kita belajar, merasa dicinta dan mencintai, belajar berani dan tidak menjadi takut. Beda dengan cara Yesus mendidik murid-muridNya, cara Yesus mendidik kita – kaum muda. Itulah beda karunia yang sangat manusiawi. Pertama-tama, harus dibentuk adalah suasana. Tidak mungkin orang belajar kalau orang merasa tidak kerasan seperti di rumah sendiri,” ucap Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX (24/6).

Penggalan kalimat tersebut disampaikan Uskup Vitus dalam homili Perayaan Ekaristi pemberangkatan OMK Keuskupan Padang menuju Indonesia Youth Day (IYD) III 2023 di Palembang, Sumatera Selatan. Pada kesempatan ini, berlangsung pemberkatan rombongan oleh Bapa Uskup dengan recikan air suci. Uskup menambahkan, “Orang muda yang terlibat ikut Kirab Salib, live-in, sharing dan ungkap pengalaman, terlibat dalam lingkungan umat, serta merasakan keramahtamahan kelompok menjadi satu keluarga. Pada IYD III sejumlah uskup juga ikut hadir. Gereja ‘mencintai’ kaum muda sebagaimana Tuhan mencintai kita seutuhnya. Kaum muda bukan orang yang dianggap remeh, justru diberi tempat untuk berbicara/berpendapat, berkreasi, dan sungguh berharga di hadapan Tuhan.”

Pada bagian lain homili, Bapa Uskup mendorong orang muda berkreasi tanpa perlu takut salah. Justru, sambung Uskup Vitus, orang muda belajar dari kesalahan. “Orang-orang dewasa pantas mendukung orang muda dalam doa, termasuk perjalanan yang ditempuh pada mala mini menuju Palembang, hingga kembali pulang ke tempat masing-masing. Kaum muda diutus berkarya di parokinya, menjadi saksi-saksi suka cita. Gereja berjalan bersama dan menjadi dinamis berkat orang muda,” ujar Uskup Vitus lagi.

Rombongan OMK Keuskupan pada IYD III 2023 terdiri dari 49 orang muda dan 6 pendamping. Sebelum Perayaan Ekaristi, peserta berdatangan dari berbagai paroki se-Keuskupan Padang, sejak Jumat (23/6), di Aula Paroki St. Fransiskus Assisi Padang. Sembari memanfaatkan waktu yang ada, para anggota rombongan mendapatkan ‘pembekalan’. Informasi yang didapatkan GEMA, Jumat (23/6) malam, peserta mendalami materi Refleksi IYD. Pertemuan hari tersebut diakhiri doa ala Taize.

Hari kedua, Sabtu (24/6), masih terdapat peserta yang datang dari paroki yang cukup jauh dari Kota Padang. Usai ibadat pagi (Laudes) dan sarapan, peserta terlibat dalam materi dua sesi mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca IYD III 2023 berlangsung, hingga saat santap siang bersama. Usai persiapan administrative, gerak lagu, dan latihan koor, olah raga sore, dan mandi; berlangsung Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan Uskup Padang, sekaligus melepas resmi pemberangkatan rombongan OMK Keuskupan Padang. Sekitar pukul sembilan malam, rombongan meninggalkan lokasi pembekalan menuju lokasi IYD III 2023 di Palembang dengan semangat bernyala-nyala.

Dihubungi terpisah, kepada GEMA, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang, P. Alfonsus Widhiwiryawan, SX mengatakan, “Pembekalan peserta berlangsung dalam tiga kali pertemuan, yakni live-in di Pasaman Barat, pembekalan di Airmolek dan kini terakhir di Padang. Yang menarik perhatian kami adalah ‘pembekalan’ pasca IYD III 2023 di Palembang. Yang pasti, kita akan membangun Keuskupan Padang, mendukung program Bapa Uskup pada tahun 2023 sebagai Tahun Komunitas Basis Gerejani.”

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang ini melihat Gereja di Keuskupan Padang masih muda, terbentuk tahun 1961. “Generasi Katolik di sini (Keuskupan Padang – red.) terlihat masih sangat muda. Maka, kita perlu melibatkan orang muda serta memberi ruang kepada mereka dalam pelayanan-pelayanan yang dibuat di paroki. Maka, dari pembekalan yang pernah mereka jalani, saya berharap peserta IYD III 2023 tahu menempatkan dirinya di paroki masing-masing, memberikan pelayanan sesuai dengan porsi mereka. Jadi, tidak hanya menjadi ‘tukang parkir’, jaga gereja, atau kegiatan bersih-bersih maupun angkat-angkat. Tetapi, mereka punya andil yang sangat signifikan untuk membangun komunitas di paroki dan Keuskupan Padang ini. Diutus sebagai penggerak,” tukasnya.

Sehubungan pembekalan yang dijalani sebelum berangkat menuju Palembang, tiga perwakilan peserta memberikan komentarnya kepada GEMA. Maria Karen Saragih (Paroki St. Fidelis a Sigmarida Payakumbuh), Martinus Sebastian Sianturi (Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru) dan Filipus K. Panggabean (Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Siberut, Mentawai) umumnya tidak menyangka dan merasa beruntung terpilih sebagai utusan OMK Keuskupan Padang pada IYD III 2023 Palembang.

Karen mengaku bisa lebih matang setelah mengikuti berbagai persiapan dan pembekalan sebelum menuju Palembang. “Sangat berguna dari pengalaman dan persiapan sebelum berangkat, khususnya saling berbagi pengalaman di kalangan peserta orang muda,” ujarnya. Ungkapan senada disampaikan Martinus. “Dari berbagai persiapan yang telah jauh hari dilakukan, rangkaian tersebut sungguh mengayakan saya. Semoga kelak saya bisa berguna bagi paroki dan keuskupan ini. Saya mendapat banyak pengalaman yang sangat berharga, yang belum tentu bisa didapat orang muda. Filipus berujar sama, “Semua rangkaian yang kami jalani hingga pemantapan hari ini (23-24/6), sungguh membuat kami sebagai peserta IYD III 2023 untuk lebih percaya diri, bersaksi menyatakan dan mewartakan Kristus.”

Terkait rencana usai ikut IYD III 2023, Filipus menyatakan akan mengunjungi stasi-stasi yang ada di parokinya. “Untuk berbagi pengalaman yang didapat sejak pra-IYD III hingga kembali dari Palembang,” ujarnya. Pada waktu yang sama, Martinus mengaku banyak kegiatan di parokinya namun belum maksimal terlaksana. Martinus berharap ada perubahan pola pikir tentang senioritas dan yunioritas. Karen bertekad akan mengembangkan banyak hal yang diperoleh selama pra hingga pasca IYD III 2023 di OMK paroki. “Saya berharap warga OMK dapat terlibat lebih aktif lagi lewat berbagai kegiatan yang dilaksanakan,” katanya. (hrd/ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *