BAGANBATU – “Umat Paroki Santa Maria Ratu Rosario Baganbatu ini istimewa, karena Dewan Pastoral Paroki (DPP)nya bukan hanya mendapatkan kesempatan mendengar pembekalan pertama tentang pengertian Tahun Komunitas Basis Gerejawi (KBG), tetapi juga menjadi tempat penutupan Tahun Keluarga dan pembukaan Tahun KBG Keuskupan Padang,” kata Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin dalam ramah-tamah usai Perayaan Ekaristi, Minggu (23/7).

Kunjungan pastoral ke Paroki Baganbatu menjadi ‘penutup’ dari rangkaian kunjungan pastoral Bapa Uskup pada tiga paroki di Riau. Sebelumnya, Bapa Uskup mengunjungi Paroki St. Ignatius Loyola Pasirpengaraian (6-11 Juli 2023) dan Paroki St. Yosef Duri (13-17 Juli 2023). Kunjungan pastoral di Paroki Baganbatu berlangsung 18-23 Juli 2023. Kunjungan ini terasa semakin spesial, sebab Bapa Uskup memimpin perayaan Ekaristi secara konselebrasi. Bapa Uskup didampingi Parokus Baganbatu, Vikaris Episkopalis (Vikep) St. Paulus Riau, Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Padang, serta sejumlah imam.

Dalam Perayaan Ekaristi (23/7), Uskup Vitus menutup Tahun keluarga dan membuka Tahun Komunitas Basis Gerejawi (KBG) Keuskupan Padang secara simbolis dengan pemukulan gong. Perayaan Ekaristi ini disiarkan langsung (live streaming) oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Padang lewat kanal Youtube Komisi Komsos K. Padang. Selain itu, koor gabungan dari umat paroki yang diiringi seruling dan taganing khas Batak – yang mengiringi madah pujian – makin menambah kemeriahan Perayaan Ekaristi.  Pada saat homili, Bapa Uskup membacakan Surat Gembala Uskup (SGU) di depan umat.

Setelah pembacaan SGU, Uskup Vitus menerimakan Sakramen Krisma pada 48 krismawan/krismawati. Saat dihubungi GEMA usai Perayaan Ekaristi, salah satu penerima Sakramen Krisma, Brigita Stella Sitindaon menyatakan persiapan dan pembekalan yang dijalani selama enam bulan. “Setelah menerimakan Krisma, saya merasa senang dan bahagia serta merasa terberkarti. Dengan menerima Sakramen Krisma ini, saya merasa telah dewasa dalam iman,” ucap Stella.

Hari Kakek Nenek

Hari minggu ini (23/7) juga puncak Hari Minggu Keluarga di Keuskupan Padang dan dirayakan juga Hari Kakek Nenek dan Lanjut Usia Sedunia ketiga. Usai Bapa Uskup menerimakan Sakramen Krisma kepada krismawan/krismawati, para perwakilan ibu dan bapak, pasangan suami-istri memperbarui janji pernikahannya sebagai sukacita rahmat Tuhan kepada seluruh keluarga. Pada kesempatan ini, Bapa Uskup memberikan bunga kepada keluarga-keluarga, yang diterima perwakilan dari tiga keluarga. Usai pemberian bunga, Bapa Uskup dan para imam mengucapkan selamat dan berpelukan kepada perwakilan keluarga dan lansia ini.

Usai Perayaan Ekaristi, panitia telah menyiapkan rangkaian acara ramah-tamah berupa manortor, persembahan hiburan dari umat, makan siang bersama, mangulosi. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan acara lelang. Hasil lelang digunakan untuk pembangunan gedung aula yang sedang dalam proses pengerjaan. Dalam ramah-tamah ini, berlangsung seremoni pelepasan balon dan pelepasan burung merpati sebagai ungkapan rasa sukacita serta kebahagiaan bersama keluarga-keluarga dalam membangun Komunitas Basis Gerejani. Selain itu, dalam keterangan panitia, juga sebagai simbol/cerminan ketulusan dan keikhlasan hati keluarga-keluarga yang mau membangun Gereja yang selalu bertumbuh dan berkembang menjadi keluarga Allah.

Terkait kunjungan Bapa Uskup dan momen-momen istimewa dalam Perayaan Ekaristi, Perwakilan DPP yang juga Ketua Panitia Kunjungan Uskup ke Paroki Baganbatu, Karolus Alexander Wasek mengaku gembira karena umat bisa berkumpul bersama setelah merayakan Perayaan Ekaristi yang agung ini. “Yang diinginkan umat adalah suatu kebersamaan yang terus dibangun, ditumbuhkan, serta dikembangkan sampai pada akhirnya bisa menghasilkan buah. Umat sudah siap menjadi benih yang jatuh di tanah yang subur,” kata Karolus lagi.

Karolus menambahkan, “Banyak hal sudah dirasakan umat saat kunjungan Uskup Vitus ke stasi-stasi untuk penerimaan Krisma, peresmian gereja sekaligus juga untuk berjumpa bersama dengan kelompok-kelompok kategorial, guru-guru beragama Katolik, dan pengurus gerejanya. Selain itu, juga berlangsung momen Nonton Bareng (Nobar) yang dilaksanakan di Stasi St. Paulus Balam Jaya Km. 32 oleh relawan Komisi Kepemudaan Keuskupan Padang, bekerja sama dengan Wanita Katolik Repulik Indonesia Cabang Baganbatu , Punguan Ina Katolik (PIK), Orang Muda Katolik (OMK), kelompok doa Kerahiman Ilahi dan sebagainya. Ini perwujudan Bapa Uskup yang mau menyapa kita semua dalam kerendahan hatinya.”

Tahun KBG

Dalam sambutannya saat ramah-tamah, Bapa Uskup berterima kasih kepada umat Paroki Baganbatu atas pengalaman kunjungan safari pastoralnya pada tiga paroki Riau – dimulai dari Pasirpengaraian, Duri, dan berakhir di Baganbatu. Selama kunjungan, kesan paling utama didapatkan Bapa Uskup adalah betapa besar antusias dan semangat umat di stasi-stasi untuk membangun Gereja.

“Tahun Komunitas Basis Gerejawi (KBG) mengajak kita untuk berjalan, bergerak, dan bangkit bersama. Pekerjaan Rumah (PR) paling besar di wilayah Riau, terdapat tiga belas paroki, adalah perkembangan paroki menjadi empat belas atau lima belas paroki. Mungkin tidak dalam waktu yang lama lagi. Ada banyak orang yang bermurah hati, dermawan yang bahkan berasal dari tempat jauh ikut membantu supaya pembangunan gereja di stasi cepat selesai,” kata Mgr. Vitus.

Saat berwawancara dengan GEMA, Parokus Baganbatu, P. Klitus da Gomez, Pr.  merasa bersukacita dan bahagia. “Saya tidak menyangka paroki ini menjadi tempat penutupan Tahun Keluarga dan pembukaan tahun KBG. Biasanya Surat Gembala Uskup diwartakan dari keuskupan. Namun, betapa bahagia dan suka cita umat di hari puncak kunjungan uskup di paroki kami mendapat kesempatan yang berahmat tersebut. Selain itu, keluarga-keluarga yang hadir dalam perayaan ini adalah keluarga yang sungguh memberi diri dalam KBG dengan semangat Roh Kudus. SGU yang disampaikan secara langsung Uskup Vitus kepada umat juga semakin memperkuat kami (umat paroki) terkait keluarga dan berkeluarga,” ungkapnya lagi.

Terkait Tahun KBG di Paroki Baganbatu, Pastor Klitus menjelaskan bahwa dirinya bersama umat paroki tidak berhenti dalam pewartaan tahun KBG. “Meskipun Tahun Keluarga telah ditutup, kami tetap bersatu dengan keluarga-keluarga untuk berdoa, bernyanyi, merayakan Ekaristi, beribadah bersama agar Tahun KBG berjalan dengan baik. Semua itu sudah terlaksana dan dengan animasi, pikiran, sabda. SGU juga semakin memperteguh iman serta keluarga-keluarga kami. Jika kita masuk ke dalam keluarga yang dibentuk Allah untuk kebersamaan dan mau mengambil bagian melalui ucapan dan perbuatan, pasti semuanya akan terjadi,” pungkas Pastor Klitus.

Senada Parokus, perwakilan DPP, Karolus Alexander Wasek menyatakan, “Setelah Tahun Keluarga, DPP punya program-program yang langsung datang ke stasi atau lingkungan. Diharapkan, umat basis yang sudah ada tetap digerakkan dan Program 10-15 keluarga berkumpul untuk sharing. Ada banyak masalah keluarga di paroki ini. Selama ini, DPP membantu berbagai persoalan; misalnya keluarga yang nyaris bubar dan terkait topik pernikahan beda agama. Kalau keluarga-keluarga kita tidak menyadari persoalan-persoalan ini, bakal repot nantinya. Kita mesti bangun pondasi dasar yaitu mempersiapkan anak-anak, OMK tingkat SMA dengan memberikan pembekalan yang lebih banyak.” (bud/ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *