Suatu sore, Romo Kebet dihampiri seorang remaja laki-laki ketika sedang jalan-jalan sore di halaman pastoran. “Selamat sore, Romo. Lagi santai yaa, Mo?!” sapa remaja itu. “Eh, Kevin. apa kabar? Iya nih, seperti biasa. Saya lagi menikmati suasana sore. Lumayan, sekalian mengeluarkan keringat,” balas Romo Kebet.

Seperti biasanya, Kevin menjawabnya dengan wajah ceria, “Kabar baik Mo. Ya begitulah, selalu sibuk pekerjaan. hehee.”

Kevin memang sering datang ke pastoran hanya untuk singgah ngobrol usai rutinitas kerja. Kevin seorang wirausahawan muda di bidang kerajinan tangan yang cukup aktif dalam kegiatan OMK dan belum menikah. “Vin, kamu kan sibuk, apalagi Romo tahu dan lihat sendiri usaha kerajinan tangan yang kamu rintis. Tetapi, kenapa kamu masih bisa menampakkan ‘batang hidung’ kamu saat kegiatan OMK? Apalagi kita bisa ngobrol seperti ini,” kata Romo Kebet.

Kevin menjelaskan, selama aktif di OMK, dirinya belajar bahwa kesibukan itu tentang skala prioritas dan mengatur waktu. Menurutnya, ada perbedaan antara waktu yang luang dan meluangkan waktu. “Apa perbedaannya, Kevin?” tanya Romo Kebet.

“Begini, Mo. Kalo kita aktif karena waktu luang berarti karena tidak ada kesibukan, sedangkan meluangkan waktu berarti dalam kesibukan kita berusaha agar bisa melakukan aktivitas lainnya; misalnya pelayanan di gereja, Romo. Saya menganggap penting untuk memberikan hidup dalam pelayanan juga, Mo,” jawab Kevin.

 

Mendengar jawaban Kevin, Romo Kebet tersenyum dalam hati. Dirinya tidak menyangka OMK seusia Kevin ternyata memiliki motivasi yang berbeda dan baik yang jarang dimiliki OMK seusianya. “Seandainya OMK lain memiliki pemahaman yang sama dengan Kevin,” ucap Romo Kebet dalam hatinya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *