PASAR USANG – OMK St. Guido Maria Conforti Pasar Usang mengadakan Rekoleksi Orang Muda Katolik (OMK) di Aula Gereja Stasi Kristus Bangkit Pasar Usang, Sabtu-Minggu (8-9/7). Rekoleksi bertemakan “Aku, Kamu Menyatu Dalam Fraternitas” diikuti 70 peserta yang berasal dari 3 wilayah. Peserta datang dari Wilayah Kristus Bangkit Pasar Usang (50 orang), Wilayah St. Laurensius Tabing (12), dan 8 OMK Wilayah 1 & 2 Pusat Paroki.

Hari pertama, Sabtu (8/7), kegiatan berupa gerak lagu, ibadat dan juga sesi materi berjudul Who Am I (Siapa Aku?) serta Jesus’ Fraternity (Persaudaraan Yesus) yang dibawakan Fr. Martinus Zalukhu, SX. Pada sesi Who Am I? peserta membuat gambar yang melambangkan kepribadian masing-masing serta menulis tiga nama orang yang dicintai. Peserta membayangkan berhadapan dan berbicara dengan diri sendiri. Terakhir, peserta diminta untuk menggambar ulang gambar yang melambangkan peserta. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi kedua serta ditutup dengan ibadat taize, api unggun dan bakar-bakaran.

Keesokan harinya, Minggu (9/7), diawali doa pagi setelah itu outbond dan misa bersama. Kegiatan ditutup dengan sesi ketiga berupa sharing peserta IYD III 2023 Palembang, Arjuna dan Monik, serta dilanjutkan sharing pangilan oleh Pastor Petrus Hardianto, SX. Salah satu anggota panitia, Cici Hulu, berkomentar, “Rekoleksi berlangsung sangat lancar. Dasar dan tujuan awal kegiatan tercapai. OMK yang baru bergabung pun aktif dalam dinamika kelompok, sharing, dan partisipatif. Saat outbond terlihat makin akrabnya persaudaraan antarpeserta. 

Setelah kegiatan, banyak umpan balik positif dari peserta. Umumnya, peserta menginginkan adanya kegiatan berkelanjutan. Mereka antusias dan rindu berkumpul kembali. Setelah rekoleksi ini, warga OMK bisa saling mengenal, tidak canggung ataupun malu ikut serta dalam pelayanan, serta bisa mengenal jatidiri sebagai Orang Muda Katolik yang bertumbuh dalam Kristus,” kata Cici.

Kepada GEMA, Fr. Martinus Zalukhu, SX menilai kegiatan rekoleksi OMK Pasar Usang sangat penting bagi warga OMK agar semakin mengenal diri sendiri dan sesama. Dalam kegiatan ini, sambung Fr. Martinus, OMK dibekali dengan fondasi iman Katolik-manusia sebagai citra Allah dan dikemas dalam sharing – refleksi – permainan. Selain itu, OMK diajak menemukan kekuatan dan kelemahan diri agar lebih siap berdinamika dengan lingkungan sekitarnya (keluarga dan masyarakat).

Menurut Fr. Martinus, Panitia berusaha membangun keakraban dengan pembentukan kelompok agar peserta semakin menyatu dalam fraternitas. “Dari rekoleksi itu, saya melihat dan merasa satu hal penting yang perlu dikembangkan orang muda masa kini yakni jiwa kepemimpinan (leadership). Masih ada orang muda kurang ambil bagian saat kegiatan berlangsung. Saya berharap, OMK terus mengembangkan diri, semakin sadar jati dirinya sebagai masa depan Gereja, semakin siap membina diri menghadapi tantangan iman di Ranah Minang ini. Juga, semua warga OMK Paroki St. Fransiskus Assisi semakin bertumbuh dalam persaudaraan guna membangun dunia menjadi satu pengaharapan dan misi untuk mewartakan Kristus pada dunia,” Kata Frater Martinus. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *